Senin, 23 Februari 2009

Bom meledak di Khan Khalil

Pada tanggal 23 Februari 2009 terjadi peledakkan bom yang menewaskan seorang warga Ferancis dan mencedrakan 13 orang yang terdiri dari berbagai negara pendatang ( wisatawan manca negara) , sebuah bom yang meledak di campakkan dari jendela menuju Cafe tempat minum para touris yang terletak di medan Saidina Husein.

Peledakkan ini di lakukan oleh para terosis yang berhaluan keras . Syeikh Al-Azhar Sayyid Tanthawi mengutuk aksi pemboman tersebut dan menyifatkan bahwa pemboman itu dilakukan oleh teroris yang tak beragama.

Sementara itu pemerintah Mesir meningkatkan pengamanan yang ketat setelah aksi pemboman di daerah Saidina Husein, pemerintah Francis mengutuk aksi pengeboman yang menewaskan sebagaian warganya.

Pengajian di Markaz Zaqaziq

Ustaz Muhammad Husni ginting telah hadir dalam acara pengajian daurah kitab Ta`lim Muta`alim di markaz pelajar Malaysia Zaqaziq , atas undangan DPMZ ( Dewan pelajar Malaysia Zaqaziq), acara ini bermula dari Maghrib sampai jam 11 malam , terlihat para pelajar baik Putra maupun Putri , baik dari kalangan Al-Azhar maupun kalangan pelajar kedokteran sangat antosias dan bersemangat mendengarkan pengajian , pengajian ini juga menghasilkan lebih eratnya lagi ukhwah sesama pelajar .


Talqqi Sahah Al-Husofiyah Al-Langkatiyah

Alhamdulillah Program pengajian Sahah Al-Husofiyah Al-Langkatiyah sudah mulai aktif kembali dengan penyusunan kitan-kitab besar dan kecil, disamping itu bertujuan untuk berdakwah dan mempintarkan umat islam dalam segala ilmu, masa yang singkat di Mesir mesti diraih dengan memperbanyak pengajian agama, biar jika pulang ketanah air mampu mengatasi seluruh permasalahaan masyarakat yang ada.


Sabtu, 03 Januari 2009

Pesantren Musthafawiyah

Pesantren Musthafawiyah adalah sebuah lembaga pendidikan yang berada di desa Purba Baru Kabupaten Mandailaing Natal , Propinsi Sumatra Utara , pesantren ini didirikan pada tahun 1912 M oleh Syeikh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al-Mandaily , beliau adalah ulama besar di Sumatra Utara dan di Indonesia , ayah beliau seorang saudagar yang shalih , dari kecilnya beliau sudah belajar agama di kampungnya sendiri tano batu , kemudian berangkat ke tanah suci Makkah melaksanakan rukun islam yang ke lima dan menuntut Ilmu di sana selama dua belas tahun , diantara guru beliau adalah Syeikh Mukhtar Aththorid Al-Boghori , Syeikh Ahmad Khatib Al-Minkabawy dan ulama semasa mereka .

Beliau telah berhasil menamatkan pelajarannya di Madrasah AShalatiyah Al-Hindiyah di Makkah, kemudian diizinkan mengajar di sana , setelah itu beliau kembali ke pangkuan ibu pertiwi setelah menghabiskan masa waktu dua belas tahun di makkah , tidak lama berada di kampung halaman kemudian beliau mendirikan pesantren Musthafawiyah di tano batu tempat kelahirannya , namun pesantren tersebut mesti di pindahkan ke desa Purba Baru setelah tano batu dilanda banjir besar , berdirilah pesantren Musthafawiyah Purba Baru pada tahun 1912 M , pada tahun ini banyak kejadian menarik seperti didirikannya Organisasi Muhammadiyyah oleh K.H Ahmad Dahlan , tenggelamnya kapal Titanic , dan kawinnya Syeikh Ilyas sebagai pendiri Tabligh di india, nama musthafawiyah di ambil dari nama pendirinya , pesantren ini berkembang pesat di daerah mandailing khususnya dan didaerah Indonesia umumnya , pada mulanya Pesantren ini hanya menampung pelajar pria saja , tapi pada tahun lima puluhan Musthafawiyah baru menerima pelajar wanita , ini adalah salah satu gerakkan yang sangat luar biasa untuk mendidikn perempuan bangsa Indonesia .

Pondok Musthafawiyah adalah pondok kelasik yang mempelajari kitab-kitab kuning diantara kitab-kitab yang di pelajari di pesantren ini adalah Hasyiyah Al-Bajuri , Tafsir Jalalain , Hasyiyah Syarqawy Ala At-Tahrir , Bulughul Maram , Syarah Ibnu `Aqil , Kawakib Ad-Duriyyah , Matan Arbain An-Nawawiyah , Hasyiyah Dusuki Ala Ummi Al Barahin dan lain-lain , tak heran jika K.H. Sirajuddin Abbas telah memasukkan nama Syeikh Musthafa Husein di dalam bukunya " Keagungan Mazhab Syafi`i " sebagai penyebar Mazhab Syafi`iyyah di Indonesia .

Adapun `Aqidah yang di terapkan dan di ajar disini adalah `Aqidah Al -Asy`ariyyah melalui kitab-kitabnya Kifayatu `Awam , Hushnul Hamidiyyah, Hasyiyah Dusuki Ala Ummi Al-Barahin dan lain-lain, `Aqidah ini adalah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama`ah sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Hafizh Az-Zabidi didalam kitabnya Ittihaf Sadati Muttaqin , ini juga di pelajari oleh pendiri Pesantren ketika sedang duduk belajar di Madrasah Shalatiyah dan Mesjid Masjidil Haram Makkah.

Sementara fikih yang di pelajari di pesantren ini adalah fikih bermazhabkan Imam Syafi`i sebagaimana kebanyakan penduduk Indonesia bermazhabkanSyafi`iyyah , mazhab Syafi`i adalah sebuah Mazhab yang tak asing lagi di Indonesia dan di Asia Tenggara . Adapun Kitab-kitab Fiqih di pelajari disini seperti Matan Ghayah Wa Taqrib , Hasyiyah Bajuri , Hasyiyah Syarqawi Ala Tahrir dan lain-lain.

Kemudian di pesantren ini juga pendiri Musthafa Husein menebarkan Tarikat Al-Khalwatiyah yang beliau ambil dari Makkah , demikian juga Dalailul Khairat sebagai kitab selawat-selawat kepada Rasulallah SAW .

Para Alumnus ( pelajar yang telah keluar ) Pesantren ini banyak bertebaran di seluruh Indonesia terutama di Sumatra Utara , Aceh , Sumatra Barat , dan Riau , begitu juga sebagaian mereka ada yang melanjutkan ke Universitas Al-Azhar Mesir , Suria , Yordania , India , Pakistan, Sudan , Maroko , Makkah Al Mukarromah , mereka mampu mengikuti perkembangan modren , duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan orang-orang yang bersekolahkan pesantren modren dan sekolah-sekolah Pemerintah walaupun mereka berasal dari pesantren klasik yang menggunakan kain sarung dan peci putih , banyak jabatan-jabatan di Indonesia yang telah di pegang oleh keluaran pesantren ini .

Setelah Syeikh Musthafa Husein meninggal dunia pada tahun1955 M , tampuk kepemimpinan di teruskan oleh anak beliau Syeikh Abdullah Bin Musthafa binHusein Nasution , di bawah kepemimpinan beliau Pondok Musthafawiyah berkembang pesat , ini juga tak jauh dari usaha menantu Syeikh Musthafa Husein Syeikh Abdul Halim Khatib Lubis Al-Mandaili sebagai Ra`is Al-Mu`allimin pesantren tersebut, beliau pernah menimba ilmu di Shalatiyah Makkah dan Masjidil Haram , diantara guru beliau adalah Syeikh Qadhi Hasan Masaath Al-Makki, diantara teman beliau belajar semasa di Makkah adalah Syeikh Yasin Al-Fadani dan Syeikh Zakariya bin Abdullah Bila Batu bara , Muhammad Zainuddin Al-Ampenani , Syeikh Adnan Lubis , beliau memiliki karangan berbahasa melayu , pernah penulis melihat sebagaian karangan beliau yang masih disimpan oleh anak nya di Purba Baru , beliau meninggal dunia pada tahun 1991 M.

Sekarang Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru di pegang oleh cucu Syeikh Musthafa Husein yaitu H Bakri bin Abullah bin Musthafa Bin Husein bin Umar Nasution , para menteri dan pejabat besar selalu hadir ke pesantren ini , membuat pesantren ini menjadi lebih terkenal di masyarakat Indonesia , presiden yang pernah datang ke pesantren Musthafawiyah adalah Megawati Sukarno Putri , pada tahun 2008 jumlah pelajar di Pesantren Musthafawiyah mencapai 8300 orang dengan tenaga pelajar sebanyak 187 orang .

Penulis juga berasal dari Pesantren Musthafawiyah Purba Baru keluaran tahun 2000 M , masih sempat belajar dengan Tuan guru H . Ibrahim Lubis tarutung , H . Mahmuddin Pasaribu , H . Syafi`i bin Hanbali Daulay , H . Ya`qub Fakar Nahu di Pesantren , dll , semoga mereka mendapat pahala dari Allah SWT .

Jumat, 02 Januari 2009

Arti sebuah Demontrasi

Bila kita lihat makna dari Demontrasi adalah menunjukan perasaan diri terhadap orang lain baik untuk mencari perhatian atau tidak menyetujui sesuatu yang berlaku, pada saat ini dunia dilanda oleh gerakan demontrasi yang tak habis-habisnya , baik dalam menuntut keinginan maupun menolak keputusan, demontrasi sudah di kenal lama oleh manusia, sejak dari peradaban Yunani sampai kepada peradaban Romawi, dari Peradaban Jahiliyah sampai kepada peradaban Islam, kita masih ingat pemerintahan Yazid bin Mu`awiyah telah menyuruh Sayyidah Zainab binti Ali meninggalkan kota Madinah dan Makkah, agar jangan Sayyidah Zainab mampu mencari perhatian dengan pidatonya di hadapan orang-orang Makkah dan Madinah atas peristiwa Karbala yang merengut jiwa Sayyidina Husein dan keturunan Rasulallah lainnya, hal ini adalah merupakan Demontrasi Syaidah Zainab dalam meluahkan perasaan atas kekejaman dan kebiadaban Yazid bin Mu`awiyah terhadap keturunan Rasulallah .

Demikian juga kita masih ingat demontrasi yang di gelar oleh para ulama Al-Azhar dan masyarakat untuk menolak dan mengeluarkan penjajahan Perancis dan Inggris dari tanah Mesir, demontrasi tersebut mengeluarkan banyak korban yang berjatuhan, baik dari para ulama maupun masyarakat biasa.

Kita masih ingat bagaimana lengsernya ( jatuhnya ) Presiden Suharto ( Presiden Indonesia ) dari kursi empok kepresidenannya diakibatkan oleh demontarsi mahasiaswan dan rakyat Indonesia secara besar-besaran, demikian juga jatuhnya presiden Pakistan Musarraf diakibatkan demontrasi yang di lancarkan oleh rakyat Pakistan yang tak tahan dengan kezholiman dan kekerasan, walaupun mesti diganti dengan nyawa.

Jatuhnya silih berganti Perdana menteri Tailand di sebabkan demontrasi yang terus menerus berlangsung tanpa kenal lelah karena ketidak puasan rakyat terhadap Perdana Menteri yang terpilih.

Sekarang kita berada pada awal tahun 2009 yang di hiasi dengan agenda-agenda demontrasi yang tak usai karena menuntut dunia memperhatikan nasib rakyat Palestina di Ghaza atas serangan dan pemboman Tentera Israeil yang merenggut nyawa sebanyak 460 orang, para pendemontrasi ingin menyerukan hak-hak yang hilang dari tangan orang-orang yang berada di Ghaza sebagai penduduk dunia yang mesti di lindungi hukum , apa yang terjadi menunjukan harga nyawa dan darah orang-orang Pilestina murah semurah ikan asing di pasaran dalam pandangan Israil dan Amerika, sebahagian negara diam dan tak mau berbuat apa-apa, tetapi sungguh menyedihkan bila kita dengar di Mesir banyak orang-orang yang di tangkap oleh polisi Mesir disebabkan mereka berdemontrasi untuk saudara mereka yang berada di Ghiza.

Yang menjadi pertanyaan apakah demontrasi efektif untuk menahan kebiadaban Tentera Israeil , atau hanya sebuah pergerakan yang melelahkan tidak memiliki hasil yang memusakan, jawabannya sama seperti peristiwa dan kejadian sebelumnya, bahwa dengan adanya demontrasi berarti kita tidak setuju dengan perbuatan Israeil, dengan adanya demontrasi berarti kita ingin memulihan semangat perjuangan untuk membela kebenaran dan menolak kebathilan , dengan adanya demontrasi berarti kita kita sudah berusaha untuk membantu saudara kita di Ghaza , dengan adanya demontrasi mampu membuat Israeil menjadi takut dan memikirkan kembali perbuatan mereka , dan banyak lagi hal yang mampu dibuat dengan adanya demontrasi , semoga demontrasi yang di lancarkan oleh sebahagian penduduk dunia mampu mengatasi kejahatan Israeil dan membuka kembali pintu masuk makanan dan obat-obatan untuk Ghaza tercinta .

Tentera berani mati

Malang-Indonesia. Sebanyak 245 orang sukarelawan jihad dari berbagai Alumus ( keluaran ) pondok pesantren di Indonesia sudah berada di negri Suriah, mereka bertujuan untuk masuk ke Palistina sebagai pasukan Jihad sukarelawan dalam melawan Israil, sebelum nya mereka telah di latih untuk menghadapi bagaimana susahnya medan tempur yang akan di hadapi , mereka merasa terpanggil untuk membantu rakyat Pelistina yang sedang di serbu oleh Israil baik dari udara maupun dari daratan, mereka merasa tak gentar dengan bom yang meledak bila-bila saja di hadapan mereka, atau merenggut nyawa mereka , mati dalam jihad adalah pilihan yang tepat bagi mereka, walaupun bermandikan darah , walaupun peluru menusuk ketubuh yang rapuh, cita-cita yang mulia menjelajah tanah pelistina sebagai jembatan kesurga.

Jika mereka tak di benarkan memasuki Palestina, maka mereka akan masuk denghan cara menyusup diam-diam, inilah daereh yang paling susah dimasuki, sebab Ghaza sebuah kota yang di kelilingi tembok besar penyekat dan penghalang untuk berkomunikasi dengan dunia luar. secarah terulang lagi, benar kata seorang hikmah :' Pelajarilah Sejarah, sebab sejarah akan terulang walaupun bukan pada masa yang sama atau tempat yang sama, mungkin terjadi pada masa yang berbeda dan tempat yang berbeda,agar pandai menghadapinya, siapa yang tak tahu tembok Berlin sebagai pemisah antara Jerman Barat dan Timur runtuh dan hancur berkeping-keping sejalan dengan masa, menjadikan Jerman timur bebas dari cengkraman komunis yang menguasai daerah itu, kezholiman laksana kayu yang di pancang di atas air, lambat laun akan sirna dan menghilang.

Kamis, 01 Januari 2009

Negara mesir yang hebat sebuah ungkapan atau lari dari kenyataan

Mesir kita kenal adalah negeri Fara`nah yang kuat dan wibawa , memiliki postur tubuh yang tinggi dan besar, memiliki kepintaran dan kekuatan yang berbeda dari umat Islam lainnya , hal ini menjadi sebagaian rakyat mesir merasa bangga dengan ketentraannya yang kuat dan perkasa , apalagi sebuah hadits yang selalu mereka sebut-sebutkan sebagai pemicu kekuatan tentra Mesir , mereka mengatakan " Rasul bersabda : " Jikalau kamu menaklukkan Mesir maka Ambillah tentra-tentranya karena tentra-tentra nya sebaik-baik tentra di permukaan bumi " tetapi bila di tinjau dan di perhatikan Hadits ini belum saya dapati baik di Shahih Bukhari, Muslim atau pun kitab-kitab hadits yang lainnya . untuk kejayaan umat Islam kita tak mesti berhajat kepada tentra Mesir , coba kita lihat , jatuhnya kerajaan besar kisra yang berada di Farsi bukan dengan tentra Mesir, Jatuhnya kerajaan Romawi yang besar dan angkuh bukan disebabkan tentra Mesir, jatuhnya kerajaan Beyzantin dan Qishthinthiniyah bukan di tangan tentra Mesir , jatuhnya Andalusia bukan dengan tangan tentra Mesir bahkan di tangan tentra Barbar, walaupun kita mengetahui kemenangan umat Islam di Ain Jalut dapat mengalahkan serangan Mongolia adalah sebab serangan tentra Mesir , Shalahuddin yang dapat mengalahkan pasukan Kristen adalah atas bantuan tentra Mesir, tetapi yang membuat mereka menang bukan kemesiran mereka , akan tetapi kekuatan iman mereka.

tak jauh dari itu kemenagan tentra Mesir dalam peperangan dengan Israil pada tahun tujuh puluhan adalah di sebabkan kekuatan iman mereka, bukan di sebabkan mereka keturunan Fara`nah , tapi bila kita lihat pada sa`at ini ketentraan mereka lemah, iman mereka lebih lemah, sehingga tak mampu untuk unjuk otot dan gigi kepada tentra Israil, sebuah surat kabar di Erofah pada tarikh 1/1/2009 mengatakan : Mesir adalah negara yang lemah sekali sehingga tak mampu membuat satu keputusan yang kuat tentang Ghaza,tentra-tentranya juga sangan lemah sehingga tak mampu untuk menandingi tentra Israeil, tentra Mesir hanya mampu untuk menjaga kepresidenan, menangkap orang berdemonstrasi', ini adalah tanggapan orang-orang barat terhadap Mesir, jelas kelemahan mereka disebabkan iman yang lemah, bila di lihat pada tahun tujuh puluhan , alat-alat senjata Mesir juga tidak secanggih Israil yang mendapat bantuan Amerika,tapi mampu mendapatkan kemenangan di sebabkan iman mereka.

Sungguh sangat mengherankan jika Pemerintah Mesir banyak membeli senjata dan tank-tank, membeli pesawat, jika ini semua tak di gunakan untuk memerangi Israeil untuk apa semua itu?. apakah mesti menunggu senjata-senjata itu berkarat baru mau di letupkan. hal ini memang sudah Rasulallah kabarkan sebelumnya tentang kelemahan kita umat islam, jadi yang menjadi pertanyakan kita benarkah sebagaimana yang di katakan orang Mesir bahwa tentranya kuat? . atau hanya sebuah kata-kata yang tak dapat di buktikan , jika benar coba buktikan.

Serangan Israil yang biadab

Ketika Jalur Ghaza di kepung tidak di benarkan memasukkan bahan makanan dan obat-obatan menjadikan Ghaza sebuah penjara terbesar di dunia , hal ini di sebabkan lemahnya umat Islam dan kenakutan pemerintahan umat islam kepada Israeil dan Amirika , takut jika mereka menjadi Saddam Husein kedua , sungguh ironis ( menyedihkan ) bila kita dengar bahwa pemerintahan Mesir juga membantu dalam pengepungan Jalur Ghaza lewat pintu masuk Rafah yang di kunci penguasa Mesir , dinding-dinding beton yang didirikan oleh Israeil adalah hasil dari bantuan Mesir karena semen nya berasal dari Mesir , gas dan minyak di salurkan ke Israil tapi tak di salurkan kepada Ghaza .

Rabu, 31 Desember 2008

Muharram yang menangis

Bulan ini adalah bulan Muharram yang menjadi awal tahun bagi umat islam , tidak seperti biasanya bulan ini adalah bulan duka bagi umat Islam karena mengingat penderitaan saudaranya di Ghaza Palestiana , Kafir Yahudi telah membor bardir kota ghaza sehingga lebih dari 390 orang tewas dan 2000 orang cedra , kemana kah umat islam dari saudaranya yang sedang di timpa bencana, yang lebih menyedihkan sikap pemerintah Mesir yang tak mau membuka jalur Mesir Palistina karena mendengar kata-kata Israeil. Pada Tahun baru Masehi tahun ini sya meliahat banyak pemuda-pemudi Mesir yang gembira merayakannya , dengan dentuman mercun dan sebahagiannya , tapi pernahkah mereka memikirkan keadaan rakyat Palestin , sangat menyedihkan , demikian juga sikap Saudi Arabiah yang tidak mendukung perjuangan rakyat Palestina , sehingga kerajaan ini tidak mau ikut dalam pertemuan bangsa-bangsa Arab membahas tentang Pelestina .

Tidak tergolong mukmin yang sempurna jika kita tak perhatian dengan saudara kita yang berada di Pelestina , Penulis merasa heran ketika rakya negara Nirwagia berdemonstrasi sehingga ada yang terluka dan ditangkap hanya karena mereka mengutuk serangan Israel terhadap Ghaza , mereka orang Kristen , bagaimana pula kita lihat pemuda-pemuda islam , betapa sedih jika kita lihat kebanyakkan pemuda Mesir tidak memikirkan nasib temannya di Pelistina , semoga rakyat mesir dapat turun kejalan berdemontrasi besar-besaran , jikalau seluruh rakyat Mesir berdemontrasi niscya Presiden Husni Nubarak akan menutup kedutaan Israel yang berada di Kairo , dan tak akan ada hubungan dua negara , juga terhentinya export sement , gas , minyak dan lain-lain .

Tahun baru Islam

Muharram adalah bulan yang Allah muliakan diantara bulan- bulan yang lainnya, bulan ini adalah pembuka bagi tahun baru umat Islam di seluruh dunia , diawali oleh Sayyidina Umar yang memutuskan agar Hijrahnya Nabi Muhammad sebagai awal dari tahun baru Islam , karena hijrahnya Rasul sebagai tanda awal perkembangan agama islam sebagai agama dunia yang di peluk oleh manusia, dari sinilah keputusan Umar di ambil, betapa besarnya pengorbanan Rasulallah sehingga mesti di ingat, mengingati bulan Muharram berarti mengenang kembali perjuangan nya yang penuh dengan keberanian dan pengorbanan , sebab itulah sangat bagus sekali di buat acara peringatan tahun baru islam dengan pengisian agama dan ceramah tentang Hijrahnya Rasulallah , agar generasi muda dapat memetik isi kandungan dari Hijrahnya Rasulallah , menyambut tahun baru Hijriyah bukan dengan mabuk-mabukan dan pekerjaan yang keluar dari syari`at Islam.

Tapi sangat di sayangkan sebagaian umat Islam tidak tahu apa itu Muharram dan Tahun baru Islam , yang mereka tahu tahun baru Masehi , karena terlalu berkiblatkan dengan barat , ketika datang bulan Muharram mereka tidak tahu cara untuk memperingatkan nya , tak mau menghormati bulan Muharram yang di muliakan Allah SWT .

Marilah kita meningkatkan semangat dan ketekunan dalam beribadah , belajar , dan berbuat baik dengan adanya tahun baru ini , dan memperbanyak muhasabah diri sendiri , bukan muhasabah diri orang lain , mudah-mudahan tahun ini keimanan kita meningkat dan menguat . Amin .

Muharram yang berduka

Rabu, 10 Desember 2008

Makna Idul Adha

Idul Adha adalah salah satu hari raya buat umat islam, bagi jema`ah haji mereka pada hari ini sedang melaksanakan lemparan jamrah sebagai kegiatan haji, bagi yang tidak haji merayakan haji dengan melaksanakan Shalat Aidil Adha dengan penuh semangat dan ikhlas, hari ini adalah hari kegembiraan, kesenangan , merenung kembali kisah yang terjadi pada Nabi Ibrahim dan Ismail, pada hari itu Nabi Ibrahim ingin melaksanakan perintah Allah untuk menyembeleh anaknya, tetapi ketika perintah dilaksanakan malah pisau tak memotong sedikitpun Nabi Ismail, Allah menggantikan potongan dengan kibas, dari sini lah gambaran di syariatkan nya memotong haiwan untuk di korbankan sebagai wujud tanda keimanan seseorang kepada Allah, daghing tersebut di berikan kepada Faqir dan Miskin, banyak kaum miskin yang tak pernah mencicipi daging setiap bulannya , tapi dengan datang nya hari raya Idul Adha maka mereka boleh merasakan bagaimana lezatnya daging, daging memiliki zat protein dan zat-zat yang di perlukan oleh badan, bukankah ini menunjukkan besarnya agama Islam, mengajarkan kepada umatnya yang mampung agar selalu tolong- menolong, mengulurkan tangan membantu Fakir Miskin yang memerlukan, membuat hati orang senang, memberi daging kepada Faqir miskin sehingga mereka mereka merasakan makna dari hari Idul Adha, betapakah besarnya perhatian Islam terhadap orang-orang miskin , sehingga mereka selalu mendambakan hari raya Idul Adha.

Minggu, 02 November 2008

pengajaran dari sebuah cobaan

Hidup ini penuh dengan tantangan dan rintangan ,cobaan datang silih berganti, ujian datang dan pergi, ini adalah fanaroma kehidupan di dunia,terlebih lagi seorang pewaris nabi yang akan menjalani roda dakwah dan mengajar umat dari segala yang di perlukan, tak lepas dari segala cobaan dan rintangan, makna nya mau hidup mesti di coba, tidak mau di coba jangan hidup, mau tidak mau mesti seorang pewaris di uji kesabaranya dalam menjalani realita dakwah yang di emban, seorang pernah berkata : Saya mati-matian menuntut ilmu tapi mati-matian juga ingin menyebar ilmu, bila datang kesenangan, sengsara berdatangan. Ini salah satu kenyataan hidup yang mesti di hadapi bukan berarti pesan orang Zaman selalu menjelama di kehidupan kita, sebagai mana mereka kata:

berakit-rakit kita ke hulu
berenang-renang ketepian
bersakit-sakit kita dahulu
bersenang-senang kemudian

tapi ini sebagian saja yang menjelma di kehidupan sebagian lagi malah seperti kata orang :

berakit-rakit kita ke hulu
berenang-renang kemudian
bersakit-sakit dahulu
senang pun tak datang malah mati kemudian

kalau begitu mesti ikhlas dalam menghadapi cobaan, anggap Allah cinta dengan kita, dan akan menggantikan nya di Akhirat sana, jadikan segala cobaan yang datang menjadi pengajaran hidup agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, tak pernah bersedih hati dengan yang hilang, tek pernah merasa gaduh kalau ditinggal, tak pernah bermuram durjana bila di coba, menjalani hidup dengan gembira, sadar dengan tantangan yang tiap-tiap saat akan datang, bersemangat untuk membawa panji dakwah kehadapan umat, mencoba selalu tampil dengan senyum yang menyebarkan rahmat.Semoga kita dapat menjalani kehidupan ini dengan sabar.

Sabtu, 01 November 2008

Langkat

Sejarah

A. Masa Pemerintahan Belanda dan Jepang.
Pada masa Pemerintahan Belanda, Kabupaten Langkat masih berstatus keresidenan dan kesultanan (kerajaan) dengan pimpinan pemerintahan yang disebut Residen dan berkedudukan di Binjai dengan Residennya Morry Agesten. Residen mempunyai wewenang mendampingi Sultan Langkat di bidang orang-orang asing saja sedangkan bagi orang-orang asli (pribumi) berada ditangan pemerintahan kesultanan Langkat. Kesultanan Langkat berturut-turut dijabat oleh :

1. Sultan Haji Musa Almahadamsyah 1865-1892
2. Sultan Tengku Abdul Aziz Abdul Jalik Rakhmatsyah 1893-1927
3. Sultan Mahmud 1927-1945/46

Dibawah pemerintahan Kesultanan dan Assisten Residen struktur pemerintahan disebut LUHAK dan dibawah luhak disebut Kejuruan (Raja kecil) dan Distrik, secara berjenjang disebut Penghulu Balai (Raja kecil Karo) yang berada didesa. Pemerintahan luhak dipimpin secara Pangeran, Pemerintahan Kejuruan dipimpin seorang Datuk, Pemerintahan Distrik dipimpin seorang kepala Distrik, dan untuk jabatan kepala kejuruan/Datuk harus dipegang oleh penduduk asli yang pernah menjadi raja didaerahnya. Pemerintahan Kesultanan di Langkat dibagi atas 3 (tiga) kepala Luhak

1. Luhak Langkat Hulu, yang berkedudukan di Binjai dipimpin oleh T.Pangeran Adil. Wilayah ini terdiri dari 3 Kejuruan dan 2 Distrik yaitu :

1.1 Kejuruan Selesai
1.2 Kejuruan Bahorok
1.3 Kejuruan Sei Bingai
1.4 Distrik Kwala
1.5 Distrik Salapian

2. Tanjung Pura dipimpin oleh Pangeran Tengku Jambak/T.Pangeran Ahmad. Wilayah ini mempunyai 2 kejuruan dan 4 distrik yaitu :

2.1 Kejuruan Stabat
2.2 Kejuruan Bingei
2.3 Distrik Secanggang
2.4 Distrik Padang Tualang
2.5 Distrik Cempa
2.6 Distrik Pantai Cermin

3. Luhak Teluk Haru, berkedudukan di Pangkalan Berandan dipimpin oleh Pangeran Tumenggung (Tengku Djakfar). Wilayah ini terdiri dari satu kejuruan dan dua distrik.

3.1 Kejuruan Besitang meliputi Langkat Tamiang dan Salahaji.
3.2 Distrik Pulau Kampai
3.3 Distrik Sei Lepan

Awal 1942, Kekuasaan pemerintah Kolonial Belanda beralih ke Pemerintahan jepang, namun sistem pemerintahan tidak mengalami perubahan, hanya sebutan Keresidenan berubah menjadi SYU, yang dipimpin oleh Syucokan. Afdeling diganti dengan Bunsyu dipimpin oleh Bunsyuco Kekuasaan Jepang ini berakhir pada saat kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada tanggal 17-08-1945.

B. Masa Kemerdekaan.
Pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, Sumatera dipimpin oleh seorang Gubernur yaitu Mr.T.M.Hasan, sedangkan Kabupaten Langkat tetap dengan status keresidenan dengan asisten residennya atau kepala pemerintahannya dijabat oleh Tengku Amir Hamzah, yang kemudian diganti oleh Adnan Nur Lubis dengan sebutan Bupati.

Pada tahun 1947-1949, terjadi agresi militer Belanda I, dan II, dan Kabupaten Langkat terbagi dua, yaitu Pemerintahan Negara Sumatera Timur (NST) yang berkedudukan di Binjai dengan kepala Pemerintahannya Wan Umaruddin dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedudukan di Pangkalan Berandan, dipimpin oleh Tengku Ubaidulah.

Berdasarkan PP No.7 Tahun 1956 secara administratif Kabupaten Langkat menjadi daerah otonom yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri dengan kepala daerahnya (Bupati) Netap Bukit. Mengingat luas Kabupaten Langkat, maka Kabupaten Langkat dibagi menjadi 3 (tiga) kewedanan yaitu :

1. Kewedanan Langkat Hulu berkedudukan di Binjai
2. Kewedanan Langkat Hilir berkedudukan di Tanjung Pura
3. Kewedanan Teluk Haru berkedudukan di Pangkalan Berandan.

Pada tahun 1963 wilayah kewedanan dihapus sedangkan tugas-tugas administrasi pemerintahan langsung dibawah Bupati serta Assiten Wedana (Camat) sebagai perangkat akhir. Pada tahun 1965-1966 jabatan Bupati Kdh. Tingkat II Langkat dipegang oleh seorang Care Taher (Pak Wongso) dan selanjutnya oleh Sutikno yang pada waktu itu sebagai Dan Dim 0202 Langkat. Dan secara berturut-turut jabatan Bupati Kdh. Tingkat II Langkat dijabat oleh:

1. T. Ismail Aswhin 1967 – 1974
2. HM. Iscad Idris 1974 – 1979
3. R. Mulyadi 1979 – 1984
4. H. Marzuki Erman 1984 – 1989
5. H. Zulfirman Siregar 1989 – 1994
6. Drs. H. Zulkifli Harahap 1994 –1998
7. H.Abdul Wahab Dalimunthe, SH 3-9-1998 s/d 20-2-1999
8. H.Syamsul Arifin, SE 1999-sekarang

Untuk melaksanakan pembangunan yang merata, Kabupaten Langkat dibagi atas 3 wilayah pembangunan.

1. Wilayah Pembangunan I (Langkat Hulu) meliputi

a. Kecamatan Bahorok dengan 19 desa
b. Kecamatan Salapian dengan 22 desa
c. Kecamatan Kuala dengan 16 desa
d. Kecamatan Selesai dengan 13 desa
e. Kecamatan Binjai dengan 7 desa
f. Kecamatan Sei Bingai 15 desa

2. Wilayah Pembangunan II (Langkat Hilir) meliputi

a. Kelurahan
b. Kecamatan Secanggang dengan 14 Desa
c. Kecamatan Hinai dengan 12 desa
d. Kecamatan Padang Tualang dengan 18 desa
e. Kecamatan Tanjung Pura dengan 15 desa dan 1 kelurahan.

3. Wilayah pembangunan III (Teluk Haru) meliputi

a. Kecamatan Gebang dengan 9 desa
b. Kecamatan Brandan Barat dengan 6 desa
c. Kecamatan Sei Lepan dengan 5 desa dan 5 kelurahan
d. Kecamatan Babalan dengan 5 desa dan 3 kelurahan
e. Kecamatan Pangkalan Susu dengan 14 desa 2 kelurahan
f. Kecamatan Besitang dengan 8 desa dan 3 kelurahan

Tiap-tiap wilayah pembangunan dipimpin oleh seorang pembantu Bupati. Disamping itu dalam melaksanakan otonomi daerah Kabupaten Langkat dibantu atas dinas-dinas otonom, Instansi pusat baik Departemen maupun non Departemen yang kesemuannya merupakan pembantu-pembantu Bupati. Dalam melaksanakan kebijaksanaan pemerintahan dan pembangunan.

C. Kondisi Wilayah
1. Geografi Daerah Kabupaten Langkat terletak pada 3014’ dan 4013’ lintang utara, serta 93051’ dan 98045’ Bujur Timur dengan batas-batas sebagai berikut:

- Sebelah Utara berbatas dengan selat Malaka dan Prop. D.I.Aceh
- Sebelah Selatan berbatas dengan Dati II karo.
- Sebelah Timur berbatas dengan Dati II Deli Serdang
- Sebelah Barat berbatas dengan Dati D.I Aceh (Aceh Tengah)

2. Topografi Daerah Tingkat II Langkat dibedkan atas 3 bagian

- Pesisir Pantai dengan ketinggian 0 – 4 m diatas permukaan laut
- Dataran rendah dengan ketinggian 0 – 30 m diatas permukaan laut
- Dataran Tinggi dengan ketinggian 30 – 1200 m diatas permukaan laut

3. Jenis – jenis Tanah

- Sepanjang pantai terdiri dari jenis tanah ALLUVIAL, yang sesuai untuk jenis tanaman pertanian pangan.
- Dataran rendah dengan jenis tanah GLEI HUMUS rendah, Hydromofil kelabu dan plarosal.
- Dataran tinggi jenis tanah podsolid berwarna merah kuning.

4. Aliran Sungai Daerah Kab. Langkat dialiri oleh 26 sungai besar dan kecil, melalui kecamatan dan desa-desa, diantara sungai-sungai tersebut adalah : Sungai Wampu, Sungai Batang Serangan, Sungai Lepan, Sungai Besitang dan lain-lain. Secara umum sungai-sungai tersebut dimanfaatkan untuk pengairan, perhubungan dan lain-lain.

5. Wisata di daerah Kab. Langkat terdapat taman wisata Bukit Lawang sebagai obyek wisata, Taman Bukit Lawang ini terletak dikaki Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dengan udara sejuk oleh hujan trofis, dibukit Lawang ini terdapat lokasi rehabilitasi orang hutan (mawas) yang dikelola oleh WNF Taman Nasional gunung Leuser merupakan asset Nasional terdapat berbagai satwa yang dilindungi seperti: Badak Sumatera, Rusa, Kijang, Burung Kuau, siamiang juga terdapat tidak kurang dari 320 jenis burung, 176 binatang menyusui, 194 binatang melata, 52 jenis ampibi serta 3500 jenis species tumbuh-tumbuhan serta yang paling menarik adalah bunga raflesia yang terbesar di dunia.

6. Industri dan Pertambangan Daerah Kab. Langkat adalah satu-satunya di Sumatera Utara yang mempunyai tambang minyak yang dikelola oleh Pertamina dan berada di kota Pangkalan Berandan yang menghasilkan :

Disamping pertambangan minyak di Kabupaten Langkat juga terdapat Industri Gula yang dikelola oleh PTP IX Kwala madu serta banyak bahan-bahan tambang yang belum dikelola seperti Coal, Tras, Gamping Stone, Pasir Kwarsa.

Profesor Doktor Rif`at Fauzi Abdul Muthalib


Propesor doktor Rif`at Fauzi Abdul Muthalib di lahirkan pada tahun 1940 di propinsi Daqahlia Mesir, telah menghapal Al-Qur`an pada usia dua belas tahun,berhasil lulus sekolah dasar (sekolah renah) pada tahun 1956 di sekolah dasar Al-Azhar,berhasil lulus dari sekolah Tsanawiyah tahun 19 61 N, kemudian melanjutkan pelajarannya ke kuliah Darul Ulum Universitas Cairodan berhasil meraih lisence (BA) pada tahun 1961, dan meraih Master tahun 1968 M, dan jua berhasil meraih Master dari Syariah Islamiyah Darul Ulum pada tahun 1973, pada tahun 1973 berhasil meraih Doktor dalam bahagian Sejarah Islam, dan pada tahun 1976 mendapat gelar doktor dari bahagian Syari`ah Islamiyah Darul Ulum Universitas Cairo, diangkat menjadi dosen ( pensyarah) di KuliahSyariah Islamiyah, pada tahun 1987 berhasil menyadang Profesordari Kuliah Syariah Islamiyah, diangkat menjadi dosen di Universitas Raja Abdul Aziz , Kuliah Tarbiyah di Madinah dari tahun 1979 sampai tahun 1984, kemudian kembali ke kuliah DArul Ulum sampai sekarang, telah banyak hasil karya beliau baik berupa tulisan maupun berbentuk tahqiq kitab, beliau meriwayatkan dari Syeikh Muahammad Hafiz At-Tijani, Syeikh Abdullah Shiddiq Al-Gumari, Syeikh Abdus Subhan Al-Burmawi Al-Makki, diantara yang meriwayatkan dari beliau Syeikh Usamah Said Al-Azhari, Mahmud Siraj Al-Makki, Muhammad Husni Ginting Al-Langkati.