Senin, 15 Maret 2010

Peranan Pesantren Musthafawiyah dalam mengembangkan mazhab Syafi`i


Perkembangan mazhab Syafi`i tidak terlepas dari peranan pondok pesantren yang berada di Nusantrara, mazhab ini menebar diseluruh Indonesia seperti cendawan yang tumbuh setelah datangnya hujan, membuat mazhab Syafi`i resmi menjadi mazhab di seluruh negara Asia tenggara, walaupun segelintir orang mencoba untuk menafikan apa yang telah kami ucapkan, tetapi penafian tersebut tidak dapat diterima karena telah menyalahi hakikat dari keadaan di Nusantara, berabad-abad umat islam menggunakan mazhab Syafi`i dalam ibadah, mu`amalah, dan munakahah.



Diantara pondok pesantren yang berperan dalam mengembangkan mazhab Syafi`i adalah Musthafawiyah Purba baru Mandailing Natal, pesantren yang telah didirikan oleh Syeikh Musthafawa Husein telah menjadi benteng dan penyebar mazhab Syafi`i di Sumatra khususnya dan di Nusantara umumnya.

Para santri pelajar yang telah menimba ilmu di pesantren ini kembali kepangkuan halaman orang tua mereka menebarkan ilmu mereka, diantara ilmu yang mereka tebar adalah ilmu Fikih dengan mazhab Syafi`i, hal ini membuat pulau Sumatra masih kental dengan mazhab Syafi`inya, coba kita lihat kebanyakkan masjid masih melaksanakan qunut setiap shalat subuh, do`a selalu disenandungkan setiap selesai shalat fardhu beserta jama`ah, surah al-Fatihah masih terus dibaca beserta Bismillah secara nyaring, dan amal-amalan yang lainnya sesuai dengan mazhab Syafi`iyyah.

Adapun kitab-kitab fiqih yang dipelajari di Musthafawiyah adalah:

1 - matan Ghayah wa Taqrib atau lebih dikenal dengan matan Abi Syuja` kitab ini dikaji bagi pelajar kelas dua tsanawiyah Musthafawiyah.

Pengenalan kitab Matan Ghayah wa taqrib

Kitab ini karya al-Imam al-Qadhi Syihabuddin Abu Syuja` Ahmad bin Huesin al-Ashfahani al-`Abbadani as-Syafi`i, dilahirkan pada tahun 433 hijriyah bersamaan dengan 1041 masehi di kota Basrah .

Beliau seorang yang soleh, baik hati tekun beribadah dan terkenal dengan keilmuannya, pernah dilantik menjadi menteri pada tahun 447 hijriyah, dalam memegang jawatan tersebut beliau sangat adil dan bijaksana, tidak akan keluar dari rumah kecuali shalat terdahulu dan membaca al-Qur`an, beliau memiliki sepuluh orang petugas untuk membagi-bagikan sedekah, setiap seorang membawa seratus dua puluh ribu dinar.

Abu Syuja` belajar fiqih mazhab Syafi`i selama empat puluh tahun lebih, kemudian beliau bermukim di kota Madinah, menyapu masjid Rasulullah saw, membentang tikar dan menyalakan lampu masjid sampai beliau menutup mata pada tahun 593 hijriyah, kemudian beliau dikuburkan dimesjid yang beliau dirikan terletak di pintu Jibril, sedangkan kepalanya berhampiran dengan kuburan Rasulullah sawbahagian timur.

2 - Fathul Qarib al-Mujib fi Syarhi alfazhi at-Taqrib, kitab ini dikaji oleh pelajar yang kelas tiga dan empat, terkadang-kadang dibaca juga dengan hasyiyahnya Bajuri.

Pengenalan kitab Fathul Qarib al-Mujib fi Syarhi alfazhi at-Taqrib

kitab ini adalah merupakan Syarah kitab Matan Abi Syuja`, pengarangnya adalah Syamsuddin Muhammad Qaasim bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazzi al-Qahiri as-Syafi`i, dilahirkan pada bulan Rajab tahun 859 hijriyah, beliau berhasil menghapal al-Qur`an, matan Syathibiyah, matan Minhaju at-Tholibin karang Imam Nawawi, matan al-Fiyah al-Hadits, al-Fiyah an-Nahwi, dan kebanyakkan dari matan Jam`ul Jawami`.

Pada tahun 881 beliau pindah ke kota Cairo, dikota ini beliau menghabiskannya dengan mengajar di Jami` al-Azhar, dan memberi khutbah di masjid benteng Shalahuddin al-Ayyubi sehingga beliau meninggal dunia pada tahun 918 hijriyah.

3 - Tuhfatu at-Thullab Bi Syarhi Tahriri tanqihi al-Lubab, kitab ini di pelajari bagi kelas lima, enam dan tujuh, terkadang-kadang di baca dengan Hasyiyahnya as-Syarqawy.

Pengenalan dengan Tuhfatu at-Thulab, kitab ini adalah Syarah dari Tahrir Tanqih al-Lubab yang dikarang oleh Syeikh Zakariya al-Ansori, kemudian disayarahkan sendiri olehnya, merupakan kitab rujukkan di berbagai pondok pesantren, tetapi kitab ini sudah mulai banyak dilupakan orang sehingga di Mesir sendiri tidak ada yang mempelajarinya, Sahah al-Husofiyah al-Langkatiyah pernah membuka ktiab ini sebagai asas pengajian setiap harinya, bahasanya yang sulit membuat banyak kalangan santri yang tidak ingin membacanya padahal manfa`atnya sangat besar sekali.

Sedangkan pengarangnya adalah Imam Zainuddin Abu Yahya Zakaria bin Muhammad al-Ansori, dilahirkan pada tahun 826 hijriyah, belajar ilmu agama dan menekuni mazhab Imam Syafi`i sehingga menjadi pemuka mazhab Syafi`iyah, kealiman beliau menjadikan beliau menyandang kedudukan Qadhi besar di Mesir selama sepuluh tahun, kehidupan sehari-hari beliau diisi dengan mengajar di Jami` al-Azhar as-Syarif dan berfatwa, diakhir hidup beliau dicoba dengan hilangnya penglihatan beliau, hal ini berlaku selama sepuluh tahun, banyak hasil karya beliau membuktikan bahwa umur beliau begitu berkat dan berharga.

Beliau meninggal dunia pada tahun 926 hijriyah dan dikuburkan di Masjid Imam Syafi`i berhampiran dengan kuburan Imam Syafi`i, ini satu kemulian kepada beliau.

Kitab -kitab yang telah kami sebut diatas merupakan pegangan pelajar-pelajar Pondok Pesantren Musthafawiyah, semoga Musthafawiyah tetap berdiri tegar mempertahankan mazhab Syafi`idi Nusantara, misi dan visinya tetap berjalan dengan lancar walaupun pada saat ini sudah banyak orang yang mengajak umat agar meninggalkan mazhab Syafi`i agar dan tidak bermazhab lagi.

Diantara ulama-ulama yang menjadi Fakar-fakar Fiqih di pesantren Musthafawiyah adalah : Syeikh Musthafa Husein al-Mandili, beliau merupakan pendiri pesantren dan telah disebutkan oleh KH Sirojuddin Abbas di dalam bukunya Keagungan Mazhab Syafi`i dan belajar fiqih Syafi`iyyah dari Syeikh Ahmad Khatib al-Mankabawi di Makkah, Syeikh al-Faqih Abdul Halim Khatib, Syeikh Zainuddin Musa, Syeikh Sabil , Syeikh Syafi`i Daulay, Syeikh Mukhtar Ro`isul Mua`allimin, Syeikh Mahmuddin Pasaribu, Syeikh Hasan Basri Lubis, dll.

2 komentar:

Diandra mengatakan...

Assalamualaikum ust,perkenalkan saya zulhandra,asal desa siabu,kab.mandailing natal,saya wkt kecil prnh jg masuk mustofawiyyah tp cm bbrp bulan,pertnyaan saya 3kitab2 y dplajari dimustofawiyah itu isinya mengenai apa aja dan adakah psantren dkota lain di indonesia y juga mempelajari ktab2 tsb?soalnya saya skrng tinggal di jawa dan ingin memasukan anak saya kepondok y spt mustofawiyyah.sukron ust.

Diandra mengatakan...

Assalamualaikum ust. adakah situs y bisa saya kunjungi y isinya terjemahan bhs indonesia dari kitab2 y ust. sebutkan diatas..sukron