Sabtu, 26 Desember 2009

`Asyura yang mulia


`Asyura` merupakan hari yang kesepuluh dari bulan muharram, memiliki banyak kelebihan dan keistimewaan, sebab itu umat islam sangat bergembira menyambut kedatangannya, tetapi bagaimana cara kita menyambut `Asyura` yang mulia, apakah dengan memukul-mukul badan dan kepala? apakah dengan menangis? sebagaimana yang dilakukan kaum syi`ah?, apa yang dilakukan oleh kaum syi`ah tidak ada sangkut pautnya dengan kebesaran `Asyura`, sebab Raulullah saw telah mengajar kita bagaimana caranya merayakan `Asyura tanpa membuat sesuatu yang bid`ah dan tidak dibenarkan islam, diantara salah satu sambutan `Asyura adalah berpuasa pada hari tersebut.

Fadhilah puasa `Asyura

Rasulullah telah menyebutkan kelebihan puasa pada hari `Asyura, diantara hadithnya :

1 - Dari Abi Qatadah, Rasul bersabda:

صيام يوم عاشوراء إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله

ِArtinya : Berpuasa pada hari `Asyura aku berharap Allah mengampunkan dosa ( orang yang berpuasa ) se tahun yang lalu. ( H.R Muslim ).

2 - Dari Abdullah bin Umar, Rasul bersabda :

يوم عاشوراء إن شاء صام

Artinya : Pada hari `Asyura bagi yang ingin berpuasa maka berpuasalah. ( H.R Bukhari no 2000).

Apakah dosa yang diampunkan itu dosa besar dan kecil atau dosa kecil saja?

Dalam permasalahan ini terdapat perbedaan pendapat diantara ulama, menurut al-Hafiz Ahmad Shiddiq al-Ghumari puasa hari `Asyura dapat mengampuni dosa besar dan kecil, sebagaimana didalam buah karya beliau " Tanwir al-Abshor wa al-Basho-ir " sementara para jamhur ulama berpendapat puasa pada hari `Asyura dapat mengampuni dosa kecil saja.

Puasa hari `Arafah dapat mengampuni dosa-dosa yang telah dilaksanakan setahun yang lalu dan dosa setahun yang akan datang, jika puasa `Asyura dapat mengampuni dosa setahun yang lalu, maka apakah yang akan diampuni jika dosa setahun yang lalu telah diampuni dengan sebab puasa `Arafah?

Jika dosa setahun yang lalu telah diampuni dengan sebab puasa hari `Arafah maka pengampunan sebab puasa `Asyura itu berubah menjadi penaikan pangkat dan derajat seseorang yang berpusa pada hari `Asyura.

Hukum puasa pada hari `Asyura

Puasa `Asyura hukumnya sunnah hal ini telah menjadi ijmak ulama, tetapi Qadhi `Iyadh menukilkan bahwa ada sebahagian salaf yang berpendapat bahwa puasa `Asyura itu waji dan tidak dimansukhkan, kemudian beliau menjelaskan bahwa pendapat tersebut telah hilang dan tidak digunakan lagi, sehingga hukum puasa `Asyura menjadi ijamak ulama tentang kesunnahannya.

Hukum puasa `Asyura sebelum datangnya kewajiban puasa Ramadhan.

Dalam hal ini para ulama berbeda pendapat tentang kewajiban puasa `Asyura sebelum datangnya perintah puasa Ramadhan.

Pendapat pertama : Puasa pada hari `Asyura sebelum datangnya perintah puasa Ramadhan hukumnya wajib, pendapat ini di sokong oleh Imam Abu Hanifah dan sebahagian kecil ulama mazhab Syafi`i, adapun dalil yang mereka gunakan adalah hadith yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Salam bin Akwa` beliau berkata :

أمر النبي صلى الله عليه وسلم رجلا من أسلم أن أذن في الناس أن من كان أكل فليصم بقية يومه، ومن لم يكن أكل فليصم فإن اليوم يوم عاشوراء

Artinya : Nabi saw memerintahkan kepada seorang lelaki dari qabilah Aslam agar memberi tahu kepada orang-orang bahwa siapa yang telah makan maka hendaklah berpuasa selebihnya, dan orang yang belum makan hendaklah berpuasa, karena hari ini adalah hari `Asyura.

Pendapat kedua : Puasa pada hari `Asyura sebelum datangnya perintah puasa Ramadhan hukumnya sunnah, pendapat ini didukung oleh kebanyakkan ulama dan Mazhab Syafi`i, diantara dalil yang mereka gunakan adalah hadith yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Mu`awiyah bin Abi Sufyan , Rasul bersabda :

إن هذا اليوم يوم عاشوراء ولم يكتب عليكم صيامه وأنا صائم فمن شاء صام ومن شاء فليفطر

Artinya : Sesungguhnya hari ini adalah hari `Asyura, tidak diwajibkan kepada kamu berpuasa `Asyura, tetapi saya berpuasa, barangsiapa yang ingin puasa maka silahkan berpuasa, jika tidak maka berbukalah.

`Asyura itu pada hari yang kesepuluh Muharram atau yang kesembilan?

Ulama berbeda pendapat dalam menentukan `Asyura itu hari kesepuluh dari bulan Muharram atau hari yang kesembilannya.

Pendapat pertama : `Asyura adalah hari yang kesepuluh dari bulan Muharram, ini pendapat dari kalangan kebanyakkan ulama, diantaranya adalah Sa`id bin Musayyab, Hasan al-Basri, Malik, Syafi`i, Ahmad, Ishaq, Nawawi, Ibnu Munir dan banyak lagi.

Pendapat kedua : `Asyura adalah hari yang kesembilan dari bulan Muharram, diantara yang berpendapat seperti ini adalah




Minggu, 20 Desember 2009

Menyambut tahun Baru islam

Ustaz Husni sebelum memberi sedikit ucapan dalam menyambut tahun baru islam di depan masyarakat Mesir di sebuah kota kecil Kumannur.

Dalam menyambut tahun baru hijriyah 1431 H diisi dengan ziarah ke makam Syeikh Sya`rawi di Daqadus Mitghamr.( foto ust Husni Ginting dan Ust Basyir Kelantan )


Ust Husni Ginting beserta Ust Muhsin Kedah di depan malam Syeikh Sya`rawi Mufassir abad ke lima belas Hijriyah

Berfoto bersama didepan makam Syeikh Sya`rawi seoramg ulama besar yang masih tetap hidup namanya didalam hati orang-orang arab terutama orang Mesir.

Hari Jum`at adalah hari jatuhnya tahun baru islam tahun 1431 H, tahun baru umat islam yang perlu dihormati dan dibesarkan, sebahagian masyarakat umat islam tidak mengetahui apa yang disebut tahun baru islam, sebahagian juga ada yang tidak mengetahui bulan-bulan islami, yang mereka tahu cuma bulan ramadhan, sebab itulah perlu adanya perayaan hijriyah yang mengajarkan tentang semangat dakwah dan kebenaran, perayaan hijriyah juga gunanya untuk mengingati kembali sejarah yang telah lama terjadi tetapi perlu di ingat kembali bagaimana hijrahnya Nabi Muhammad saw yang membawa risalah Allah, perjalanan yang sangat melelahkan, pengorbanan yang penuh rintangan, bertarung nyawa dan harta, perpindahan yang akan membuat kejayaan yang gemilang dengan izin Allah.

Imam Ali telah mengambil posisi tempat tidur Rasul, selimut Rasul telah menutup tubuh sang pemuda pemberani yang siap mengorbankan jiwa raganya, rencana ini gunanya adalah agar orang kafir masih tetap mengawasi rumah Rasul sehingga Rasul dengan mudah untuk berjalan menuju hakuan yang telah di rencanakan.

Sesosok tubuh yang berjalan ketakutan kemuka dan kebelakang Rasul, muka pucat hati berdebar, tubuh gemetar, namun beliau bukan takut pada dirinya yang mungkin saja pedan menghunus dan menancap ke perut yang kosong dari makanan, tetapi takut dengan jiwa Rasul yang terancam dari serangan kaum kafir, Abu Bakar seorang sahabat yang sejati mampu mencurahkan dan mengorbankan dirinya demi Rasulullah saw, merasa resah terhadap Rasulullah, ini adalah gambaran sahabat sejati yang terlukis disejarah hijrahnya Nabi.

Seorang wanita yang bukan hanya mampu menangis dan meneteskan air mata, tapi mampu juga berjuang untuk meninggikan kalimat Allah di bumi yang fana, keberanian yang menurun dari sang ayah yang telah berkorban jiwa dan harta, tidak takut dengan ancaman orang-orang kafir yang tidak kenal dosa, beliau datang membawa makanan untuk diberikan kepada Rasul dan ayahnya, menambat kambing di tepi gunung agar tidak dicuriga, sungguh berani Sayyidah Asma` untuk mengantar makana, sehingga sejarah mengenang segala jasa-jasanya.

Hijrahnya Nabi merupakan satu momentum yang sangat istimewa, perlu di ingat kembali sehingga kita memiliki semangat untuk berjuang meninggikan islam di permukaan bumi ini, janganlah kiranya cerita hijrah terpendam di buku-buku sejarah saja, tetapi perlu dibaca dan di jadikan barometer untuk memupuk semangat kita agar berjuang untuk agama Allah.

Rabu, 16 Desember 2009

Mud Nabi Muhammad saw

Gambar Syeikh Musthafa Husein al-Mandili pengasas pondok Musthafawiyah


Banyak diantara kita yang belum mengetahui apa yang dimaksud Mud Nabi Muhammad saw, Mud adalah satu takaran yang pernah di gunakan oleh Nabi Muhammad saw pada masa dahulu, takaran ini terkadang untuk mengukur berapa banyaknya nabi menggunakan air dalam berwudhu`, terkadang untuk membayar Fidyah dan selainnya, begitu penting sekali mengetahui jumlah ukuran dari takaran Mudnya Nabi Muhammad, terlebih-lebih bagi seseorang yang ingin selalu mengikuti sunnah dan prilaku Nabi Muhammad saw.

Selasa, 15 Desember 2009

Membayar nazar puasa


Soal : Syeikh Husni saya memiliki teman akrab yang telah meninggal dunia, beliau memiliki nazar puasa yang saya saja yang tahu hal tersebut, apakah yang saya lakukan dalam membayar utang teman saya tersebut.
Jawab : Anda mesti member tahu pihak wali teman anda tersebut, yakni keluarga terdekatnya seperti ayah, ibu atau adek beradek, agar mereka yang membayar utang nazar yang telah di ucapkan oleh teman anda, sebab nazar wajib di bayar .

Senin, 14 Desember 2009

Hadith Ibnu Mas`ud

Soal : Hadith : “ Apa –apa menurut pendapat orang Muslim itu baik, maka ia juga baik di sisi ALlah. Dan apa-apa menurut pendapat orang Muslimin itu buruk, maka ia adalah buruk di sisi ALlah" Apakah hadith ini terdapat pada Sohih Bukhari

Jawab : Hadith yang saudara ungkapkan teksnya adalah :

ما رآه المسلمون حسنا فهو عند الله حسن وما رآه المسلمون قبيحا فهو عند الله قبيح

Artinya : Apa-apa yang menurut orang Muslim itu baik, maka ia baik juga disisi Allah, dan apa –apa yang menurut pendapat orang Muslim itu buruk, maka ia buruk juga disisi Allah.


Kamis, 10 Desember 2009

Obama menerima Nobel perdamaian


Presiden Amerika Serikat Barack Obama menerima hadiah Nobel perdamaian pada hari sabtu tanggal 10 Desember 2009 di Oslo Ibukota Norwegia, hadiah tersebut diberikan memandang Obama berhasil dalam menciptakan perdamaian.

Yang menjadi pertanyaan , apakah memang hadiah Nobel itu patut diberikan kepada Obama, sebesar manakah keberhasilannya dalam menciptakan perdamaian di dunia, tentu jika kita melihat secara jujur Obama bukanlah sosok yamng patut mendapatkan hadiah Nobel perdamaian, sebab masih banyak agendanya yang belum berjalan, apalagi peperangan di sana-sini masih saja betebaran di muka bumi ini, tugas Obama untuk menciptakan perdamain dunia belum mencapai tahap yang memuaskan, bahkan cendrung menambah peperangan.

Kita lihat apa yang terjadi di Irak pemboman dan peperangan masih lagi berjalan ratusan orang mati dalam kekacauan yang terjadi di Irak, keamanan tidak pernah terwujudkan di Irak, rakyat Irak menjadi sengsara, demikian juga nasib rakyat Afganisthan tidak jauh bedanya dengan rakyat Irak, setiap harinya mesti mendengarkan bunyi dentuman bom yang meregut nyawa orang-orang yang tak berdosa, tapi yang sangat menyedihkan bila Obama telah memutuskan untuk mengirim tentera tambahan ke Afganisthan, hal ini menunjukkan bahwa Obama sebenarnya tidak menginginkan perdamaian diantara Amerika dan umat islam, bahkan Obama cendrung mengikuti jejak langkah pendahulunya Bush.

Palestina adalah negara yang tidak pernah merasakan kedamaian, sebuah negara yang tidak memiliki kekuatan dan persenjataan yang handal menjadi mangsa kebuasan negara Israel yang biadab, perundingan demi perundingan tekah dilaksanakan tetpi tidak menghasilkan jalan keluar yang memuaskan, bahkan Obama tidak mampu menekan Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman bangsa Israel di tanah Palestina, belum ada kemajuan dalam perdamaian antara Palestina dan Israel ketika Obama sudah menjabat sebagai presiden, bahkan hak-hak rakyat Palestina dilupalan begitu saja, kekejaman dan keberutalan kaum Yahudi kepada warga Palestina masih dibiarkan, berapa banyak nyawa yang melayang diakibatkan oleh serangan tentera Israel.

Kegagalan Obama dan menciptakan perdamaian dunia adalah tanda yang cukup jelas betapa tidak pantasnya Obama menerima hadiah Nobel perdamaian, sehingga banyak dikalangan orang yang mengkeritik penerimaan hadiah Nobel tersebut, terlebih-lebih umat islam yang telah Obama sakit hatikan, umat islam telah berharap agar Obama dapat memberikan angin segar kepada negara-negara Islam yang dilanda permasalahan ketika pidato yang beliau ucapkan di Cairo Mesir, tetapi mungkin Obama melupakan isi pidatonya tersebut dan lebih mementingkan keuntungan Amerika dan umat Yahudi di dunia.

Selasa, 08 Desember 2009

Ibnu ishaq Sohibul Maghazi

Soal : Ada yang tidak menerima Imam Ibnu Ishaq sehingga menuduh beliau Syi`ah, dan menolak segala riwayatnya, bolehkah Syeikh jelaskan keadaan Ibnu Ishaq menurut ulama yang dapat di pegang ?

Jawab : Nama lengkap Imam Ibnu Ishaq ialah Muhammad bin Ishaq bin Yasar bin Khiyar, beliau dilahirkan pada tahun 80 hijriyah, melihat Anas bin Malik dan Sa`id bin Musayyab, beliaulah yang pertama sekali membukukan ilmu di kota Madinah, beliau seorang yang paling hebat dalam periwayatan Maghazi ( cerita peperangan Rasulullah ).

Imam Zuhri berkata : Senantiasa kota Madinah dalam keadaan melimpah dengan ilmu selama didalamnya terdapat Ibnu Ishaq. ( Siyar `Alam Nubala` : 7/29 ).

Imam Syafi`i berkata : barang siapa yang ingin mahir didalam ilmu Maghazi maka dia itu anak kecil dihadapan Imam Muhammad bin Ishaq. ( Siyar `Alam Nubala` : 7 / 29 ) .

Berkata Ibnu Abi Khaitsamah: Aku bertanya kepada Yahya nim Ma`in tentang Ibnu Ishaq, beliau mengatakan, telah mengatakan kepada `Ashim bin Umar bin Qatadah : Senantiasa manusia hidup didalam ilmu selama hidup Ibnu Ishaq.

Imam Zahabi berkata : Imam Ibnu Ishaq sangat alim didalam Maghazi.

Berkata Imam Syu`bah : Muhammad bin Ishaq Amirul Hadits dalam penghapalannya.

Masih banyak lagi ulama-ulama yang memuji beliau, daik dari segi hapalannya maupun kehebatannya dalam Maghazi,.

Adapun orang yang mentajrihnya adalah Hisyam bin Urwah dan Imam Malik bin Anas

1 - Hisyam BinUrwah berkata : Ibnu Ishaq pendusta.

ini disebabkan oleh Ibnu Ishaq berkata bahwa dia meriwayatkan dari isteri Hisyam.

Imam Zahabi berkata : Sangakaan demikian bahwa beliau telah mengambil dari Tabi`in dan Shahabiyat, karena mungkin saja beliau masuk ke istri Hisyam , dan beliau melihat nya ketika masih kanak-kanak, dan menghapal darinya, dan mungkin juga beliau mengambil riwayat tersebut ketika isteri Hisyam sudah tua, karena isterinya lebih tua sepuluh tahun dari Hisyam.

tunggu lanjutannya...

Senin, 07 Desember 2009

Hukum membaca al-Fatihah dalam pembukaan majlis


Soal : Syeikh apakah hukum pembacaan al-Fatihah sebelum membuka majlis, mengingat kami selalu membuka majlis dengan al-Fatihah, dan ada orang mengatakan bahwa itu tidak berdasarkan hukum.

Jadwal pengajian


1 - Jum`at : Setelah solat jum`at Pembacaan Shahih Bukhari , tempat : Sahah Hasyimiyah Bani Amir, Guru : Syeikh Muhammad Mahmud Abu Hasyim Dekan Fakultas Usuluddin al-Azhar cabang Zaqaziq, pembaca Syeikh Muhammad Husni Ginting.

2 - Sabtu : Mu`atha Imam Malik , Pagi pukul : 07.00 sampai 08.00., Syarah Ibnu Aqil ( Nahu ), Syarah hadits Jibril, setelah Shalat maghrib sampai pukul : 20 : 30, tempat Sahah al-Husofiyah al-Langkatiyah, guru : Syeikh Muhammad Husni Ginting .

3 - Ahad : Mu`atha Imam Malik , Pagi pukul : 07.00 sampai 08.00., Syarah Ibnu Aqil ( Nahu ), Syarah hadits Jibril, setelah Shalat maghrib sampai pukul : 20 : 30, Sahah al-Husofiyah al-Langkatiyah, guru : Syeikh Muhammad Husni Ginting .

4 - Senin : Mu`atha Imam Malik , Pagi pukul : 07.00 sampai 08.00., Syarah Ibnu Aqil ( Nahu ), Syarah hadits Jibril, setelah Shalat maghrib sampai pukul : 20 : 30, Sahah al-Husofiyah al-Langkatiyah, guru : Syeikh Muhammad Husni Ginting .

5 - Selasa : Mu`atha Imam Malik , Pagi pukul : 07.00 sampai 08.00., Syarah Ibnu Aqil ( Nahu ), Syarah hadits Jibril, setelah Shalat maghrib sampai pukul : 20 : 30, Sahah al-Husofiyah al-Langkatiyah, guru : Syeikh Muhammad Husni Ginting .

6 - Rabu : Mu`atha Imam Malik , Pagi pukul : 07.00 sampai 08.00., Bidayah al-Hidayah, setelah shalat asar , bertempat di Sahah al-Husofiyah al-Langkatiyah, guru : Syeikh Muhammad Husni Ginting .

7 - Kamis :Mu`atha Imam Malik , Pagi pukul : 07.00 sampai 08.00., Safinatun Najah : setelah maghrib, bertempat di Sahah al-Husofiyah al-Langkatiyah, guru : Syeikh Muhammad Husni Ginting.

di susun oleh Abdi dalam

Minggu, 06 Desember 2009

Syeikh Abdul Qadir bin Sobir al-Mandaili



Syeikh Abdul Qadir bin Sobir al-Mandaili dilahirkan di sebuah desa bernama Huta Siantar, Penyabungan Kabupaten Mandailing Natal propinsi Sumatra Utara Indonesia,dari kecilnya beliau sangat rajin belajar agama, ditambah lagi lingkungannya yang sangat kuat dengan pendidikan agama, beliau berangkat ke Makkah Mukarramah ketika berusia masih kecil, di Makkah beliau sibuk belajar agama kepada ulama-ulama Makkah di Masjidil Haram.



Pondok Pesantren Raihanul Jannah Pasar Maga Mandailing

Mandailing merupakan bahagian dari Sumatra Utara, daerah ini sangat jauh dari ibukota propinsi Sumatra Utara Medan, letaknya berdekatan dengan propinsi tetangga Sumatra Barat, di daerah Mandailing sangat terkenal dengan jiwa-jiwa agama yang kental dari adat istiadat kaumnya, tidak heran mandailing merupakan daerah yang memiliki banyak pondok pesantern yang mengeluarkan ulama-ulama yang pintar dan alim, diantara pondok pesantern yang mulai terkenal adalah pondok Pesantren Raihanul Jannah.

Pesantern ini didirikan oleh seorang Syeikh yang alim bernama Syeikh Haji Abdul Malik Raihan bin Abdul Qadir Rangkuti al-Mandaili, didirikan pada tahun 2000 Masehi, di daerah Pasar Maga Mandailing Natal, pelajarnya kini semangkin bertambah banyak, ada juga dari luar propinsi Sumatra Utara, pelajaran yang ada di pondok pesantren ini hampir sama dengan pelajaran yang ada di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru.

Syeikh Abdul Malik Raihan di lahirkan pada tahun 1958 Masehi di Pasar Maga , setelah belajar mengaji dari orang tuanya beliau masuk ke Pesantren Musthafawiyah Purba Baru pada tahun 1972 M, dan berhasil menamatkan pendidikanya pada tahun 1976 M, kemudian melanjutkan pendidikannya di Darul Ulum Makkah Mukarramah pada tahun 1979 M, dan berhasil mendapatkan Syahadah Darul Ulum pada tahun 1983 M, kemudian pulang ke Indonesia pada tahun 1999 M, dan mendirikan pesantren Raihanul Jannah pada tahun 2000 M.

Pesantren ini berkembang pesat al-Hamdulillah berkat kegigihan beliau sehingga muridnya sekarang mencapai kurang lebih seribu orang.

Masjid Azizi Langkat

Masjid Azizi merupakan mesjid yang tertua di Langkat, terletak di seuah kota tua Tanjung Pura di kabupaten Langkat, masjid ini merupakan aset nasional yang perlu dipelihara, umurnya yang sudah tua lapuk diusung masa.

Masjid Azizi didirikan oleh Sultan Tengku Abdul Azizi Abdul Djalil Rahmat Syah yang memerintah negeri melayu Langkat
yang makmur berkuasa pada tahun 1897-1927 M, beliau adalah Sultan Negeri Langkat setelah Sulthan Haji Musa al-Khalidy al-Mu`azam Syah yang memrintah pada tahun 1830-1897 M.

Masjid ini didirikan pada tahun 12 Rabiul Awal tahun 1320 H, kemudian diberi nama dengan Azizi sesuai dengan nama Sulthan Tengku Abdul Aziz, masjid ini memiliki kemegahan dan keindahan, masjid ini
dapat menampung ribuan jema`ah, berdiri di tanah seluas 18.000 M2 dan selesai di bangun dalam tempo waktu 18 bulan, dibuat oleh kontraktor berkebangsaan Jerman.





Masjid ini dihiasi dengan kaligrafi yang canting disekeliling dindingnya, tiang yang terletak di terasa masjid terbuat dari besi yang di ukir rapih, warna hijau dan kuning menambah keserasian masjid yang megah ini, kubah megah yang berwarna hitam merupakan bahagian yang terpenting dari kecantikan masjid ini, didalamnya terdapat mimbar yang tinggi tempat berdirinya khatib, dibawah kubah terdapat untaian lampu gantung menghiasi keindahan masjid, masjid ini memiliki satu menara tinggi yang indah terpisah dari bangunan masjid, dibahagian kiblat masjid terdapat tempat perkuburan Sulthan-Sulthan Langkat, dan makam pejuang Indonesia Tengku Amir Hamzah pujangga baru yang terbujur di pusaranya.

Kini masjid Azizi masih bediri megah sebagai bukti bahwa kerajaan melayu Langkat pernah berdiri dengan makmur, masjid ini selalu menjadi tempat kunjungan umat islam baik dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Pelarangan mendirikan menara masjid


Seluruh organisasi islam sedunia mengungkapkan kecemasannya atas hasil suara rakyat Swiss dalam pelarangan mendirikan menara masjid dinegara mereka, hal ini akan mengganggu keharmonisan antara umat beragama, setiap lembaga-lembaga islam mennyatakan protesnya terhadap apa yang telah terjadi dinegeri Swiss, pelarangan tersebut melanggar kesepakatan dunia dalam beragam etnis dan agama, umat islam di Swiss berjumlah 350.000 jiwa, 4,5 % berasal dari penduduk asli, selebihnya berasal dari pendatang yang datang dari Yugosalavia dan Turki, sementara di Swiss terdapat sebanyak 160 masjid empat diantaranya memiliki menara. Ketakutan garis keras kristen atas penebaran islam di Swiss membawa mereka untuk melancarkan gerakan anti islam dan lambang-lambang islam, menara masjid menurut pandangan mereka adalah salah satu lambang kekuatan islam yang mulai menyebar cepat dinegeri Swiss, ketakutan tersebut tidak memiliki alasan yang tidak kuat, sebab umat islam di Swiss dapat bersatu dengan penduduk Swiss yang tidak beragama islam. Dalam hal ini Imam al-Akbar Syeikh Sayyid Tontowi, Mentri hal ihwal islam Mesir Hamdi Zaqzuq, dan Mufti Mesir Doktor Ali Jum`at mengadakan pertemuan dengan duta besar Swiss membahas pelarangan untuk mendirikan menara masjid di Swiss. Kita berharap pemerintah Swiss dapat mencabut kembali peraturan yang melarang pendirian menara masjid di Swiss sebab hal tersebut dapat merusak persahabatan antara umat islam dan kristen di dunia, juga merusak hubungan pemerintah Swiss dengan negara-negara islam di dunia.

Jumat, 04 Desember 2009

Ijtihad orang awam bid`ah terbesar

Pada masa ini kita banyak melihat sebahagian kalangan menyebar isu untuk berijtihad dan membuat pembaharuan, apakah yang mereka maksud ijtidah tersebut dengan cara mengambil dalil dari al-Qur`an dan hadits secara langsung atau berijtihad dengan cara mengikuti pendapat Ibnu Taimiyah dan murid-muridnya, jikalau mereka bermaksud agar orang semua meninggalkan mazhabnya dan berpaling kepada mazhab Ibnu Taimiyah maka itu bukan Ijtihad tetapi satu kesalahan besar sebab ibnu Taimiyah bukan seorang nabi yang maksum, apalagi Ibnu Taimiyah tidak sebanding dengan keilmuan imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi`i, Imam Ahmad, betapa buruknya perangai orang yang menghina seseorang yang bertaqlid dengan imam-imam yang empat padahal dia juga bertaqlid dengan Ibnu Taimiyah yang di ikhtilafkan tentang kebenaran aqidah dan pemahamannya, tidak malulah orang tersebut dengan berkedok ijtihad menghina para ulama yang telah berusaha menerangkan islam lewat ijtihad imam-imam meraka, hadits yang mereka seru adalah tidak lain hadits yang digunakan oleh Ibnu Taimiyah dalam mendirikan pemahamannya, sementara pemahaman tersebut belum berarti benar semuanya, kenapa mengatakan orang yang mengikuti mazhab zumud tetapi diri sendiri juga mengikuti mazhabnya ibnu Taimiyah, tetapi jika benar mereka langsung mengambil berijtihad dari pendapat mereka sendiri, ini juga sebuah musibah yang sangat besar, sebab mereka belum sampai kepada derajat mujtahid tetapi ingin menjadi mujtahid, hal ini yang sangat dikecam oleh para ulama dari zaman dahulu sampai sekarang, berlagak seorang mujtahid tetapi seorang penipu yang menipu diri dan umat, ini adalah sebesar-besar bid`ah yang sangat ditakutkan, terkadang seseorang telah mengaku mujtahid tetapi berbahasa arab pun tidak pandai, nahu berantakkan, baca al-Qur`an bersalahan, dari pada sibuk berijtihad lebih bagus betulkan dulu cara membaca al-Qur`an.

Kamis, 03 Desember 2009

Ratu Fatimah asy-Sifa` as-Sanusi



Beliau adalah Ratu Libya yang terakhir anak dari seorang mujahid terkenal Ahmad Syarif as-Sanusi gubernur khalifah Utsmaniyah di benua Afrika dan sebagai pahlawan Arab dibahagian daerah barat.

Beliau dilahirkan disebuah kampung bernama al-Kafrah di bahagian gurun pasir Libya pada tahun 1911 Masehi, didalam lingkungan agama sebab orang tua beliau seorang pemuka agama yang masih berketurunan Rasulullah, beliau tinggal dikampung ini selama tujuh tahun lamanya, kemudian meninggalkan kampung halamannya beserta pengungsi yang terdiri dari wanita dan anal-anak ke negara Mesir dengan menunggang unta, perjalanan ini sangat meletihkan sekali karena menghabiskan masa selama tujuh belas hari.

Kesalahan dalam membaca nama dan nasab

Dari zaman dahulu para ulama menuntut ilmu dari mulut ke mulut bukan saja berpandukan sebuah buku, ketika buku dibaca terkadang seorang Syeikh memperbaiki dan mengkritik apa yang telah tertulis, sebab bukan tidak mungkin penyalin buku tersebut tersalah dalam penulisannya.


    Dari sini betapa pentingnya seorang guru yang ahli menetapkan bahwa naskah itu benar atau terdapat kekeliruan, jika keliru dalam penulisan maka sang murid akan menuliskan perbaikan dibahagian sebelah kanannya, jika yang bertukar terdiri dari titik sering disebut Tash-hif, sementra jika yang tertukar itu barisnya sering disebut juga Tahrif, jika tulisannya berkurang dan bertambah juga perlu di perbaiki dan dilihat naskah mana yang benar, terlebih lagi sekarang banyak sekali penerbit-penerbit buku yang tidak bertanggung jawab atas kerja mereka, karena hanya ingin mendapatkan keuntungan yang besar tanpa benar-benar meneliti kesalahan-kesalahan yang terdapat didalam cetakkan meraka, contoh seperti percetakkan Taufiqiyah Cairo, percetakkan Darul Hadits cairo, percetakan Darul Kutub Ilmiyah Lubnan memiliki banyak kesalahan didalam cetakkan mereka.

    
Permasalahan diatas adalah kesalahan didalam tulisan, yang mengetahuinya adalah orang yang benar pakar didalam menentukan naskah-naskah yang benar, disamping itu terdapat juga terkadang kesalahan pelajar atau sang guru dalam menyebut nama seseorang dan nasab kebangsaannya, hal ini terjadi disebabkan mungkin tidak pernah mendengar nama yang disebutkan, atau hanya membaca buku dengan sendiri tidak melalui guru pembimbing, atau disebabkan tidak mengetahui kedudukkan tempat asal orang tersebut, masalah ini sangat penting sekali diperhatikan, sebab para ulama dari jauh hari telah mempersiapkan bagi generasi berikutnya buku-buku Ansab atau asal sebuah negeri seorang ulama dan cara menyebutkannya sehingga tidak terjadi kesalahan dalam menyebutkannya, contoh seperti buah karya Imam Sayuti didalam buku al-Ansab, memuat nama seorang ulama, asal usulnya nama negerinya cara membacanya, ini semua disebabkan islam telah masuk keseluruh penjuru dunia, sehingga memerlukan keterangan dalam mengungkapkan nasab negeri ulama tersebut.

     
Diantara sebahagian kesalahan dalam menyebutkan nasab negeri ialah :
1 - الإسناوي banyak orang yang membacanya Asnawi dengan mematahkan huruf hamzah, tetapi yang benar adalah Isnawi dengan mengkasrohkan huruf hamzah yang bermaksud dari sebuah daerah Mesir bahagian So`id bernama Isna, tidak terdapat di Mesir daerah yang bernama Asna.
2 - الكتاني ada sebahagian orang membacanya dengan al-Kittani dengan mengkasrohkan huruf " Kaf ", tetapi yang benarnya adalah al-Kattani dengan mematahkan huruf " Kaf " sebuah daerah dibahagian negeri Maroco.
3 - السلفي nisbah seorang ulama terkemuka guru Panglima besar Solahuddin al-Ayyubi, ada sebahagian orang membaca dengan as-Salafi dengan mematahkan huruf " Sin " , tetapi yang benarnya adalah as-Silafi dengan mengkasrohkan huruf " Sin " .
4 - الدهلوي sebahagian orang menyebut dengan ad-Dahlawi dengan mematahkan huruf " Dal", tetapi yang benar adalah ad-Dihlawi dengan mengkasrohkan huruf " Dal " yang bermaksud kepada kota New Delhi di India.
5 - الزركلي sebahagian orang membacanya az-Zarkali dengan mematahkan huruf " Zai " mensukunkan huruf " Ra " dan mematahkan huruf " Lam " tetapi yang benar adalah az-Zirikli dengan mengkasrohkan huruf " Zai " dan huruf " Ra" dan mensukunkan huruf " Kaf ", yang di maksud adalah seorang ahli sejarawan yang hidup dikurun ke empat belas hijriah memiliki sebuah karya berjudul " A`lamu Syarqiyah ".
Masih banyak lagi sebutan-sebutan yang salah dikalangan masyarakat pelajar, itu semua perlu penelitian dari buku yang menceritakan ansab dan nama-nama.
Cara mengetahui sebutan nama dan Ansab :
1 - Dengan melihat dan merujuk buku-buku yang membahas khusus masalah nama dan ansab.
 
2 - Melihat buku-buku Tsabat dan Mu`jam Syuyukh biasanya seorang murid akan menyebutkan cara bacaan nama dan nasab gurunya.
 
3 - Mengembalikan nasab kepada negara asalnya dengan begitu jelaslah cara bacaannya.
 
4 - Mempelajari cara sebutan dari seorang guru yang ahli dalam ilmu sanad, ansab dan nama.

Rabu, 02 Desember 2009

Memperingati dua puluh tahun wafatnya Syeikh Fadani

Seperti biasanya jika telah datang tanggal 28 zulhijjah maka banyak para murid Imam al-Muhammad Yasin bin Muhammad Isa al-Fadani menghadiri upacara Hul peringatan wafatnya Syeikh Muhammad Yasin yang biasanya di selenggara di rumah anak beliau, acara ini biasanya dipimpin oleh khalifah Syeikh Yasin yaitu Syeikh Sayyid Abu Alawi Hamid Alawy al-Kaaf dan Syeikh Muhammad Husni Thamrin al-Banjari.


penulis pernah mengikuti acara ini, kegiatan ini banyak di ikuti oleh murid-murid Syeikh Yasin, wafatnya Syeikh Yasin tidak mengakhiri pengajian yang beliau kelola dan dirikan dirumahnya bahkan diteruskan oleh Khalifah-khalifah beliau, hal ini juga untuk mengenang jasa beliau yang telah menghidupkan ilmu sanad.



Minggu, 29 November 2009

Hukum masjid dan mushalla bagi wanita yang haidh


Soal : Apakah sama mushalla dan masjid dari segi hukum bagi wanita yang haidh ?

Jawab : Rasulullah saw telah melarang bagi wanita yang haid berdiam diri di masjid karena takut mengotorinya, larangan tersebut berlaku dari zaman Rasulullah sampai zaman kita sekarang ini, sebab tidak ada yang memansukhkan larangan tersebut, walaupun sudah adanya kecanggihan tekhnologi untuk menutupi tempat sumber keluarnya darah, itu semua gunanya adalah untuk menjaga kesucian masjid yang mulia dari segala kotoran.


Larangan tersebut tertulis didalam sebuah haditsnya yang telah diriwayatkan oleh Abu Daud dari Sayyidah `Aisyah :

لا أحل المسجد لحائض ولا جنب

Artinya : Aku tidak menghalalkan bagi orang yang haid dan junub ( berhadas besar ) berdiam diri di masjid ( H.R Abu Daud ).

Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dihasankan oleh Ibnu Qathan. ( Talkhish al-Habir 1/148 ).

Tapi apakah kedudukan mushallah, langgar, dan yang sejenisnya sama dengan masjid ? Syeikh Umairah didalam hasyiyahnya mengatakan dalam keterangan larangan berdiam diri dimasjid :

" Walaupun beliau berada diawang-awang ( tidak mencecahi lantai ) masjid, dan walau pun sebahagian tempat tersebut masjid kebanyakkannya juga diharamkan. ( hasyiyah Umairah 1/64 ).

Syeikh Abdullah syarqawi mengungkapkan didalam hasyiyah : ( yang tidak termasuk masjid adalah sekolah, rubath, dan tempat shalat hari raya ( lapangan ). ( hasyiyah Syarqawi 1/ 149 ) dari keterangan beliau dapat kita simpulkan bahwa langgar, mushallah juga termasuk masjid, dan haram bagi yang berhaid berdiam diri didalamnya, sebab setiap tempat yang dikhususkan untuk shalat telah dikatakan juga masjid, hal ini difahami oleh para sahabat yang banyak membangun masjid yang berukuran besar dan kecil dari hadits Rasulullah :

من بنى لله مسجدا ولو كمفحص قطاة لبيضها بنى الله له في الجنة أوسع منه

Artinya : Barangsiapa yang membangunkan masjid karena mengharap ridha Allah walaupun sebesar sangkar burung untuk telur-telurnya, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.


Jumat, 27 November 2009

Shalat Idul Adha 1430 H


Di pagi yang sejuk, ketika butiran embun mulai membasahi permukaan bumi, ketika sang matahari mulai menyingsing menyambut 10 zulhijjah yang pernuh memiliki arti bagi umat islam seluruh dunia, ketika takbir berkumandang di angkasa langit yang mendung, ketika itu jualah saya melangkahkan kaki menuju stadium untuk melaksanakan shalat hari raya, tidak seperti biasanya kali ini saya shalat hari raya di stadium zaqaziq, pagi benar hari ini saya keluar dari rumah, maklum pelaksanaan shalat di stadium sangat cepat sekali jika tidak bergegas pergi maka tidak akan kedapatan shalat bersama.

Dengan kekhusukan kami telah melaksanakan shalat hari raya, tetapi agak kurang konsentrasi dengan khutbah yang disampaikan oleh sang Imam, disebabkan riuk pikuk suara orang yang ingin berpulangan dan orang-orang Mesir yang berdiri ingin meninggalkan tempat mereka, tetapi yang jelasnya hari raya ini memberi makna tersendiri bagiku walaupun baru pulang dari kampung halaman.

Dengan adanya shalat ini marilah kita mempererat persaudaraan yang lebih mantap dan kokoh diantara umat islam, hari raya bukan saja melaksanakan ritual shalat tetapi juga menghayati makna idul adha itu sendiri, sebagaimana islam mengajak umat agar perhatian kepada kaum miskin dengan cara membagi-bagikan daging yang telah di potong kepada mereka, agar mereka merasakan juga nikmatnya hari raya dengan mencicipi daging yang telah dibagi-bagikan.

Rabu, 25 November 2009

Hari Arafah yang Mulia

Hari Arafah adalah hari yang agung dan mulia, hari yang sangat berharga bagi para jema`ah haji, sebab hari ini adalah puncaknya ibadah haji, banyak sekali hadits-hadits yang shahih menceritakan tentang kemuliaan dan kebesaran hari Arafah, bagi umat islam yang tidak menunaikan ibadah haji hari Arafah juga sangat berarti bagi mereka, sebab Allah juga memberikan pahala dan keampunan bagi orang yang pandai memanfaatkannya, diantara ibadah yang disuruh dan diajarkan oleh Baginda Rasulullah saw adalah puasa, sebagaimana yang terdapat didalam haditsnya :

صيام يوم عرفة إني أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده

Artinya : Berpuasa pada hari Arafah Aku berharap Allah mengampunkan dosa yang telah diperbuat pada tahun sebelumnya dan dosa-dosa setahun setelahnya.

Kesempatan ini sangat bagus sekali, tidak semestinya seorang muslim meninggalkan puasa pada hari Arafah.

Bagi jema`ah haji dianjurkan untuk memasuki kawasan Arafah sebelum tergelincirnya matahari, dengan begitu sebaiknya jema`ah haji telah bergerak menuju Arafah ketika matahari menyingsing menampakkan dirinya di pagi hari dengan mengucapkan talbiyah sebanyak-banyaknya, apabila telah sampai di kawasan Arafah hendaklah singgah di Masjid Namirah, kemudian mandi untuk menyambut wukuf di Arafah, manakala mata hari telah tergelincir maka laksanakanlah shalat dan hendaklah memulai wukuf di Arafah, seluruh kawasan Arafah boleh dijadikan tempat wukuf.

Sebaik-baiknya bagi jema`ah haji turut mendengarkan khutbah hari Arafah, tetapi jika tidak memungkinkan maka tidak menjadi masalah, tidak semestinya berwukuf di jabal Rahmah, tetapi cukup berwukuf di kawasan Arafah, jika mampu berwukuf dibawah kaki jabal Arafah lebih baik, sangat dianjurkan bagi jema`ah haji untuk memperbanyak membaca al-Qur`an, do`a-do`a, zikir-zikir, sebab tidak ada kegiatan yang paling baik pada hari ini kecuali dalam keadaan berdo`a, berzikir dan membaca al-Qur`an, dan memohon ampun kepada Allah .

Rasul bersabda :
خير الدعاء دعاء يوم عرفة
Artinya : Sebaik-baik do`a adalah do`a pada hari Arafah.

Rasulullah bersabda :

أعظم الناس ذنبا من وقف بعرفة فظن أن الله تعالى لم يغفر له

Artinya : Sebesar-besar dosa adalah seorang yang berwukuf di Arafah beliau mengira bahwa Allah tidak mengampunkan dosanya.

Diharapkan bagi jema`ah haji tidak membuang kesempatan yang berharga ini dengan perbuatan sia-sia, sibuk dengan mencari minuman dan makanan yang diberi dengan cara gratis, bercerita, dan lain-lainnya.

Jadikanlah wukuf di Arafah sebagai wacana pendidikan diri mengarah kepada Allah yang maha kuasa, dengan menadahkan tangan, diiringi dengan tangisan yang mengeluarkan air mata keinsafan, menyebut asma Allah dan mengharapkan keridhaannya, bersungkur sujud dihadapan sang khalik yang maha agung, dengan gerakan tasbih yang terus berputar tiada henti-hentinya, lidah berzikir dengan tiada bosan dan letih, sajadah panjang terhampar menjadi saksi bisu bahwa dahi yang hina ini telah sujud kepada Ilahi.


Hukum shalat jum`at pada hari raya

   Pusat Fatwa United Emirat Arab mengeluarkan fatwa yang berhubungan dengan pelaksanaan shalat jum`at apabila bersamaan dengan hari raya .

    Shalat jum`at tidak gugur kewajiabannya jika tejadi bersamaan dengan hari raya, adapun hadits yang melonggarkan bagi pelaksana shalat hari raya boleh tidak mengerjakan shalat jum`at adalah khusus bagi orang kampung pedalaman yang merasa sulit untuk menunggu pelaksanaan shalat jum`at, Pusat fatwa juga menerangkan bahwa jamhur ulama ketika menyikapi hadits yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah menekankan tentang tetapnya pelaksanaan shalat jum`at, dan tidak gugurnya kewajiban shalat jum`at disebabkan oleh bersamaan dengan hari raya.


Sabtu, 21 November 2009

Sepak bola pembawa bencana

Sepak bola adalah salah satu olah raga ( sukan ) yang paling diminati oleh orang banyak, peminatnya terdiri dari kalangan remaja sampai orang tua, tidak mengherankan posisi sepak bola dimata masyarakat dunia, merupakan permainan yang paling diunggulkan. di eropah bola merupakan permainan yang sangat penting sekali sehingga melebihi dari segala permainan, di Amerika Latin bola menjadi permainan sehari-hari yang tidak dapat dilupakan, sementara bola juga menduduki posisi tertinggi di negara-negara arab yang berbasiskan islam, dalam kata lain bola adalah kehidupan, melupakan bola berarti melupakan kehidupan, di Mesir sendiri stadion ( stadium ) sepak bola lebih dipilih dan lebih padat pengisinya dibandingkan masjid yang ada di Cairo, sehingga disebabkan bola sebahagian masyarakat terlupa untuk melaksanakan shalat, bahkan sebahagiannya mengqosar dan menjamak shalat gara-gara menonton bola.

Kejadian diatas masih terbilang biasa bagi mereka, tetapi apa jadinya jika bola bukan hanya penyebab tinggalnya shalat tetapi juga penyebab terjadinya sifat anarkis, keberutalan, perkelahian, peperangan, ejek-ejekkan dan sebagainya, seperti yang terjadi di negara- negara eropah, yang sangat menyedihkan bila hal ini terjadi di negara islam yang berdasarkan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim, sebagaimana terjadi perselisihan dan perkelahian antara rakyat Aljazair dan Mesir yang menelan korban dari kedua belah pihak, merugikan negara dan masyarakat, mengapa bola menjadi pemicu kekacauan, sudah saatnya umat tidak terlalu memikirkan permainan bola yang membawa celaka dan kekacauan, tetapi memikirkan umat islam yang tertindas oleh pasukan Israel yang tiada kenal rahmat, mengapa kita berkelahi sesama muslim hanya disebabkan bola yang tidak memberikan manfaat di akhirat, sudah masanya para ulama mengajak umat agar meninggalkan bola dan beralih kepada pekerjaan yang lebih bermanfaat, bola tidak haram, tetapi jika mudhratnya lebih banyak maka sebaiknya ditinggalkan, terkadang sebahagian orang mengatakan bahawa bola dapat memberikan kesehatan tubuh, tetapi sebenarnya masih banyak permainan yang membuat tubuh menjadi sehat selain bola kaki, bila bola sudah menjadi fitnah didalam kehidupan, setiap harinya bermain sepak bola, sampai melupakan segala kewajiban, maka hal ini sangat menyedihkan hati kita.

Sekarang terjadi ketegangan diantara negara Mesir dan Alzajair, di Alzajair mereka membaikot filem-filem, nyanyi-nyanyian yang di terbitkan dari mesir, bahkan warga negara Mesir yang berada di sana ditekan dan diintimidasi sehingga banyak yang berpulangan ke Mesir, demikian juga warga Mesir yang mau berpulangan dari menonton sepak bola di Sudan dihadang dan dilempari batu sehingga sebahagian warga Mesir terluka dibahagian kepala, disebabkan keberingasan warga Alzajair warga negara Mesir memohon kepada pemerintah Mesir agar memutuskan hubungan bilateral dan deplomatik, mereka berunjuk rasa di depan kedutaan Alzajair di Cairo, apakah warga Alzajair memikirkan sebab akibat apa yang mereka lakukan, apakah sudah dipikirkan oleh warga negara Mesir sebab akibat yang mereka perbuat, penyakit jahiliyah mulai terbit dan bersemi kembali di hati sanubari umat islam, membanggakan negara dan kesukuan sehingga terlibat bentrokkan dan perkelahian, suasana ini telah dimanfaatkan oleh israel yang memang menginginkan umat islam berpecah belah.

Mari kita jadikan iktibar atas kejadian kekacauan dan perkelahian yang diakibatkan bola diantara Aljazair dan Mesir sebagai pengajaran bahwa bola sebenarnya dapat juga membawa ikatan persaudaraan menjadi putus, bukan mempererat persaudaraan, semoga sifat kefanatikan
terhadap negara hilang dan kembali kepada fanatik islam yang dianjurkan, menang kalah adalah perkara yang biasa dan lumrah tidak boleh dijadikan alasan untuk perkelahian diantara sesama umat islam, semoga kita lebih mempererat persatuan dan persaudaraan sesama umat islam sehingga tidak mudah dipecah oleh siapa saja termasuk sepak bola.

Selasa, 17 November 2009

Sembelih korban dan hukumnya

Udhhiyyah ( berkorban ) adalah : Apa yang disembelih dari binatang ternak pada hari raya idul adha dan hari tasyriq untuk mendekatkan diri kepada Allah. (1)

yang dimaksud binatang ternak seperti kambing, unta, sapi, kerbau, lembu dan lain-lain, tidak termasuk ayam, bebek, itik, dan angsa sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Syarqawi.(2)

Jumat, 13 November 2009

Ketika hati bertahlil

Hati yang penuh dengan berbagai macam kesibukan tidak dapat merajut kebahagian yang kekal dan abadi, kegelisahan datang silih berganti, ketakutan terus mengusik hati, jiwa yang tidak tentram dan tenang mengalihkan perhatian kepada kedunian yang tidak abadi, hati ingin menjerit, ingin lari dari segala kenyataan yang pahit bak empedu, tetapi terpaksa di makan walaupun dengan susah payah, apakah caranya agar hatiku tentram dan damai, bagaimanakah caranya agar pancaran keimanan hadir didalam lubuk hatiku yang dalam, bagaimanakah aku mampu merajut kebahagiaan yang hakiki, hatiku terus bertanya dan bertanya, jiwaku terus meronta, aku mesti mampu membahagiakan hati, ku coba untuk mencari dan ingin tahu apakah obat hati yang manjur dan mampu mengeluarkanku dari alam kekosongan dan kegelapan.

ketika ku berjalan menghala ke sebuah Zawiyah kecil, dipenuhi oleh orang-orang yang berjubah putih dengan khusuknya mereka menyebutkan lafaz yang tidak asing lagi ku dengar, tetapi kali ini kenapa perasaanku berbeda dari yang sebelumnya, ungkapan tersebut seakan-akan melelehkan hati dan keangkuhanku, menyentuhku dengan begitu lembut, membawaku kealam kedamaian, menenangkan hati yang sedang kalut, apakah ini jawaban yang sudah lama kucari-cari, oh...ternyata begitu nikmatnya berzikir menyebut namaMu Allah, lidahku menjadi lembut untuk mengucapkannya, hatiku bertahlil mensucikannya, jiwaku tentram menyebutkannya, Ya Allah tetapkanlah lidah dan hatiku bertahlil untukMu

Kamis, 12 November 2009

Pengajian Shahih Bukhari


Kepada saudara-saudara sekalian pengajian shahih Bukhari insyaallah akan dimulai pada hari jum`at tarikh 13 November 2009, di sahah Bani Amir Zaqaziq atas bimbingan Maulana Syeikh Muhammad Mahmud Abu Hasyim dekan Fakultas Usuluddin Zaqaziq, pengajian ini telah lama dilaksanakan tetapi ditutup sementara karena kepulangan Ustadz Muhammad Husni Ginting ke Indonesia, diharapkan pengajian ini dapat mencetak kita menjadi muhaddits yang handal .Amien.

Rabu, 11 November 2009

Nasehat untuk jema`ah haji

Waktu perhelatan umat islam sedunia sudah hampir tiba, dari berbagai bangsa dan negara akan hadir ketempat yang sangat suci dan barkah, tanpa melihat unsur kulit, bahasa dan keturunan ikut dalam pelaksanaan ibadah haji yang telah Allah wajibkan bagi orang yang mampu.

Membatasi keturunan menurut Syeikh al-Azhar

Syeikh al-Azhar asy-Syarif menekankan tentang haramnya membatasi keturunan, demikian juga membuatkan pasangan suami istri menjadi mandul, tidak boleh pemerintahan membuat satu undang-undang untuk memaksakan pelaksanaan dalam mengatur keturunan, karena itu tergantung kepada kepribadian sepasang suami istri.


Mengamalkan hadits Shahih

Saudara kita Abu abufazdhil mengatakan : banyak hadits shahih hanya pada teksnya tapi tidak lagi shahih dalam pengamalanya, apalagi dikaitkan dengan perkembangan zaman dan perbedaan tempat
Saya menganggapi ucapan beliau ini dengan penuh pertanyaan? apakah yang di maksud oleh saudara kita tersebut, apakah beliau ingin agar seluruh hadits mesti mengikuti perkembangan zaman sehingga kalau hadits tersebut tidak sesuai dengan perkembangan zaman mesti dibuang, apakah beliau bermaksud agar kita tidak mengamalkan hadits shahih sebagai pegangan umat islam, atau beliau sendiri tidak memahami dari hadits sahih dan syarat mengamalkannya dalam pandangan ulama, mudah-mudahan saudara kita tidak seperti yang saya sangkakan, tetpi perlu saya terangkan mengenai pengamalan hadits sahih dan penerimaannya dalam berhujjah.





Senin, 09 November 2009

Dajjal

Soal ust Fadzil : Apakah hadits yang mengajarkan kita agar untuk berlindung dari fitnah Dajjal ketika tasyahud shahih ?

Jawab : Hadits yang mengajarkan kita agar senantiasa meminta perlindungan Allah dari fitnah Dajjal ketika Tasyahud adalah hadits shahih.

Hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berbunyi :

إذا فرغ أحدكم من التشهد فليتعوذ بالله من أربع : من عذاب جهنم وعذاب القبر. ومن قتنة المحيا والممات، ومن قتنة المسيح الدجال .

Artinya : Apabila kamu selesai tasyahud maka hendaklah memohon perlindungan dari Allah dari empat gangguan : dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta fitnah al Masih Dajjal.

Hadits dengan lafaz seperti ini telah dikeluarkan oleh Muslim, sementara Bukhari mengeluarkannya juga didalam kitabnya tetapi tanpa menyebutkan Tasyahud, dan dikeluarkan juga oleh Nasa`i dengan sedikit tambahan. ( Talkhish al-Khabir : 1/287 ).

Adapun lafaz do`anya telah diterangkan didalam hadits Sayyidah Aisyah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim :

أنه صلى الله عليه وسلم كان يدعو في آخر الصلاة : اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر، وأعوذ بك من فتنة المسيح الدجال، وأعوذ بك من فتنة المحيا والممات ، اللهم إني أعوذ بك من المأثم ةوالمغرم

Artinya : Sesungguhnya Rasulullah SAW berdo`a diakhir Shalatnya : " Ya Allah Aku berlindung dari azab kubur dan fitnah Masih Dajjal, dam aku berlindung dari fitnah kehidupan dan kemantian, dan aku berlindung dari kesalahan dan kerugian. ( H.R Bukhari dan Muslim ).

Soal : apakah hadits mengenai datangnya Dajjal selama empat puluh hari, satu hari pertama laksana satu tahun, satu hari seterusnya laksanakan sebulan, satu hari seterusnya satu jum`at itu shahih ?

Jawab : Hadits yang menceritakan tentang datangnya Dajjal ke seluruh penjuru dunia kecuali Makkah dan Madinah dengan selama empat puluh hari, satu hari pertama seperti satu tahun, satu hari seterusnya seperti rasa sebulan, satu hari seterusnya seperti rasa satu jum`at ( seminggu adalah Shahih

lafaz hadits tersebut :

يسيح قي الأرض أربعين يوما يرد كل ببلدة غير هاتين البلدتين مكة والمدينة حرمهما الله تعالى عليه يوم من أيامه كالستة، ويوم كالشهر ويوم كلجمعة وبقية أيامه كأيامكم هذه

Artinya : Dajjal mengelilingi bumi selama empat puluh hari, datang kesetiap negeri kecuali Makkah dan Madinah, Allah telah mengharamkan masuknya Dajjal kedalam kedua negeri ini, Satu hari dari hari-harinya seperti rasa setahun, dan satu hari berikutnya seperti satu bulan, kemudian satu hari berikutnya laksana satu jum`at ( seminggu ), seterusnya hari-hari yang lain seperti hari-hari biasa kamu.

Hadits ini telah diriwayatkan oleh Tabrani, demikian juga dikeluarkan oleh Ahmad dengan lafaz yang seumpamanya dengan sanad yang Jayyid ( Bagus ).




Minggu, 08 November 2009

Sampai ke Mesir kembali

       Pagi hari yang indah diiringi terik matahari dan tangisan pilu saya dilepas oleh seluruh keluarga yang berada di Besitang tempat lahir dan tumbuh besarnya saya, kali ini kepergian saya tidak seperti sembilan tahun yang dahulu, dahulu kepergian saya diiringi lantunan azan kakek saya Ilyas Ginting ( Tok Ulong ), dan Kakek Abdullah ( tok Dol meninggal dunia tahun 2011), Tok ulong telah pergi menghadap Allah tanpa melihatku kembali balik dari Mesir, semantara Tok Dol seorang fakar Nahwu di kampungku terkapar lesu tidak dapat bergerak kemana-mana sebab sakit tua yang beliau alami.



Senin, 26 Oktober 2009

Mengunjungi Kabupaten Madina

   Pada tanggal 22 oktober 2009 saya melakukan kunjungan ke Kabupaten Madina yang telah lama saya tinggalkan, perjalanan ini sangat melelahkan sekitar dua belas jam dari kota Medan, keadaan yang sangat berubah membuat saya agak kewalahan karena bangunan semangkin bertambah dan kota Penyabungan menjadi besar.



Kamis, 27 Agustus 2009

Ramadhan membentuk akhlak yang mulia

Ramadhan adalah bulan yang suci dimana umat islam diajak melaksanakan ibadah puasa, didalam bulan Ramadhan terdapat beberapa pelajaran yang dapat kita petik diantara pelajaran-pelajaran ini boleh membentuk kepribadian seorang muslim yang berakhlak mulia.

1- Didalam puasa kita diajak untuk bersabar, dengan cara bersabar dari segala yang halal, menahan makanan, minum dan berjimak dengan isteri dari waktu fajar sampai terbenam matahari, kesabaran tersebut jika diterapkan didalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan arti penting dalam mebentuk akhlak yang mulia, sebab sabar adalah kunci dasar keberhasilan.

2 - Berlaku jujur dan benar, didalam puasa kita juga dilatih untuk berlaku jujur dan benar, bila kita lihat dari puasa itu sendiri, seseorang yang berpuasa mungkin saja makan dengan banyaknya pada siang hari tanpa diketahui oleh orang lain, tetapi sifat kejujuran yang terdapat pada diri seseorang tersebut menahannya untuk berbuat demikian walaupun tidak diketahui orang, sifat kejujuran tersebutlah jika diterapkan diluar Ramadhan sangat mempengaruhi jiwa seseorang untuk berjalan kepada kebenaran.

3 - Teguh dalam menepati masa dan waktu, ini sangat berarti sekali didalam pelaksanaan ibadah puasa, seseorang yang berpuasa mencoba agar tidak terlambat dalam bersahur dan tidak terlalu kecepatan untuk berbuka, bahkan beliau akan benar-benar untuk menepati masa yang telah ditentukan, jika hal ini diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari maka kita akan meraih kejayaan dan keberhasilan, sayangnya kita tidak mampu untuk menggunakan waktu sebaik-bainya.

4 - Tidak menzolimi orang lain, dari ibadah puasa juga kita belajar agar tidak menzolimi orang lain, sebab Rasulullah melarang orang yang berpuasa menzolimi orang lain.

5 - meningkatkan ibadah kepada Allah, pada bulan Ramadhan banyak sekali ibadah-ibadah yang dianjurkan untuk melaksanakannya, seperti shalat tarawih, i`tikaf, membaca al-Qur`an dan yang lainnya, jika semangat beribadah ini dibawa kepada bulan yang lainnya niscaya akan sampai kepada derajat takwa.

6 - Suka membantu orang miskin dan orang-orang lemah, dengan adanya zakat fitrah dan sedekah pada bulan ramadhan mengajarkan kepada kita betapa pentingnya membantu orang-orang miskin, memperbanyakkan sedekah pada bulan yang lainya, ini adalah wujud keperdulian kita sesama muslim hamba Allah.


Ini sebahagian pelajaran yang dapat kita ambil dari bulan Ramadhan yang mulia, masih ada lagi pelajaran-pelajaran yang penting dipetik dan diambil dari bulan tersebut.

Jumat, 14 Agustus 2009

Bagaimanakah menyambut bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkatan dan keistimewaan, bagi kita umat islam bulan ini adalah merupakan penjelmaan seseorang kepada muslim yang sejati dan hakiki, begitu penting sekali bulan Ramadhan dari pandangan umat islam, sehingga seluruh umat islam menyambutnya dengan gembira, adakah kegembiraan itu disebabkan banyaknya makanan dan jenis minuman pada bulan tersebut, atau disebabkan aktiviti ibadah yang banyak dan berlipat ganda, dari sinilah seseorang diukur keberhasilannya dalam menerima bulan Ramadhan.

Ketika bulan Ramadhan akan tiba maka seorang muslim mesti menyiapkan mental dan spritual agar dapat melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya, sebab itulah memerlukan kesediaan jiwa dalam menyambut bulan ini, diantara persiapan yang perlu dilaksanakan sebelum datangnya bulan ini adalah:

1 - Dengan memperbanyak puasa pada bulan Sya`ban, sebab berpuasa bulan Sya`ban dapat membantu memudahkan puasa pada bulan Ramadhan, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

عن عائشة رضي الله عنها قالت : ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان، وما رأيته في شهر أكثر منه صياما في شعبان. رواه البخاري ومسلم

Artinya : Dari Sayyidah Aisyah ra beliau berkata : Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan Aku tidak pernah melihat Rasulullah paling banyak berpuasa dalam satu bulan kecuali bulan Sya`ban. H.R Bukhari Muslim.

عن عائشة قالت : كان يصوم شعبان كله وكان يصوم شعبان إلا قليلا . رواه البخاري ومسلم

.Artinya : Baginda Rasulullah SAW terkadang berpuasa pada bulan Sya`ban keseluruhannya, terkadang kebanyakkannya Rasulullah berpuasa pada bulan Sya`ban. H.R Bukhari dan Muslim.

2 - Membiasakan membaca al-Qura`an, sebab dengan adanya kebiasaan dalam membaca al-Qur`an pada bulan Sya`ban dapat mempermudah dan membiasakan membaca al-Qur`an pada bulan Ramadhan, sebab Ramadhan adalah bulan al-Qur`an.

3 - Memperbanyak sedekah sebelum datangnya Ramadhan, agar terbiasa bersedekah pada bulan Ramadhan, sebab pahala sedekah berlipat ganda pada bulan ini.

4 - Memperbanyak amal baik sebelum datangnya bulan Ramadhan, agar terbiasa melaksanakan kebaikkan pada bulan ini.

5 - Mengikuti ceramah agama dan pengajian untuk menghadapi bulan suci Ramadhan , agar mengetahui mana-mana yang fardhu, sunnah, haram dan membatalkan puasa, mempelajari dengan sempurna permasalahan puasa dan amal-amal bulan Ramadhan, dengan begitu mudahlah seorang muslim melaksanakan ibadah.

6 - Memohon maaf kepada seluruh keluarga dan sahabat terlebih-lebih kepada orang tua agar ketika masuk kedalam bulan ini dengan mudah dan bersih, dan ketika Ramadhan berlalu bersihlah jiwa dan diri dari dosa dan noda.

Jika bulan Ramadhan telah tiba, maka cara menyambutnya adalah sebagai berikut :

1 - Berpuasa dari terbit Fajar sampai terbenamnya matahari, dengan meninggalkan makan, minum dan berjimak, selanjutnya seluruh anggota tubuh ikut berpuasa dengan meninggalkan hal-hal yang haram.


Allah berfirman :

ياأيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa.

ِ
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه. رواه البخاري

Artinya : Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan disebabkan keimanan dan mengharap pahala maka diampunkanlah dosa-dosanya yang telah lewat. ( H.R Bukhari )

2- Melaksanakan shalat malam, tahajjud, tarawih dan witir, sebab hal ini sangat didisuruh Rasulullah SAW, sebagaimana sabdanya :

من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه رواه البخاري

Artinya : Barang siapa yang melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan maka diampunkan dosa-dosanya yang telah lewat. H.R Bukhari.

3 - Mencari lailatul Qadar, dan bersungguh-sunguh beribadah pada malam tersebut, sebab malam lailatul Qadar adalah malam yang sanag mulia dan lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah :

إنا أنزلناه في ليلة القدر ( 1) وما أدراك ما ليلة القدر ( 2 ) ليلة القدر خير من ألف شهر ( 3 ).سورة القدر.

Artinya : Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( al-Quran ) pada malam Lailatul Qadar, Tahukah kamu apakah malam lailatul Qadar itu? , Malam Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. ( al-Qadr 1-3 ).



تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الواخر من رمضان

Artinya : Hendaklah kamu mencari malam Lailatu Qadar itu pada malam yang ganjilsepulh terakhir bulan Ramadhan ( H.R. Bukhari ).


4 - Melaksanakan i`tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan
sebab Rasulullah selalu melaksanakan i`tikaf.

عن عائشة رضي الله عنها قالت : أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يعتكف العشر الأواخرمن رمضان حتى توفاه الله، ثم اعتكف أزواجه من بعده . متقق عليه

Artinya : Sesungguhnya Nabi SAw beri`tikaf pada sepuluh akhir bulan Ramadhan sehingga sampai Allah wafatkan beliau, kemudian para isteri-isterinya melaksanakan i`tikaf setelah wafatnya ( Nabi )

5 - Memperbanyak membaca al-Quran dan membuat majlis tadarrus al-Qur`an, sebab al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan, dan Rasulullah bertadarrus al-Qur`an dengan Jibril.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن فلرسول الله صلى الله عليه وسلم أجود بالخير من الريح المرسلة . رواه البخاري

Artinya : Rasulullah SAW seorang yang sangat pemurah, dan pada bulan Ramadhan sangat pemurah sekali ketika berjumpa Jibril, Jibril menjumpainya ( Muhammad ) setiap malam bulan Ramadhan dan mentadaruskan al-Qur`an, niscaya Rasulullah SAW lah orang yang sangat pemurah dengan kebaikkan daripada angin yang bertiup.( H.R Bukhari.)

6 - Memperbanyak berdo`a, karena bulan Ramadhan adlah bulan yang berkat, pintu-pintu langit dan rahmat dibuka.

Sabda Rasulullah :


إذا دخل شهر رمضان فتحت أبواب السماء

Artinya : Apabila masuk bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu langit ( H.R Bukhari dan Muslim)

7 - Membayar zakat fitrah kepada yang berhak, sebab itu adalah sebagai pembersih puasa dari hal yang sia-sia dan kata-kata kotor.

Berkata Abu Sa`id al-Khudri :

فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر طهر الصيام من اللغو والرفث وطعمة للمساكين .

Artinya : Rasulullah telah memfardhukan zakat fitrah agar membersihkan puasa dari hal yang sia-sia, perkataan yang kotor, dan memberi makan orang-orang miskin. H.R Abu Daud.

8 - Memperbanyak sadakah dan berinfak, sebab Rasulullah SAW sangat pemurah terlebih-lebih pada bulan Ramadhan.

Berkata Ibnu Abbas :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن فلرسول الله صلى الله عليه وسلم أجود بالخير من الريح المرسلة . رواه البخاري

Artinya : Rasulullah SAW seorang yang sangat pemurah, dan pada bulan Ramadhan sangat pemurah sekali ketika berjumpa Jibril, Jibril menjumpainya ( Muhammad ) setiap malam bulan Ramadhan dan mentadaruskan al-Qur`an, niscaya Rasulullah SAW lah orang yang sangat pemurah dengan kebaikkan daripada angin yang bertiup.( H.R Bukhari.)

Ini adalah sebahagian persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, semoga kita diberikan Allah kesempatan melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan dan meningkatkan amal soleh. Amin.

Rujukan :

1 - Shahih Bukhari
2 - Shahih Muslim
3 - Sunan Abu Daud
4 - al-azkar Nawawiyah
ِ

Rabu, 12 Agustus 2009

Hukum wanita berziarah kuburan



Pada saat bertebarannya pengikut mazhab Wahabi, mereka menebarkan berbagai permasalahan dan memperbesar khilaf yang sudah ada di kalangan ulama, diantara permasalahan yang mereka kemukakan kepada dunia islam adalah mengharamkan wanita berziarah ke seluruh kuburan tanpa terkecuali, walaupun wanita tersebut berziarah kepada Rasulullah SAW, dalam pandangan mereka perbuatan itu adalah suatu dosa yang besar dan tidak boleh dilaksanakan oleh seorang wanita.

Selasa, 04 Agustus 2009

Hukum mentahnik bayi




Hukum mentahnik bayi

Mentahnik bayi hukumnya sunnah, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada sebahagian bayi-bayi yang di bawa kepada beliau, adapun tujuan tahnik adalah untuk mendapatkan keberkatan dari Allah lewat dari seorang yang mentahnik, sebab itulah seorang ayah atau ibu mesti melihat dan memilih siapakah yang akan mentahnik anaknya.


Senin, 27 Juli 2009

Sayyid Abbas Bin Alawi al-Maliki



Nama lengkap beliau adalah Syeikh Sayyid Abbas Bin Sayyid Alawi Bin Sayyid Abbas Bin Sayyid Abdul Aziz al-Maliki al-Idris al-Hasani al-Makki, beliau dilahirkan pada tahun 1368 Hijriyah di kota Makkah al-Musyarafah, dibesarkan oleh seorang ayah yang alim dan mulia pemimpin ahli bait di kota makkah, pembesar bait alawi yang disegani oleh pemerintah dan orang semuanya, ayah beliau seorang tenaga pengajar di Masjidil Haram dan seorang ulama besar yang di kagumi oleh masyarakat Makkah ketika itu, tidak heran jika sifat-sifat orang tuanya turun kepadanya dan saudara Sayyid Muhammad al-Maliki.