Jumat, 05 November 2010

Cobaan yang menimpa


Rabu 20-10-1010 Pengajian Rabuan dilaksanakan, terdiri dari kitab Bidayah Wal Hidayah buah karya Imam Ghazali, Aqidah Tohawiyah buah karya Imam al-Hafiz Tohawi, dan Nuzhatun Nazhor Syarah Nukhbatu al-Fikr karangan Imam al-Hafiz Ibnu Hajar al-Asqalani, pengajian ini pada awalnya berjalan dengan lancar dari mulai selesai shalat zohor sampai maghrib, tetapi setelah maghrib perasaan saya berubah, angin yang saya rasa ketika pagi harinya mulai menyerang lagi menusuk dan menikam belakang, tetapi saya berharap sakit itu akan hilang setelah saya lanjutkan pengajian.


setelah shalat maghrib pengajian pun di lanjutkan, tapi sakitnya masih menyucuk urat belikat dan perut saya, saya kira sakitnya ini telah sampai kepada puncaknya, belum tepat jam sembilan malam pengajianpun saya tutup sebab saya tidak dapat bertahan lagi, kemudian saya bergegas menuju toilet, setibanya didalam sayapun mintah-muntah apakah penyebab sakit saya ini saya pun tak tahu, setelah seluruh isi perut terbuang melalui muntah, saya pun keluar toilet meminta agar di urut atau di bekam angin, saudara Surhabil membekam angin saya sehingga memakan waktu yang cukup lama tetapi tidak ada kurangnya, saudara Nabil dari pelajar kedoktoran mencoba untuk mengerok angin dengan tanduk khas, setelah bekam dan kerokkan saya pun merasa ada kurangnya sehingga saya pulang kerumah dan tidur dengan nikmatnya.
Hari senin 25-10-2010 saya dan kawan-kawan berangkat ke Cairo untuk mengadakan zikir dan bacaavn Dala`ilul Khairat di rumah Syeikh Mahmud Sa`id Mamduh, sepulangnya saya dari Cairo saya pun merasa angin telah memasuki tubuh saya sakit sekali terasa, saya mencoba untuk mengurut bahagian yang sakit, namun tidak berkurang dari sakitnya, saya meminta saudara Hisyam mengurut saya, namun angin belum juga keluar, saya coba untuk tidur namuntidak mampu lelap karena sakit yang menyucuk tubuh.

Hari selasa 26-10-1010 angin yang saya derita belum lagi keluar bahkan menjadi banyak dan terus menusuk perut bahagian atas dan bahagian belikat, saya sangat takut sekali, sebab hari ini adalah persiapan seluruh pakaian-pakian yang akan saya bawa ke Cairo untuk menghadiri acara pembacaaan kutubussittah yang di selenggarakan oleh PMRM, seluruh barang bawaan sudah siap semua, tetapi sakit masih terasa, sehingga saya mesti menunggu bekurangnya rasa sakit, jika telah berkurang maka insyaallah saya akan berangkat dengan segera, namun jam sudah menunjukkan pukul 24.00 malam waktu mesir, saya kemudian menyuruh teman-teman agar mereka pergi dahulu dan saya insyaallah akan menyusul pada pagi hari jika sakit telah hilang, merekapun berangkat ke Cairo jam 02.00 pagi, tinggallah saya seorang diri merasa kesakitan yang tidak berkurang sedikitpun.
Hari rabu 27-10-1010 sakit saya semangkin bertambah, untunglah saudara Jalaluddin telah kembali dari Cairo sehingga beliau mengurus dan menolong saya, saya menyuruh beliau untuk memanggil Syamsul Amir agar membawa saya ke rumah sakit untuk memeriksa sakit saya, malam itu Amir dan Sofyan sampai ke rumah saya, dengan tidak membuang waktu kamipun berangkat ke rumah sakit Hamdi Said yang berada di Mau`af Mansurah Zaqaziq, di rumah sakit saya i periksa oleh doktor Ismail, beliau menyimpulkan bahwa saya menderita sakit empedu, kemudian beliau memberi suntikan dan obat yang akan saya makan.
Hari jum`at 29-10-1010 sakit saya belum berkurang sedikitpun sehingga saya dibawa lagi ke rumah sakit, kali ini yang memeriksa saya adalah Doktor Hamdi Said,beliau menyuruh saya agar mengadakan oprasi pembuangan empedu, berita ini saya samapaikan kepada ayah angkat saya Prof.Doktor Muhammad Abu Hasyim Dekan kuliyah Usuluddin Zaqaziq sehingga beliau mengutus seletarisnya untuk menyelesaikan seluruh keperluan, teman-teman sibuk untuk menyelesaikan seluruh keperluan oprasi, sehingga pada akhirnya saya sampai di tembapt pembedahan, satu ham setengah saya di bedah sehingga akhirnya saya keluar dari ruaang pembedahan dengan mata tertutup pendengaran, sehingga pada akhirnya sayapun mulai sadar dari pingsan, di sekeliling saya telah menanti teman-teman yang ikhlas menanti dan berjuang.

3 komentar:

IbnuNafis mengatakan...

SyafakaLlah sheikhna,

Mudah-mudahan dengan kesabaran menempuh ujian dari Allah itu, maka Allah meninggikan darjat dan menambahkan pahala buat syeikhna.

Aminn Ya Robb

أِبنو سلنجوري mengatakan...

Innalillah.. Syafakallah ya Syaikhuna..

فاز على حسن mengatakan...

Moga Allah melapangkan hati dan dada Syeikh...