Kamis, 10 Juni 2010

Pengajian Sohih Muslim



Pengajian Sohih Muslim


Alhamdulillah kitab Sohih Bukhari telah berhasil di khatamkan pada hari jum`at tanggal 28 Mei g 2010 masehi, kini pengajian Sohih Muslim pun telah di mulai dari tanggal 4 Juni 2010 masehi, semoga Allah memberi pertolongan agar dapat mengkhatamkan Sohih Muslim, mungkin sebahagian kita ada yang masih belum kenal dengan Imam Muslim pengarang kitab Sohih Muslim dan kedudukan kitabnya disisi ulama islam.


Pengarang Sohih Muslim


Sohih Muslim dikarang oleh al-Hafiz al-Imam Amirul Mukminin Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Warad bin Kusyadz al-Qusyairi an-Naisaburi.


Kelahiran Imam Muslim


Beliau dilahirkan pada tahun 206 hijriyah sebagaimana pendapat yang sohihnya, sebagaimana yang telah di sebutkan al-Imam al-Hakim Abu Abdillah, sementara sebahagian ulama menyebutkan bahwa Imam Muslim dilahirkan pada tahun 204 hijriyah.


Perjalanan menuntut ilmu


Dari usia kecil beliau telah memiliki semangat yang besar untuk belajar agama, ditambah dengan kecerdasan beliau yang mengalahi seluruh teman-temannya, hal ini membuat orang tuanya memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya, orang tua beliau sangat mendukung dalam pendidikan agama, ketika umur Imam Muslim mencecah dua belas tahun beliau memulai untuk mendengar pengajian hadis Rasulullah saw, dengan begitu tahun 218 hijriyah adalah awal permulaan majlis pengajian hadis bagi Imam Muslim.


Kehidupan beliau penuh dengan perjalanan ilmiyah untuk menuntut ilmu di berbagai belahan bumi, dari mulai negeri Naisabur, Hijaz, Iraq, Syam, Mesir dan lainnya, didalam perjalanan beliau banyak bertemu denganpara ulama besar, dinegeri Kharasan beliau berjumpa dengan Yahya bin Yahya, Ishaq bin Rahawih, di negeri Rai beliau berjumpa denganibnu Mahran dan Abu `Anasaan, di Iraq beliau bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal, dan Abdullah bin Maslamah, di Hijaz beliau bertemu dengan Sa`id bin Mansur dan Abu Mush`ab, di Mesir bertemu dengan `Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, masih banyak lagi ulama-ulama besar yang beliau temui didalam perjalanan menuntut hadis Rasulullah s.a.w.


Beliau telah berkunjung ke kota Baghdad berulang kali, pada tahun 259 hijriyah adalah kunjungan yang terakhirnya, dalam kunjungan tersebut beliau banyak mendapati faedah yang berguna, ketika Imam Bukhari berkunjung ke kota Naisaburi, beliau menyempatkan diri untuk terus mengikuti pengajian Imam Bukhari, Imam Muslim sangat menghormati Imam Bukhari dan mengakui kealiman dan kehebatannya, ketika terjadi fitnah diantara Imam Bukhari dan Imam adz-Dzuhli beliau, lebih berpihak kepada Imam Bukhari. Ketika Imam adz-Dzuhli berkata dihadsapan majlis pengajiannya : Siapa saja yang berpendapat dengan pendapatnya Bukhari ( dalam masalah lafaz al-Qur`an ) hendaklah meninggalkan majlis kami, dengan tiba-tiba berdirilah Imam Muslim dan meninggalkan majils adz-Dzuhil, kemudian beliau mengumpulkan seluruh riwayat Imam ad-Dzuhli dan di serah kepadanya, kemudian beliau meninggalkan riwayat Imam adz-Dzuhli dan tidak menyebutkannya di Sohih Muslim dan kitab beliau yang lainnya.


Guru-guru beliau


Imam Muslim memiliki guru yang banyak sekali, diantara guru-guru beliau adalah :

1- Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari.

2- Utsman bin Abi Syaibah.

3- Abu Bakar bin Abi Syaibah.

4- Syaiban bin Farukh.

5- Abu Kamil al-Juri.

6- Zahir bin Harb.

7- `Amr an-Naqid.

8- Muhammad bin al-Mutsanna.

9- Muhammad bin Yasar.

10- Harun bin Sa`id al-Aily.

11- Qutaibah bin Sa`id

12- Dan lain-lain.



Murid-murid imam Muslim.


Imam Muslim memiliki banyak murid, mereka adalah para periwayat hadits dari Imam Muslim, diantara murid-murid beliau adalah :

1- Abu Hatim ar-Razi.

2- Musa bin Harun.

3- Ahmad bin Salamah.

4- Abu Bakar bin Khuzaimah.

5- Yahya bin So`id.

6- Abu `Awanah al-Isfaraini.

7- Abu Isa at-Tirmidzi.

8- Abu `Amr Ahmad bin al-Mubarakal-Mustamili.

9- Abu al-Abbas Muahammad bin Ishaq bin Siraj.

10- Ibrahim bin Muhammad binSufyan al- Faqih.



Buah karya Imam Muslim


Imam Muslim bukan hanya sibuk untuk menyampaikan hadits dihadapan para muridnya, tetapi beliau juga sibuk dengan mengarang kitab, kitab-kitab tersebut bukti dari kemahiran Imam Muslim di dalam ilmu hadits dan yang lainnya, diantara hasil karya beliau adalah :


1 – al-Jami` Sohih.

2 – al-Musnad al-Kabir `Ala Rijal.

3 – Kitab al-Asma` wa al-Kuna.

4 – Kitab al- `Ilal.

5 – Kita al-Aqran.

6 – Kitab Su`alatihi Ahmad bin Hanbal.

7 – kitab Bi Uhubi as-Siba`.

8 – Kitab al-Mukhadhriin.

9 - Kitab Man Laitsa Lahu Illa Rawin Wahid.

10 – Kitab Awlad as-Sohabah.

11 – Kitab Awhami al-Muhadditsin.



Sohih Muslim


Diantara hasil karangan beliau yang terkenal dan termasyhur dikalangan ulama dan masyarakat awam adalah kitab Sohih Muslim, kitab ini menjadi pegangan dan rujukkan umat islam, penulisan kitab ini memakan waktu kurang lebih lima belas tahun lamanya.



Kedudukkan Sohih Muslim


Para ulama bersepakat dalam menentukan kitab yang paling sohih didunia ini adalah hadits-hadits yang sefakat Imam Bukahri dan Imam Muslim mengeluarkannya, tetapi mereka berbeda pendapat dalam menentukan apakah Sohih Bukhari lebih baik atau sohih Muslim, Sementara Imam Abu Ali an-Naisaburi berpendapat bahwa Sohih Muslim lebih utama, ini juga pendapat sebahagian ulama Maghrib ( barat ), tetapi kebanyakan ulama lebih mendahulukan Sohih Bukhari, diantara ulama yang mendahulukan sohih Bukhari adalah Imam Nasa`i dan Imam ad-Daruquthni, pendapat inilah yang yang paling benar, ini dilihat dari syarat-syarat Imam Bukhari lebih ketat dibandingkan syarat Imam Muslim, tetapi jika keutamaan sohih Muslim dilihat dari segi susunan dan cara peletakan hadits, maka para ulama lebih mengungguli susunan sohih Muslim.



Jumlah hadits yang terdapat di sohih Muslim


Adapun jumlah hadits yang terdapat didalam sohih muslim sebagaimana yang di ungkapkan oleh Ahmad bin Salamah sebab beliaulah yang menuliskan Imam Muslim sebanyak dua belas ribu hadits.


Berkata Ahmad bin Salamah : “ Aku telah menulis kitab sohih Muslim beserta Imam Muslim selama lima belas tahun, didalamnya terdapat dua belas ribu hadits “.


Sementara Imam Ibnu Solah menyebutkan dari riwayat al-Hafiz Abu Quraisy bahwa jumlah hadits yang terdapat didalam sohih Muslim sebanyak empat ribu hadits.



Apakah Imam Muslim menuliskan bab didalam kitabnya, dan memasukkan seluruh hadits sohih didalamnya ?


Imam Muslim tidak membuat bab-bab didalam kitab sohihnya, agar setiap yang membaca dapat memikirkan apa tujuan hadits tersebut, adapun penulisan bab-bab sohih Muslim dilakukan oleh para pensyarah sohih Muslim, seperti apa yang telah dilakukan oleh Imam Nawawididalam pensyarahannya.


Imam Muslim juga tidak memasukkan seluruh hadits-hadits sohih didalam kitab sohih Muslim sebagaimana juga kitab sohih Bukhari, dengankata lain masih banyak lagi hadits-hadits sohih yang tidak terdapat didalam sohih Bukhari dan Muslim, hadits yang tidak disebutkan oleh Imam Bukhari dan Muslim didalam kitab sohihnya tidak menunjukan hadits – hadits tersebut dho`if, tetapi jika memiliki seluruh syarat-syarat sohih maka hadits tersebut sohih walapun tidak tertulis didalam sohih Bukhari dan Muslim.



Kitab Syarah Sohih Muslim


Begitu besar perhatian ulama terhadap kitab sohih Muslim sehingga banyak dikalangan ulama yang mensyarahkan kitab sohih Muslim, apalagi para pelajar masyarakat umum sangat memerlukan adanya kitab yang mensyarahkan hadits-hadits yang terdapat di sohih Muslim, diantara syarah sohih Muslim yang terkenal dan berkembang di tangan para ulama dan pelajar adalah :

1- al-Mu`allim Bi Fawa`idi kitab Muslim, karangan Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ali al-Maziri, meninggal dunia pada tahun 536 hijriyah.

2- Ikmalu al-Muslim Bi Syarhi Sohih Muslim, karangan Imam Qadhi `iyadh bin Musa al-Maliki meninggal dunia pada tahun 544 hijriyah.

3- al-Minhaj fi Syarhi Sohih Muslim bin al-Hajjaj, karangan Imam al-Hafiz Abu Zakariya Mahyuddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi asy-Syafi`i meninggal dunia pada tahun 676 hijriyah.

4- al-Mufhim Lima Usykila min Talkhish kitabMuslim, karangan al-Hafiz Ahmad bin Umar bin Ibrahim al-Qurtubi, meninggal dunia pada tahun 656 hijriyah.

5- Hidayatu at-Tolibi al-Mu`dim `Ala Daibajati al-Muslim, Karangan Syeikhuna Muhammad Amin bin Abdullah al-Harari al-Makki asy-Syafi`i, lahir pada tahun 1348 hijriyah.


Rujukkan :

1- Fi Rihabi as-Sunnah al-Kutubussihah as-Sittah halaman :80-97, karangan Syeikh Muhammad Muhammad Abu Syuhbah,terbitan al-Azhar asy-Syarif Silsilah al-Buhuts al-Islamiyyah tahun ke empat puluh kitab yang ke enam 1430H-2009M.

2- 2 - al-Hadits Wal Muhadditsun , halaman : 356, Karangan Syeikh Muhammad Muhammad Abu Zaho, terbitan al-Maktabah at-taufiqiyah, tanpa tahun.



Selasa, 01 Juni 2010

Kebiadaban Israel



Sudah waktunya Israel membuka pengepungan Gaza yang malang, tidak ada alasan apapun yang dapat menahan kemarahan dunia kepada Israel yang biadab, betapa lemahnya masyarakat dunia membiarkan Israel berbuat sesuka hatinya tanpa menghormati undang-undang dunia, kita tidak inginkan sepuluh orang yang telah meninggal dunia akibat serangan tentera Israel di perairan laut dunia yang membawa misi perdamaian mati dalam keadaan sia-sia, bahkan semestinya dengan tregedi ini dunia dapat melihat betapa kejam dan jahatnya Israel bukan hanya kepada orang - orang Palestina tetapi juga kepada warga negara lainnya yang ingin membawa misi damai di dunia, sekitar 32 negara ikut andil besar dalam pelayaran perdamaian menuju Gaza, belum sampai ke tujuan Israel telah menyerang dengan beringas tanpa kenal rahmah.


Senin, 31 Mei 2010

Pengkataman Sohih Bukhari di Sahah Hasyimiyyah

al-Faqir menerima ijazah Shahih Bukhari dari Fadhilah Maulana Syeikh Muhammad Mahmud Hasyim



Maulana Syeikh Muhammad Mahmud Abu Hasyim memberi ijazah kepada peserta yang mengikuti qira`ah shahih Bukhari

Permulaan pengkhataman Shahih Bukhari di Sahah Hasyimiyyah


Para peserta pendengar shahih Bukhari di rumah Maulana Syeikh Muhammad Hasyim

Pengkhataman shahih Bukhari


Pada tanggal 28 Mei 2010 hari jum`at telah dilaksanakan pembacaan terakhir shahih Bukhari di sahah Hasyimiyyah di Bani Amir Zaqaziq, pada hari ini juga dilaksanakan majlis pengkhataman Shahih Bukhari, hadir pada acara ini Syeikh Majid Hamid al-Iraqi, Syeikh Rabi` al-Masri, Syeikh Ahmad Maddah al-Khalwati dan pelajar-pelajar Malaysia yang berasal dari Zaqaziq, Cairo, Tonto, Dimyat, acara ini sangat meriah sekali, bahkan Maulana Syeikh al-Imam Muhammad Mahmud Abu Hasyim mengajak seluruh keluarganya agar menghadiri pengkhataman Shahih Bukhari.


Sahah Hasyimiyah merupakan Sahah yang dipenuhi dengan ilmu dan amal, didirikan oleh kakek Syeikh Muhammad Abu Hasyim, beliau berasal dari negeri Hijaz, hari Jum`at biasanya Syeikh akan mengadakan zikir berjama`ah, kemudian mendengarkan lantunan ayat-ayat al-Qur`an, setelah itu Maulana Imam Syeikh Muhammad Abu Hasyim menerima tamu dari berbagai tempat di ruang khusus Sahah Hasyimiyyah, para tetamu datang ke Sahah dengan berbagai macam tujuan, ada yang meminta pertolongan Maulana Syeikh untuk berobat diberbagai rumah sakit di Mesir, ada yang memohon agar dimudahkan untuk mencari pekerjaan, ada yang memohon agar di mudahkan segala urusan mereka dengan pegawai pemerintahan Mesir, mengingat Syeikh memiliki pengaruh yang besar di Propinsi Syarqiyah, sehingga Gubernur, pejabat tinggi di pemerintahan propinsi Syarqiyah dan petinggi ketentraan hadir menemui Maulana Syeikh Muhammad Abu Hasyim, seperti inilah setiap jum`atnya, tetapi pada tahun 2007 Syeikh Muhammad Husni Ginting meminta keizinan agar di adakannya majlis pembacaan kitab Shahih Bukhari di Sahah al-Hasyimiyyah, permohonan tersebut di kabulkan oleh Maulana Syeikh Muhammad Abu Hasyim, pada tanggal 22 Juni 2007 di mulailah pembacaan kitab Shahih Bukhari sehingga pada akhirnya di Khatamkan pada tanggal 28 Mei 2010.


Kami sangat berterima kasih kepada Maulana Syeikh Muhammad Mahmud Abu Hasyim yang telah meluangkan masanya untuk pembacaan kitab Shahih Bukhari.


Sanad Shahih Bukhari


Berkata Syeikhuna Maulana al-Imam Syeikh Sayyid Muhammad Mahmud Abu Hasyim : Saya meriwayatkan Shahih Bukhari dari al-`Allamah Muhaddits Hijaz Syeikh Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas al-Makki al-Maliki, dari riwayat Syeikh Alawi bin Abbas al- Maliki, dari riwayat Syeikh Umar bin Hamdan al-Mahrasi, dari riwayat Syeikh Muhammad Ali bin Tohir al-Witri, dari riwayat Syeikh Ahmad Minnatullah, dari riwayat Syeikh Muhammad al-Amir al-Kabir, dari riwayat Syeikh Ali as-So`idi, dari riwayat Syeikh Muhammad bin `Aqilah al-Makki, beliau berkata : “ Saya meriwayatkan Shahih Bukhari dengan sanad yang paling tinggi di dunia dari Syeikh Hasan bin Ali al-`ujaimi dari riwayat Syeikh Ahmad bin Muhammad al-`Ajil al-Yamani, dari riwayat al-Imam Yahya bin Makram at-Tibri, dari riwayat kakeknya al-Imam Muhibbuddin Muhammad bin Muhammad at-Tibri, dari riwayat al-Burhan Ibrahim bin Muhammad bin Siddik ad-Damasyqi, dari riwayat Syeikh Abdurrahman bin Abdul Awal al-Farghani, dari riwayat Abu Luqman Yahya bin `Ammar bin Muqbil bin Syahin al-Khatlani, dari riwayat Syeikh Muhammad Yusuf al-Faribri, dari pengarang kitab Jami` Shahih Bukhari Amirul Mukminin fil Hadits al-Imam al-Hafizh al-Hujjah Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari.

Senin, 24 Mei 2010

Musnid Nusantara


Nusantara terdiri dari negara Indonesia, Malaysia, Brunai, Singapore, Thailand, dahulu lebih dikenal dengan Jawah atau Jawi di negeri Hijaz ( Makkah dan Madinah ), namun sekarang nama itu kurang di pakai kecuali untuk orang yang berasal dari pulau jawa saja, sampai-sampai di Jami` al-azhar Mesir terdapat ruak Jawi ( ruang khusus ) bagi pelajar Nusantara yang ingin menuntut ilmu, tetapi tidak berpungsi lagi, hanya berpungsi ruak Abbasiah dan ruak Atrak, ruak-ruak yang lainnya telah mati tidak berguna karena sistem kuliah yang modren, begitu giatnya para pelajar Nusantara belajar menuntut ilmu di negeri Arab, walaupun pada masa dahulu sangat sulit untuk belajar.

Minggu, 23 Mei 2010

Imam Bushairi dan Burdah

Makam Imam al-Bushairi di Iskandariyah


Ketika penulis masih belajar di pondok pesantren Musthafawiyah selalu mengikuti acara Syeikhuna al-Fadhil Ibrahim Zannun, disini saya mendengar lantunan yang indah dari butiaran qasidah yang memuji Rasulullah yang tercinta, kali pertama saya mendengar burdah dilantunkan, sayang di pondok kurang terdengar santri pelajar melantunkannya, kebanyakan mereka hanya tahu qasidah al-Barzanji saja, tapi alhamdulillah saya mendapatkan pelajaran baru bahwa Burdah adalah qasidah yang selalu di lantunkan di Makkah, Madinah dan Mesir, sehingga ada perasaan dan keinginan untuk menziarahi makam sang penyair handal, setelah qasidah ini di nyanyikan oleh buya Syeikh Ibrahim Zannun Lubis, maka terdengar pula lagu qasidah burdah di bawakan oleh Sulis dan Haddad Alwi, menambah kerinduan dan kecintaan saya kepada sa`ir Burdah, terlebih lagi kepada seseorang yang telah di puji oleh Qasidah Burdah, ternyata setelah saya samapi di negeri Mesir keinginan dan impian dahulu tercapai, sering sekali saya berziarah ke makam Imam al-Bushairi, ketika hendak memasuki makamnya maka saya akan melantunkan petikan qasidah Burdah yang terkenal di bumi islam.


Selasa, 04 Mei 2010

Pembacaan Tsulatsiat Bukhari

Syeikh Jamal Faruq, Syeikh Usamah Sayyid, Syeikh Majid al-Iraqi, al-Faqir Muhammad Husni


Pada hari senin 3 mei 2010 telah di adakan majlis pembacaan Tsulatsiayat Bukhari di Dewan rumah Kedah Kairo, majlis ini di hadiri oleh Syeikh Usamah Said seorang musnid muda yang banyak menngumpulkan sanad dan ijazah hadits, kefasihan dan kecerdikan beliau menjadikan ilmu beliau lebih tua dibandingkan umurnya, hadir juga dalam majlis ini Syeikh saya Jamal faruq, Syeikh Majid ak-Iraqi, Syeikh Ahmad Mazhar an-Naqsyabandi, acara ini sangat bagus sekali dilaksanakan mengingat pengajian hadits segan hidup dan segan mati di Mesir, ulama-ulamanya tidak sibuk dengan pembacaan kitab hadits, bahkan mereka lebih suka dengan kitab yang lainnya, bila saya melihat perbedaan diantara negeri Mesir dan Hijaz ( makkah dan Madinah ) sangat jauh sekali ketinggalan Mesir dalam menghidupkan pengajian ilmu Hadits, di Madraah Solatiyah di baca kutubussittah, di rumah Syeikh Ahmad bin Muhammad bin Alawy al-Maliki di baca kutubussittah, dirumah Syeikh Abbas bin Alawy al-Maliki di baca kutubussittah, dirumah Syeikh al-Habib Umar bin Hamid al-Jailani di baca kutubussittah, di rumah Syeikh Yasin Fadani di baca juga sampai sekarang kitab-kitab hadits, di rumah Syeikh Malik ibnu Arabi di baca Muato` Imam Malik, dan selainnya.

al-Hamdulillah penulis juga selalu membaca Tsulatsiyat Bukhari diantaranya adalah bacaan penulis kepada Syeikh Ali bin Husein `Aidid al-Yamani ketika di Makkah, bacaan penulis kepada Syeikh Abu Bakar Badzib al-Yamani di kota Jeddah, di Makkah dan Madinah Tsulatsiyat Bukhari selalu dibaca.

Pengertian Tsulatsiyat

Tsulatsiyat adalah hadir yang diriwayatkan oleh seorang pengarang kitab yang diantaranya dan diantara Rasulullah didalam mata rantai sanad atau perawi terdapat tiga orang saja dari setiap generasi seorang periwayat, Tsulatsiyat adalah bentuk bahagian sanad yang tinggi dan berhampiran dengan Rasulullah, karena semangkin sedikit jumlah perawi kepada rasulullah semangkin sedikit kritikkanterhadap pribadi dan hapalan para perawi, semangkin sedikit jumlah perawi semangkin dekat dengan Nabi Muhammad.

Imam al-Baiquni berkata :

وكل ما قلت رجاله علا # وضده ذاك الذي قد نزلا


Artinya :Dan Setiap mata rantai sanad yang sedikit jumlah perawinya disebut dengan sanad `Aali ( tinggi ) # Sementara lawannya yang demikian disebut juga dengan sanad Nazil ( turun ).

berkata Imam Ahmad :

طلب سند العالي مستحب عندنا

Artinya : Mencari sanad yang tinggi hukumnya sunnah menurut kami ( ahli hadits ).

Dari alasan inilah para ulama hadits sibuk mencari sanad yang tinggi dengan cara berjalan menuju kota-kota islam di dunia, diantara guru-guru penulis yang memiliki sanad yang tinggi adalah :

1 - Syeikh Ali Hasan Ahmad ad-Dari, beliau meriwayatkan dari Syeikh Sayyid Abbas bin Abdul Azizi al-Maliki ( kakek Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki ), dan meriwayatkan juga dari Syeikh Ali Husein al-Maliki dan lain-lain.

2 - Syeikh Ahmad Damanhuri al-Bantani meriwayatkan dari Syeikh Umar Hamdan al-Mahrisi, Sayyid Alawi al-Maliki dan lain-lain.

3 - Syeikh Husein Abdurrahim Falimbani meriwayatkan dari Syeikh Umar Hamdan al-Mahrisi, Sayyid Alawi al-Maliki, Ali Husein al-Maliki dan lain-lain.

4 - Syeikh Muhammad Sa`id Badran al-Qauqzi meriwayatkan dari Syeikh Abu Nasr Muhammad al-Qauqzi.

5- Syeikh Ali bin Husein Aidid meriwayatkan dri Syeikh Muhammad Hadi as-Saqaf.

ini sebahagian sanad yang tinggi dari Syeikh penulis.

Berikut sanad yang tinggi dari sebahagian para muhaddits :

1 - Imam Bukhari hanya terdapat didalam kitabnya 22 hadits Tsulatsiyat.
2 - Imam Muslim tidak terdapat didalam kitabnya Tsulatsiyat tetapi terdapat didalam kitabnya Ruba`iyat.
3 - Imam Ahmad terdapat didalam musnadnya lebih dari 300 Tsulatsiyat.
4 - Imam Nasa`i hanya terdapat didalam kitabnya Ruba`iyat .
5 - Imam Tirmidzi terdapat didalam sunannya hanya satu Tsulatsiyat saja.
6 - Imam Ibnu Majah terdapat pada sunannya tsulatsiyat.

Semoga kita memiliki perhatian untuk mengaji kitab-kitab hadits.

Syeikh Abdurrahim al-Qina`i

Makam Syeikh Abdurrahin al-Qina`i, al-Faqir Muhammad Husni Ginting beserta Syeikh Imad al-Azhari


Nama lengkap beliau adalah Syeikh al-Qutub Abdurrahim bin Hajjun bin Muhammad bin Ja`farbin Ismail bin Ja`farbin Muhammad bin al-Husein bin Ali bin Muhammad bin Ja`far ash-Shadiq ( Cucu Sayyidina Husein Bin Ali Bin Abi Talib )

Beliau di lahirkan di Targha sebuah desa yang terletak di bahagian Sabtah, di kampung ini beliau tumbuh membesar dan beranjak dewasa, dari kecilnya beliau sangat suka dengan ilmu agama,berbeda dengan anak-anak lainnya, seorang anak yang baik dan soleh.

Minggu, 02 Mei 2010

Berziarah ke rumah Doktor Muhammad Rajab Bayumi

Doktor Muhammad Rajab Bayumi


al-Hamdulillah kali ini pertualangan kami melacak seorang ulama sastrawan yang ulung dan handal, memiliki sya`ir - sya`ir pujangga yang indah, beliau adalah Doktor Rajab Bayumi, sebenarnya nama Doktor ini tidak asing lagi di telinga saya, tetapi tidak pernah bertemu dan bersua, setiap bulannya membeli majalah al-Azhar, saya melihat makalah tulisan Doktor Rajab di halaman pertama, makalah-makalah beliau banyak dimuat di majalah al-Azhar, tetapisayang seorang ulama besar seperti beliau tidak ada yang ambil perhatian dengannya, banyak yang tidak kenal dengan beliau, betapa sayangnya jika kita tidak dapat mengambil manfaat dari beliau.

Beliau dilahirkan pada tahun1923 M, di Propinsi Daqahlia Mesir, masa kecilnya telah dihabiskan dengan belajar ilmu agama sehingga masa remaja, beliau menduduki bangku sekolah di madrsah al-Azhar dari mulai sekolah dasar ( sekolah rendah ) sampai jenjang aliyah, kemudian beliau melanjutkan studynya ke kuliah Bahasa Arab, di kuliah ini seolah-olah semua bakatnya yang terpendam timbul dan berkembang, kemampuannya dalam menguasai bahasa arab, sya`ir, dan sastra dapat menyaingi kawan-kawannya, sebab itulah beliau mampu meraih gelar Dotor dengan Predikat Istimewa tingkat pertama, kemudian beliau diangkat menjadi tenaga pendidik di kuliah Bahasa arab, setelah itu diangkat pula menjadi Dekan kuliah Bahasa arab.

Hidupnya penuh dengan berbagai macam kegiatan, berapa banyak penghargaan al-Azhar dan pemerintah Mesir yang beliau sandang, berapa banyak negara yang telah beliau kunjungi, kehebatannya didalam sastra bahasa arab tidak dapat diragukan sebab itulah makalah yang beliau tulis selalu terdapat di majalah al-Azhar.

beliau pernah berguru dengan Syeikh Zahid al-Kautsari, dan beliau juga sempat membaca sebahagian kitab kepadanya, diantara teman-teman beliau adalah Syeikh Abdul Fatah Abu Ghuddah.

Diantara pesanan beliau adalah membaca dan meneliti keindahan Qasidah Burdah karangan Imam al-Bushairi.