Minggu, 19 April 2009

Kitab Bidayah Al-Hidayah

Kitab Bidayah Al-Hidayah merupakan salah satu hasil karangan Imam Ghazali Rahimahullah, nama lengkap beliau adalah Abu Hamid Muhammad Bin Muhammad Bin Muhammad Bin Ahmad Al-Ghazali Ath-Thusi, beliau dilahirkan pada tahun 450 Hijriah di sebuah kota yang bernama Thus, bahagian negeri Kharasan, pada masa itu ilmu agama sangat berkembang pesat di Kharasan.

Sejak kecil beliau sudah muali belajar ilmu agama di kota kelahirannya dari seorang ulama yang bernama Ahmad Bin Muhammad Ar-Razakani, kemudian berhijarah ke kota Jurjan dan belajar dengan Syeikh Abu Nashar Al-Isma`ili, kemudian beliau pindah ke Naisaburi dan belajar dengan Imam A-Harmain, beliau mendapat ilmu yang banyak dengan kesungguhan dan kepenatan.

Setelah itu beliau diangkat untuk mengajar di Madrasah Nizhamiyah di kota Baghdad, setelah itu beliau meninggalkan Baghdad dan pindah menuju Syam, di kota Syam beliau beri`tikaf di menara bahagian barat Mesjid Umawy Damsyiq, kemudian berangkat menunaikan haji ke Makkah dan berziarah kepada Nabi Muhammad di Madinah, selanjutnya kembali ke Syam, di negeri Syam beliau banyak menghasilkan karya tulis seperti Ihya Ulumuddin, kemudian beliau kembali ketanah airnya tercinta negeri Thus tempat lahir, bermain, dan membesar, pada tahun 505 beliau menghembuskan nafas kali yang terakhir untuk berjumpa dengan Allah SWT, umat islam sangat berduka cita atas wafatnya serang ulama yang Rabbani.

Kitab Bidayah Al-Hidayah ini dibagi oleh Imam Ghazali kepada tiga bahagian :

1- Bahagian Ta`at kepada Allah
2 - Bahagian pelajaran tentang menjauhkan maksiat
3 - Bahagian adab berteman dan bergaul.

Bahagian ta`at kepada Allah di mulai dengan penjelasan dalam pelaksanaan Fardhu dan Sunnah, fardhu adalah modal perniagaan, sedangkan sunnah adalah keuntungan dalam perniagaan, kemudian beliau menjelaskan adab-adab setelah bangkit dari tidur, adab-adab masuk toilet ( WC ) , adab-adab berwuduk, adab-adab mandi, adab-adab tayamum, adab-adab keluar dari mesjid, adab-adab masuk mesjid, adab-adab setelah waktu terbitnya matahari sampai kepada waktu tergelincirnya matahari, adab-adab persiapan untuk melaksanakan shalat-shalat Fardhu, adab tidur, adab Shalat, adab-adab menjadi Imam dan Makmum, adab shalat jum`at, adab berpuasa.

Bahagian menjauhkan Maksiat, beliau memulainya dengan maksiat anggota yang tujuh :
1 - Mata, jangan melihat yang haram, gambar-gambar yang membawa kepada nafsu syahwat, melihat seorang muslim dengan pandangan yang hina.

2 - Telinga, menjauhkan mendengar dari sesuatu yang haram, bid`ah, mendengar Ghibah ( menceritai orang ) , mendengar ucapam-ucapan yang buruk.

3 - Lidah, menjauhkan dari dusta, menyalahi janji, menceritakan orang, berdebat, membersihkan dan memuliyakn diri sendiri, melaknat, mendo`akan terhadap makhluk Allah dengan do`a yang membinasakan, besenda gurau dan mengejek.

4 - Perut, menjaganya dari memakan yang haram dan Syubhat.

5 - Kemaluan, menghindari dari zina, dan yang diharamkan.

6 - Kedua tangan, menjauhkan dari memperbuat yang haram, memukul seorang muslim, mengambil harta yang haram.

7 - Kaki, menjaganya dari pergi ketempat yang haram, berjalan kepada pembesar dan pemerintahan.

Kemudian Imam Ghazali melanjutkan keterangannya dalam menjauhkan maksiat hati, diantaranya adalah hasad ( dengki ), Riya`, Ujub ( berbangga diri ).

Bahagian adb berteman dan bergaul beliau bahagi kepada lima bahagian :
1 - Adab bersama Allah SWT
2 - Adab menjadi seorang guru
3 - Adab menjadi seorang murid ( pelajar )
4 - Adab terhadap kedua ibu bapak.
5 - Adab kepada selain yang empat diatas

Sementara selain guru, dan kedua orang tua, ada lagi adab-adab yang bersangkut paut dengan manusia lainnya, yaitu :
1 - Adab terhadap teman karib
2- Adab terhadap kenalan
3 - Adab terhadap orang yang tidak dikenal

kemudian Imam Ghazali menyebutkan kriteria teman yang patut di kawani.
1 - Memiliki akal pikiran yang cemerlang
2 - Memiliki Akhlak yang baik
3 - Memiliki keshalihan dalam beribadah
4 - Tidak memiliki sifat rakus terhadap dunia
5 - Bercakap benar dan tidak berdusta

Inilah sebahagian muatan isi kitab Bidayah Al-Hidayah, yang sangat memiliki harga yang tinggi dan bagus, marilah kita memohon kepada Allah SWT agar kiranya kita dapat mengamalkan isi yang terkandung dari kitab ini.

2 komentar:

D'WINMUNTHE mengatakan...

Assalamu 'Alaikum Syeikh H. Muhammad Husni Ginting.

Ana sudah Baca Seluruh Isi Blognya Syeikh, ana serasa tidak ada apa-apa di banding syeikh, betapa bahagianya kalau ana bisa sekolah seperti antum? masih munkin ndak ana sekolah kesana dalam umur seperti ini, dan betapa bahagianya seandainya saja saya bisa seperti antum, bertemu dengan ulama2 besar dab terpandang? beriabdah di tempat diaman para rasul Allah bersujud dan bernunajat kepada Allah. sahabat kalo boleh ana titip doa kepada syekh, doakanlah saya agar bisa minimal berkunjung dan bersekolah kesana minimal ana bisa kembali kepada fitroh islami seperti dulu? syekh, ana lihat banyak teman-teman kita bersam antum kalo boleh tahu siapa aja teman kita yang dulunya sering bersama kuliah disana? terima kasih banyak sudah bersedia membaca dan mungkin menjawab pertanyaan yang tidak berkualitas ini. dari sahabatmu yang berharap ridho Allah.
Alfaqir walhaqir ila rohmatillah :Muhammad Darwin Munthe. dan kapan sahab pulang tolong beritahu ana, meskipun antum di langkat insya Allah ana akan datang kesana.

D'WINMUNTHE mengatakan...

Assalamu 'Alaikum Syeikh H. Muhammad Husni Ginting.

Ana sudah Baca Seluruh Isi Blognya Syeikh, ana serasa tidak ada apa-apa di banding syeikh, betapa bahagianya kalau ana bisa sekolah seperti antum? masih munkin ndak ana sekolah kesana dalam umur seperti ini, dan betapa bahagianya seandainya saja saya bisa seperti antum, bertemu dengan ulama2 besar dan terpandang? beriabadah di tempat diaman para rasul Allah bersujud dan bernunajat kepada Allah. sahabat kalo boleh ana titip doa kepada syekh, doakanlah saya agar bisa minimal berkunjung dan bersekolah kesana minimal ana bisa kembali kepada fitroh islami seperti dulu? syekh, ana lihat banyak teman-teman kita bersama antum kalo boleh tahu siapa aja teman kita yang dulunya sering bersama di purba sedang kuliah disana? bagaiman dengan Muhibbul Tibri? bang salam? zulkifli Aceh? dll.terima kasih banyak sudah bersedia membaca dan mungkin menjawab pertanyaan yang tidak berkualitas ini. dari sahabatmu yang berharap ridho Allah.
Alfaqir walhaqir ila rohmatillah :Muhammad Darwin Munthe. dan kapan sahab pulang tolong beritahu ana, meskipun antum di langkat insya Allah ana akan datang kesana.