Senin, 07 Desember 2009

Hukum membaca al-Fatihah dalam pembukaan majlis


Soal : Syeikh apakah hukum pembacaan al-Fatihah sebelum membuka majlis, mengingat kami selalu membuka majlis dengan al-Fatihah, dan ada orang mengatakan bahwa itu tidak berdasarkan hukum.


Jawaban : Membuka suatu majlis dengan pembacaan al-Qur`an adalah di sunnahkan, demikian juga membuka majlis dengan pembacaan surah al-Fatihah, karena surah al-Fatihah itu sebahagian dari al-Qur`an, dan al-Qur`an itu adalah zikir yang paling baik sekali, kita dituntun untuk berzikir kepada Allah dalam segala bentuk majlis, dan zikir yang paling baik adalah pembacaan al-Qur`an, sebab Rasulullah bersabda didalam hadits yang sohih yang telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah :

ما اجتمع قوم فتفرقوا عن غير ذكر الله إلا كأنما تفرقوا عن جيفة حمار

Artinya : Tidaklah berkumpul satu golongan, kemudian mereka bercerai berai tanpa berzikir kepada Allah kecuali mereka itu seperti bercerai berai dari bangkai himar ( keledai ).

Hadit ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad didalam Musnadnya, dan Imam Nasa`i didalam `Amalul Lail wa Lailah.

Penjelasan hadits :
Hadits ini mengajak kita agar jangan lalai dari zikir kepada Allah ketika berada di suatu majlis, anjuran berzikir kepada Allah bukan saja ketika selesai solat tetapi juga ketika melaksanakan suatu majlis, diantara zikir yang paling baik sekali dibaca adalah al-Qur`an al-Karim.

Demikian juga apa yang telah diriwayatkan oleh Sayyidah `Aisyah :

كان النبي صلى الله عليه وسلم يذكر الله في شأن كله
Artinya : Bahwa Nabi Muhammad saw berzikir kepda Allah dalam segala keadaan ( H.R Bukhari ).
Sementara surah al-Fatihah adalah surah yang paling agung dari surah-surah yang ada di al-Qur`an sebagaimana hadits yang di riwayatkan oleh Abi Sa`id bin al-Mu`alla didalam sohih Bukhari hadits ke 5006.

Adapun orang yang menganggap bahwa bacaan al-Qur`an didalam majlis tidak pernah dibuat oleh ulama-ulama terdahulu ini berdasarkan tidak banyaknya membaca sejarah ulama-ulama, sebab mereka ( ulama-ulama ) selalu memulai majlis dengan bacaan al-Qur`an, terlebih-lebih majlis pembacaan hadits nabi saw.

Berkata Imam Nawawi didalam kitab at-Taqrib :
ويفتتح مجلسه ويختتمه بتحميد الله والصلاة والسلام على النبي صلى الله عليه وسلم ودعاء يليق بالحال، بعد قراءة قارئ حسن الصوت سيئا من القرآن العظيم

Artinya : Hendaklah dibuka dan ditutup majlis pembacaan hadits itu dengan memuji Allah , dam berdo`a dengan do`a yang sesuai keadaan, bersolawat kepada Rasulullah setelah pembacaan beberapa ayat al-Qu`an oleh Qori` yang memiliki suara yang bagus. ( Taqrib : , Tadribu Rawi bi sarhil Taqrib : 2/ 358 , terbutan Darul Hadits ).

Diriwayatkan oleh Imam Hakim didalam kitab Mustadrak dari Abi Sa`id :

كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا احتمعوا تذاكروا العلم وقرأوا سورة

Artinya : Para sahabat Rasulullah saw apabila mereka berkumpul, mala mereka bermuzkarah ilmu dan membaca surah ( dari al-Quran ).

dari keterangan kami diatas nyatalah bahwa membaca al-fatihah ketika membuka suatu majlis bukan tergolong bid`ah.
ٍ

3 komentar:

niki demokrasi mengatakan...

Lha yg benar2 menyatakan Al Fatihah sbg pembuka majelis itu mana? Kalau baca Qur'an dan Shalawat memang ada dasarnya. Tapi baca surat apa aja oke....coba sekali-kali buka majelis dg Surat Al Ikhlas atau Al Kafirun,,,gak pa pa kan...?

niki demokrasi mengatakan...

Membaca Qur'an untuk membuka majelis memang ada dasarnya, tapi tidak harus Al Fatihah. Banyak surat bisa dipakai sbg pembuka. Jika dibiasakan, Al Fatihah sbg pembuka majelis maka kan jadi sunnah baru.

niki demokrasi mengatakan...

Lha yg benar2 menyatakan Al Fatihah sbg pembuka majelis itu mana? Kalau baca Qur'an dan Shalawat memang ada dasarnya. Tapi baca surat apa aja oke....coba sekali-kali buka majelis dg Surat Al Ikhlas atau Al Kafirun,,,gak pa pa kan...?