Selasa, 13 November 2012

Rihlah ke Negeri Johor

Rihlah ku ke Negeri Johor

Negeri Johor sebenarnya tidak asing lagi bagi penduduk Kerajaan Sultan Langkat pada masa dahulu, karena hubungan baik yang telah terjalin diantara Sultan Langkat dan Sultan Johor, ditambahlah seorang ulama besar Langkat yaitu Syeikh Abdul Wahab Rokan Langkat pernah berkunjung dan menetap di Batu Pahat Johor, banyak rakyat Johor yang mengambil bai`at Tarekat Naqsyabandi dari Syeikh Abdul Wahab, Keramahan dan kebaikkan Sultan Johor ketika sehingga beliau menganuggrahi Syeikh Abdul Wahab seorang istri yang berasal dari Johor.


Kali ini perjalanan saya di mulai dari hari Jum`at tanggal 9 November 2012 M ke Negeri Johor yang terkenal Makmur, memiliki seorang sultan yang berjiwa rakyat, sebenarnya penulis teringin sekali berjumpa dengan Paduka Sultan yang Mulia Sultan Johor, sebagaimana lawatan Syeikh Abdul Wahab yang bertemu langsung dengan paduka yang mulia, agar sejarah mencatat lagi hubungan ulama-ulama Langkat dengan Sultan Johor yang Arif dan Bijaksana tetap berterusan walaupun Kesultanan Langkat hanya tinggal namanya saja, semoga di lain waktu Allah mempermudahkan untuk bertemu dengan Sultan yang Mulia.

Perjalanan yang penulis tempuh sangatlah panjang, Dari Seri Gombak penulis telah di jemput oleh tuan Abdul Wahid dan ustaz Asri, sementara saya di kawani dengan Ustaz Burhanuddin dan Ustaz Hafiz, akhirnya kami pun sampai sebelum shalat Jum`at, kami di sambut oleh Haji Abu yang sangat ramah dan baik hati, seterusnya setelah Shalat Jum`at kami berangkat menziarahi ustaz Nuruddin Al-Banjari, beliau merupakan seorang Ustaz yang paling suka menjamu orang, makanan pun terhidang dengan enaknya, namun karena saya tidak boleh makan daging kambing terpaksa selera saya tahan.

Setelah kami makan siang beserta ustaz Nuruddin maka kami mengarah ke Jabatan Mufti Johor , Penulis di sambut mesra oleh Al-Fadhil Ustaz Hafiz Mansur, ustaz Hafiz membawa saya untuk bertemu langsung dengan Mufti Johor Sohibul Fadhilah Dato` Muhammad Tahrir Bin Dato` Kiayi Shamsuddin, beliau sangat ramah, dalam kesempatan ini saya menyerahkan buku karangan saya " Ghayatur Rusukh Fi Mu`jam Syuyuk", sementara Dato` Mufti memberikan hadiah buku yang berjudul : 40 Tokoh ulama Johor " dan " 100 tahun Masjid Pasir pelangi", setelah pertemuan saya dengan Mufti.
Bersama Mufti Johor

Kemudian kami menziarahi Masjid Sultan Abu Bakar yang berhampiran dengan jabatan Mufti, Masjid ini banyak memiliki sejarah , di belakangnya langsung selat yang membelah Johor dan Singgapura, penulis sempatkan untuk Shalat di masjid ini, setelah itu kami pun beranjak pulang untuk istirahat.
Didepan Menara Masjid Sultan Abu Bakar

Setelah Shalat Maghrib maka kami beranjak ke Surau An-Nur Pndok Ledang Bandar Baru Uda, Suarau ini merupakan tempat pengajian ustaz Ibrahim Bin Sarum Al-Banjari, di sini penulis meriwayatkan Thulathiyat Imam Bukhari, para hadirin sangat atosias, masjid ini penuh dengan para pengaji, baik tua maupun muda, turut hadir pada malam ini Ustaz Ibrahim bin Masran Al-Banjari dan Ustaz Hafiz Mansur.

Jam tepat pukul 11.00 waktu Malaysia, kami pun beranjak ke Singapura untuk memenuhi undangan kawan-kawan di Singapura, rihlah ke Singapura ini akan saya ceritakkan pada tempat yang khusus.

Akhirnya sayapun sampai kembali ke Johor Baru setelah azan Isya` berkomandang, kali ini kami menuju Surau Jauharul Muttaqin, Mutiara Rini , Johor Baru, ternyata para hadirin sudah ramai yang menantikan kehadiran al-Faqir, tanpa membuang waktu al-Faqir pun membuka pengajian kitab " Aqidatul Awam " , pengajian ini selesai pada pukul 12 malam.

Kemudian saya di bawa ke Mersing yang memakan waktu 3 jam dari Johor Baru, perjalanan yang sangat melelahkan sehingga saya menyuruh Ustaz Burhanuddin menggantikan ceramah suduh saya ,karena kami baru sampai ke Mersing pukul 03.50 WM., pada jam 9 pagi saya pun memulakan pengajian kitab SYama`il Muhammadiyyah hingga sampai jam 12.25, kemudian kamipun melaksanakan shalat Zuhur, setelah itu kami bersiap-siap untuk pulang ke Johor Baru lagi, setelah melaksanakan shalat Maghrib kami pun beranjak pulang Kuala Lumpur sehingga akhirnya sampai ke Kuala Lumpur lebih kurang pukul 12.00 Malam.

1 komentar:

Shahrir Kamil mengatakan...

salam,benar kata tuan.dulu kala ramai ulama2 Langkat bermastautin dan mengajar di Johor,antaranya moyang saya Tok Ungku Yusuf Al-Khalidi(salah seorang guru S.Abd Wahab Rokan)di Johor.Tok Ungku ini meninggal dan dimakam bersebelahan dengan Masjid Azizi,Tg.Pura.Jika tuan berkehendakan maklumat tentang ulama tersebut/ulama melayu Langkat boleh berhubung dengan saya - 016 6317931 shahrir Kamil