Sabtu, 21 November 2009

Sepak bola pembawa bencana

Sepak bola adalah salah satu olah raga ( sukan ) yang paling diminati oleh orang banyak, peminatnya terdiri dari kalangan remaja sampai orang tua, tidak mengherankan posisi sepak bola dimata masyarakat dunia, merupakan permainan yang paling diunggulkan. di eropah bola merupakan permainan yang sangat penting sekali sehingga melebihi dari segala permainan, di Amerika Latin bola menjadi permainan sehari-hari yang tidak dapat dilupakan, sementara bola juga menduduki posisi tertinggi di negara-negara arab yang berbasiskan islam, dalam kata lain bola adalah kehidupan, melupakan bola berarti melupakan kehidupan, di Mesir sendiri stadion ( stadium ) sepak bola lebih dipilih dan lebih padat pengisinya dibandingkan masjid yang ada di Cairo, sehingga disebabkan bola sebahagian masyarakat terlupa untuk melaksanakan shalat, bahkan sebahagiannya mengqosar dan menjamak shalat gara-gara menonton bola.

Kejadian diatas masih terbilang biasa bagi mereka, tetapi apa jadinya jika bola bukan hanya penyebab tinggalnya shalat tetapi juga penyebab terjadinya sifat anarkis, keberutalan, perkelahian, peperangan, ejek-ejekkan dan sebagainya, seperti yang terjadi di negara- negara eropah, yang sangat menyedihkan bila hal ini terjadi di negara islam yang berdasarkan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim, sebagaimana terjadi perselisihan dan perkelahian antara rakyat Aljazair dan Mesir yang menelan korban dari kedua belah pihak, merugikan negara dan masyarakat, mengapa bola menjadi pemicu kekacauan, sudah saatnya umat tidak terlalu memikirkan permainan bola yang membawa celaka dan kekacauan, tetapi memikirkan umat islam yang tertindas oleh pasukan Israel yang tiada kenal rahmat, mengapa kita berkelahi sesama muslim hanya disebabkan bola yang tidak memberikan manfaat di akhirat, sudah masanya para ulama mengajak umat agar meninggalkan bola dan beralih kepada pekerjaan yang lebih bermanfaat, bola tidak haram, tetapi jika mudhratnya lebih banyak maka sebaiknya ditinggalkan, terkadang sebahagian orang mengatakan bahawa bola dapat memberikan kesehatan tubuh, tetapi sebenarnya masih banyak permainan yang membuat tubuh menjadi sehat selain bola kaki, bila bola sudah menjadi fitnah didalam kehidupan, setiap harinya bermain sepak bola, sampai melupakan segala kewajiban, maka hal ini sangat menyedihkan hati kita.

Sekarang terjadi ketegangan diantara negara Mesir dan Alzajair, di Alzajair mereka membaikot filem-filem, nyanyi-nyanyian yang di terbitkan dari mesir, bahkan warga negara Mesir yang berada di sana ditekan dan diintimidasi sehingga banyak yang berpulangan ke Mesir, demikian juga warga Mesir yang mau berpulangan dari menonton sepak bola di Sudan dihadang dan dilempari batu sehingga sebahagian warga Mesir terluka dibahagian kepala, disebabkan keberingasan warga Alzajair warga negara Mesir memohon kepada pemerintah Mesir agar memutuskan hubungan bilateral dan deplomatik, mereka berunjuk rasa di depan kedutaan Alzajair di Cairo, apakah warga Alzajair memikirkan sebab akibat apa yang mereka lakukan, apakah sudah dipikirkan oleh warga negara Mesir sebab akibat yang mereka perbuat, penyakit jahiliyah mulai terbit dan bersemi kembali di hati sanubari umat islam, membanggakan negara dan kesukuan sehingga terlibat bentrokkan dan perkelahian, suasana ini telah dimanfaatkan oleh israel yang memang menginginkan umat islam berpecah belah.

Mari kita jadikan iktibar atas kejadian kekacauan dan perkelahian yang diakibatkan bola diantara Aljazair dan Mesir sebagai pengajaran bahwa bola sebenarnya dapat juga membawa ikatan persaudaraan menjadi putus, bukan mempererat persaudaraan, semoga sifat kefanatikan
terhadap negara hilang dan kembali kepada fanatik islam yang dianjurkan, menang kalah adalah perkara yang biasa dan lumrah tidak boleh dijadikan alasan untuk perkelahian diantara sesama umat islam, semoga kita lebih mempererat persatuan dan persaudaraan sesama umat islam sehingga tidak mudah dipecah oleh siapa saja termasuk sepak bola.

3 komentar:

Ibnu Noor... mengatakan...

salam. ustaz sihat? ustaz berada di mesir ke di indonesia?

Muhammad Husni Ginting mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Muhammad Husni Ginting mengatakan...

waalaikum salam, saya sehat saja, saya sekarang berada di Mesir