Kamis, 27 Agustus 2009

Ramadhan membentuk akhlak yang mulia

Ramadhan adalah bulan yang suci dimana umat islam diajak melaksanakan ibadah puasa, didalam bulan Ramadhan terdapat beberapa pelajaran yang dapat kita petik diantara pelajaran-pelajaran ini boleh membentuk kepribadian seorang muslim yang berakhlak mulia.

1- Didalam puasa kita diajak untuk bersabar, dengan cara bersabar dari segala yang halal, menahan makanan, minum dan berjimak dengan isteri dari waktu fajar sampai terbenam matahari, kesabaran tersebut jika diterapkan didalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan arti penting dalam mebentuk akhlak yang mulia, sebab sabar adalah kunci dasar keberhasilan.

2 - Berlaku jujur dan benar, didalam puasa kita juga dilatih untuk berlaku jujur dan benar, bila kita lihat dari puasa itu sendiri, seseorang yang berpuasa mungkin saja makan dengan banyaknya pada siang hari tanpa diketahui oleh orang lain, tetapi sifat kejujuran yang terdapat pada diri seseorang tersebut menahannya untuk berbuat demikian walaupun tidak diketahui orang, sifat kejujuran tersebutlah jika diterapkan diluar Ramadhan sangat mempengaruhi jiwa seseorang untuk berjalan kepada kebenaran.

3 - Teguh dalam menepati masa dan waktu, ini sangat berarti sekali didalam pelaksanaan ibadah puasa, seseorang yang berpuasa mencoba agar tidak terlambat dalam bersahur dan tidak terlalu kecepatan untuk berbuka, bahkan beliau akan benar-benar untuk menepati masa yang telah ditentukan, jika hal ini diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari maka kita akan meraih kejayaan dan keberhasilan, sayangnya kita tidak mampu untuk menggunakan waktu sebaik-bainya.

4 - Tidak menzolimi orang lain, dari ibadah puasa juga kita belajar agar tidak menzolimi orang lain, sebab Rasulullah melarang orang yang berpuasa menzolimi orang lain.

5 - meningkatkan ibadah kepada Allah, pada bulan Ramadhan banyak sekali ibadah-ibadah yang dianjurkan untuk melaksanakannya, seperti shalat tarawih, i`tikaf, membaca al-Qur`an dan yang lainnya, jika semangat beribadah ini dibawa kepada bulan yang lainnya niscaya akan sampai kepada derajat takwa.

6 - Suka membantu orang miskin dan orang-orang lemah, dengan adanya zakat fitrah dan sedekah pada bulan ramadhan mengajarkan kepada kita betapa pentingnya membantu orang-orang miskin, memperbanyakkan sedekah pada bulan yang lainya, ini adalah wujud keperdulian kita sesama muslim hamba Allah.


Ini sebahagian pelajaran yang dapat kita ambil dari bulan Ramadhan yang mulia, masih ada lagi pelajaran-pelajaran yang penting dipetik dan diambil dari bulan tersebut.

Jumat, 14 Agustus 2009

Bagaimanakah menyambut bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkatan dan keistimewaan, bagi kita umat islam bulan ini adalah merupakan penjelmaan seseorang kepada muslim yang sejati dan hakiki, begitu penting sekali bulan Ramadhan dari pandangan umat islam, sehingga seluruh umat islam menyambutnya dengan gembira, adakah kegembiraan itu disebabkan banyaknya makanan dan jenis minuman pada bulan tersebut, atau disebabkan aktiviti ibadah yang banyak dan berlipat ganda, dari sinilah seseorang diukur keberhasilannya dalam menerima bulan Ramadhan.

Ketika bulan Ramadhan akan tiba maka seorang muslim mesti menyiapkan mental dan spritual agar dapat melaksanakan ibadah dengan sebaik-baiknya, sebab itulah memerlukan kesediaan jiwa dalam menyambut bulan ini, diantara persiapan yang perlu dilaksanakan sebelum datangnya bulan ini adalah:

1 - Dengan memperbanyak puasa pada bulan Sya`ban, sebab berpuasa bulan Sya`ban dapat membantu memudahkan puasa pada bulan Ramadhan, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.

عن عائشة رضي الله عنها قالت : ما رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم استكمل صيام شهر قط إلا رمضان، وما رأيته في شهر أكثر منه صياما في شعبان. رواه البخاري ومسلم

Artinya : Dari Sayyidah Aisyah ra beliau berkata : Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan Aku tidak pernah melihat Rasulullah paling banyak berpuasa dalam satu bulan kecuali bulan Sya`ban. H.R Bukhari Muslim.

عن عائشة قالت : كان يصوم شعبان كله وكان يصوم شعبان إلا قليلا . رواه البخاري ومسلم

.Artinya : Baginda Rasulullah SAW terkadang berpuasa pada bulan Sya`ban keseluruhannya, terkadang kebanyakkannya Rasulullah berpuasa pada bulan Sya`ban. H.R Bukhari dan Muslim.

2 - Membiasakan membaca al-Qura`an, sebab dengan adanya kebiasaan dalam membaca al-Qur`an pada bulan Sya`ban dapat mempermudah dan membiasakan membaca al-Qur`an pada bulan Ramadhan, sebab Ramadhan adalah bulan al-Qur`an.

3 - Memperbanyak sedekah sebelum datangnya Ramadhan, agar terbiasa bersedekah pada bulan Ramadhan, sebab pahala sedekah berlipat ganda pada bulan ini.

4 - Memperbanyak amal baik sebelum datangnya bulan Ramadhan, agar terbiasa melaksanakan kebaikkan pada bulan ini.

5 - Mengikuti ceramah agama dan pengajian untuk menghadapi bulan suci Ramadhan , agar mengetahui mana-mana yang fardhu, sunnah, haram dan membatalkan puasa, mempelajari dengan sempurna permasalahan puasa dan amal-amal bulan Ramadhan, dengan begitu mudahlah seorang muslim melaksanakan ibadah.

6 - Memohon maaf kepada seluruh keluarga dan sahabat terlebih-lebih kepada orang tua agar ketika masuk kedalam bulan ini dengan mudah dan bersih, dan ketika Ramadhan berlalu bersihlah jiwa dan diri dari dosa dan noda.

Jika bulan Ramadhan telah tiba, maka cara menyambutnya adalah sebagai berikut :

1 - Berpuasa dari terbit Fajar sampai terbenamnya matahari, dengan meninggalkan makan, minum dan berjimak, selanjutnya seluruh anggota tubuh ikut berpuasa dengan meninggalkan hal-hal yang haram.


Allah berfirman :

ياأيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertakwa.

ِ
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه. رواه البخاري

Artinya : Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan disebabkan keimanan dan mengharap pahala maka diampunkanlah dosa-dosanya yang telah lewat. ( H.R Bukhari )

2- Melaksanakan shalat malam, tahajjud, tarawih dan witir, sebab hal ini sangat didisuruh Rasulullah SAW, sebagaimana sabdanya :

من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه رواه البخاري

Artinya : Barang siapa yang melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan maka diampunkan dosa-dosanya yang telah lewat. H.R Bukhari.

3 - Mencari lailatul Qadar, dan bersungguh-sunguh beribadah pada malam tersebut, sebab malam lailatul Qadar adalah malam yang sanag mulia dan lebih baik dari seribu bulan, sebagaimana firman Allah :

إنا أنزلناه في ليلة القدر ( 1) وما أدراك ما ليلة القدر ( 2 ) ليلة القدر خير من ألف شهر ( 3 ).سورة القدر.

Artinya : Sesungguhnya Kami telah menurunkannya ( al-Quran ) pada malam Lailatul Qadar, Tahukah kamu apakah malam lailatul Qadar itu? , Malam Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. ( al-Qadr 1-3 ).



تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الواخر من رمضان

Artinya : Hendaklah kamu mencari malam Lailatu Qadar itu pada malam yang ganjilsepulh terakhir bulan Ramadhan ( H.R. Bukhari ).


4 - Melaksanakan i`tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan
sebab Rasulullah selalu melaksanakan i`tikaf.

عن عائشة رضي الله عنها قالت : أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يعتكف العشر الأواخرمن رمضان حتى توفاه الله، ثم اعتكف أزواجه من بعده . متقق عليه

Artinya : Sesungguhnya Nabi SAw beri`tikaf pada sepuluh akhir bulan Ramadhan sehingga sampai Allah wafatkan beliau, kemudian para isteri-isterinya melaksanakan i`tikaf setelah wafatnya ( Nabi )

5 - Memperbanyak membaca al-Quran dan membuat majlis tadarrus al-Qur`an, sebab al-Quran diturunkan pada bulan Ramadhan, dan Rasulullah bertadarrus al-Qur`an dengan Jibril.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن فلرسول الله صلى الله عليه وسلم أجود بالخير من الريح المرسلة . رواه البخاري

Artinya : Rasulullah SAW seorang yang sangat pemurah, dan pada bulan Ramadhan sangat pemurah sekali ketika berjumpa Jibril, Jibril menjumpainya ( Muhammad ) setiap malam bulan Ramadhan dan mentadaruskan al-Qur`an, niscaya Rasulullah SAW lah orang yang sangat pemurah dengan kebaikkan daripada angin yang bertiup.( H.R Bukhari.)

6 - Memperbanyak berdo`a, karena bulan Ramadhan adlah bulan yang berkat, pintu-pintu langit dan rahmat dibuka.

Sabda Rasulullah :


إذا دخل شهر رمضان فتحت أبواب السماء

Artinya : Apabila masuk bulan Ramadhan maka dibukalah pintu-pintu langit ( H.R Bukhari dan Muslim)

7 - Membayar zakat fitrah kepada yang berhak, sebab itu adalah sebagai pembersih puasa dari hal yang sia-sia dan kata-kata kotor.

Berkata Abu Sa`id al-Khudri :

فرض رسول الله صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر طهر الصيام من اللغو والرفث وطعمة للمساكين .

Artinya : Rasulullah telah memfardhukan zakat fitrah agar membersihkan puasa dari hal yang sia-sia, perkataan yang kotor, dan memberi makan orang-orang miskin. H.R Abu Daud.

8 - Memperbanyak sadakah dan berinfak, sebab Rasulullah SAW sangat pemurah terlebih-lebih pada bulan Ramadhan.

Berkata Ibnu Abbas :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيدارسه القرآن فلرسول الله صلى الله عليه وسلم أجود بالخير من الريح المرسلة . رواه البخاري

Artinya : Rasulullah SAW seorang yang sangat pemurah, dan pada bulan Ramadhan sangat pemurah sekali ketika berjumpa Jibril, Jibril menjumpainya ( Muhammad ) setiap malam bulan Ramadhan dan mentadaruskan al-Qur`an, niscaya Rasulullah SAW lah orang yang sangat pemurah dengan kebaikkan daripada angin yang bertiup.( H.R Bukhari.)

Ini adalah sebahagian persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, semoga kita diberikan Allah kesempatan melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan dan meningkatkan amal soleh. Amin.

Rujukan :

1 - Shahih Bukhari
2 - Shahih Muslim
3 - Sunan Abu Daud
4 - al-azkar Nawawiyah
ِ

Rabu, 12 Agustus 2009

Hukum wanita berziarah kuburan



Pada saat bertebarannya pengikut mazhab Wahabi, mereka menebarkan berbagai permasalahan dan memperbesar khilaf yang sudah ada di kalangan ulama, diantara permasalahan yang mereka kemukakan kepada dunia islam adalah mengharamkan wanita berziarah ke seluruh kuburan tanpa terkecuali, walaupun wanita tersebut berziarah kepada Rasulullah SAW, dalam pandangan mereka perbuatan itu adalah suatu dosa yang besar dan tidak boleh dilaksanakan oleh seorang wanita.

Selasa, 04 Agustus 2009

Hukum mentahnik bayi




Hukum mentahnik bayi

Mentahnik bayi hukumnya sunnah, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada sebahagian bayi-bayi yang di bawa kepada beliau, adapun tujuan tahnik adalah untuk mendapatkan keberkatan dari Allah lewat dari seorang yang mentahnik, sebab itulah seorang ayah atau ibu mesti melihat dan memilih siapakah yang akan mentahnik anaknya.


Senin, 27 Juli 2009

Sayyid Abbas Bin Alawi al-Maliki



Nama lengkap beliau adalah Syeikh Sayyid Abbas Bin Sayyid Alawi Bin Sayyid Abbas Bin Sayyid Abdul Aziz al-Maliki al-Idris al-Hasani al-Makki, beliau dilahirkan pada tahun 1368 Hijriyah di kota Makkah al-Musyarafah, dibesarkan oleh seorang ayah yang alim dan mulia pemimpin ahli bait di kota makkah, pembesar bait alawi yang disegani oleh pemerintah dan orang semuanya, ayah beliau seorang tenaga pengajar di Masjidil Haram dan seorang ulama besar yang di kagumi oleh masyarakat Makkah ketika itu, tidak heran jika sifat-sifat orang tuanya turun kepadanya dan saudara Sayyid Muhammad al-Maliki.


Berkunjung ke Jabal Uhud


n


Diantara tempat bersejarah yang kami lewati adalah Jabal Uhud yang terkenal dengan sejarah peperangan Rasulullah dalam menyerang kafir Quraiys yang datang dari Makkah, Jabal ini memiliki keistimewaan tersendiri dihati Rasulullah sebagai saksi bisu yang pernah melihat secara langsung bagaimana dahsyatnya peperangan tersebut, darah umat islam menetes tumpah di pasir yang gersang, gemercik darah menebar dilembah Uhud yang mulia, menerima syuhadanya yang gugur sebagai pejuang yang tidak kenal dengan putus asa, tubuh-tubuh yang bermandikan darah terbujur kaku di medan peperangan, hati Rasul yang sedih dan duka bila melihat sang paman meninggal dalam keadaan yang sangat mengganaskan, perutnya dibelah, hatinya dikeluarkan dan di kunyah oleh Hindun, akibat dari dendam kesumatnya yang tidak memiliki perasaan insani, tangisan itu menunjukkan betapa cintanya Rasul terhadap pamannya Hamzah, bumi Uhud yang gersang sangat bergembira dan berbangga menerima Syuhada yang di kuburkan di perutnya.

Syeikh Muhammad Sa`aduddin al-Haddad



Nama lengkap beliau Syeikh Sayyid Muhammad Sa`aduddin Bin Muhammad Basyir al-Haddad Asy-Syafi`i an-Naqsyabandi al-Halabi, beliau dilahirkan di Halab Suriyah pada tahun 1941 Masehi, hidup dikalangan beragama, di didik oleh orangtuanya yang alim dan bijaksana, garis keturunan beliau masih ada kaitannya dengan Rasulullah, orang tua beliau seorang ulama yang masyhur dan ahli dalam bidang qira`at, murid dari Syeikh Badaruddin al-Hasani ( Seorang Muhaddits ternama di Suriyah dan Syam ( Suriyah, Jordania, Lubnan, Palestina ).

Beliau mengambil tarikat naqsyabandi dari ayahandanya yang alim, sehingga beliau tumbuh besar menjadi seorang ulama yang alim dan rabbani, lidahnya yang selalu menyebut Allah SWT, gaya hidup yang mengikuti sunnah Rasulullah, beliau giat sekali berdakwa kepada umat mengajak mereka agar mendekatkan diri kepada Allah dan beribadah kepadanya, selalu mengamalkan amar ma`ruf dan nahi mungkar.

Beliau meriwayatkan hadits dari bapaknya Syeikh Muhammad Basyir al-Haddad, Syeikh Sayyid Muhammad Bin `Alawy Bin Abbas Bin Abdul Aziz al-Maliki al-Makki, dan Syeikh Habibur Rahman al-A`zhami al-Hindi.

Beliau telah memberikan ijazah kepada penulis pada bulan Rajab tahun 1430 Hijriyah di Mesjid Nabawi Madinah Munawwarah.

Minggu, 26 Juli 2009

Syeikh Muhammad Hani Kahil





Nama lengkap beliau adalah Syeikh Muhammad Sa`id Bin Hani al-Kahil al-Himshi, an-Naqsyabandi, beliau dilahirkan pada bulan Rabi`ul awal pada tahun 1353 Hijriyah di daerah kawasan Himsh Suriah, beliau di didik oleh orang tuanya dengan pengajian agama dan disekolahkan kepada madrasah agama agar menjadi seorang ulama yang beriman dan mengamalkan ilmunya, setelah belajar ilmu agama di kampung halamannya beliau memulai perjalanannya dalam menuntut ilmu di negeri Mesir yang terkenal ketika itu dengan ulamanya dan Muhadditsnya, yaitu al-Hafizh Syeikh Sayyid Ahmad Bin Muhammad Shiddiq al-Ghumari yang mengajar hadits di Masjid Sayyidina Husein, beliau telah mengkhatamkan kitab Nukhbatul Fikri kepada al-Hafiz Ahmad al-Ghumari, dan beliau juga pergi haji beserta Syeikh Ahmad al-Ghumari.

Diantara guru-guru beliau adalah al-Hafizh Syeikh Ahmad Bin Muhammad Shiddiq al-Ghumari, Syeikh Ahmad Ka`kah al-Himshi, Syeikh Alawi Bin Abbas al-Maliki, Syeikh Muhammad al-Arabi at-tabbani, Syeikh Hasan Muhammad Masyath, Syeikh Abdullah Sirajuddin dasn yang lainnya.

Penulis telah mendengarkan dari beliau Hadits Musalsal al-Awaliyah, Musalsal al-Mahabbah, Musalsal Musfahah, kemudin beliau memberikan ijazah kepada penulis pada tanggal 4 Rajab tahun 1430 Hijriyah.

Syeikh Muhammad Humaidah




Nama lengkap beliau adalah Syeikh Muhammad Bin Humaidah Bin Muhammad Bin Humaidah al-Madan i al-Maliki, lahir pada tahun 1347 Hijriyah, dibesarkan dipangkuan orang tua yang ta`at beribadah kepada Allah, beliau belajar agam dari para ulama-ulama yang berada di Madinah, diantaranya Syeikh Umar Hamdan al-Mahrisi yang banyak menuangkan perhatian kepada beliau, sebab beliau adalah anak tiri Syeikh Umar Hamdan Mahrisi.

Sehari-hari beliau banyak disibukkan dengan mengajak umat kepada kebaikan dan mengama
lkan sunnah Rasulullah, tidak heran jika beliau selalu memberi wasiat ketika diantara azan dan iqamat pada waktu shalat Maghrib dan Isya di masjid Nabawi, serta memberikan tasbih dan buku do`a-do`a kepada jema`ah yang hadir.

Beliau meriwayatkan hadits dari Muhaditsul Haramain Syeikh Umar Bin Hamdan al-Mahrisi at-Tunisi al-Maliki al-Madani dan Syeikh Muhammad Yasin Bin Muhammad Isa al-Fadani al-Indonesi al-Makki asy-Syafi`i.

Penulis mendapatkan ijazah dari beliau pada Bulan Rajab tahun 1428 Hijriah, beliau memberi ijazah khusus dan umum kepada penulis, serta memunawalahkan kitab Ittihaf al-Ikhwan Fi Tsabati Syeikh Umar Hamdan, hasil kumpulan dari muridnya Syeikh Muhammada Yasin al-Fadani didalam Masjid Nabawi, dan mendapat ijazah kembali pada bulan Rajab tahun 1430 Hijriah di daerah pintu Abu Bakar Masjid Nabawi.

Syeikh Abdur Rahman al-Juhani menghadap Allah SWT

beliau adalah Syeikh Abdur Rahman Abu al-Madhai al-Juhani al-Rabighi asy-Syafi`i, dari semenjak kecilnya sangat senang belajar ilmu agama, beliau belajar fiqih Syafi`i, dan fara`idh sehingga sangat terkenal dengan keahlian beliau dalam ilmu fara`idh, sempat menimba ilmu dengan Syeikh Sayyid Alawi Bin Sayyid Abbas Bin Abdul Aziz al-Maliki al-Makki dan mendapat ijazah dari beliau, demikian juga Syeikh Abdur Rahman mengaji dengan Syeikh Muhammad Yasin Bin Muhammad Isa al-Fadani al-Indonesi, al-Makki juga mendapatkan ijazahfari beliau, kerajian beliau dalam belajar ilmu fara`idh membuat beliau menjadi seortang fakar dalam bidang ini.

Jumat, 24 Juli 2009

Berziarah kemasjid Quba






Diantara masjid yang bersejarah dan memiliki keistimewaan dalam mengunjunginya adalah masjid Quba`, di pagi yang cerah dan indah jema`ah kami bergerak menuju masjid Quba yang telah disebut oleh Rasulullah kelebihannya, setelah kami sampai di halaman masjid Quba, dengan segera kami memasuki masjid dan shalat dua raka`at didalamnya, kemudian penulis melaksanakan shalat Dhuha dan berdo`a agar Allah memberikan kesempatan kepada penulis agar dapat kembali berziarah ke kota Rasul dan Quba`.

Masjid Quba` ini adalah salah satu masjid yang pertama sekali didirikan didalam sejarah islam, ketika itu Rasul singgah di Quba, tanpa membuang waktu beliau mendirikan masjid Quba beserta para sahabat yang ada, dan beliau melaksanakan shalat dimasjid ini sehingga masjid ini mendapatkan keistimewaan yang besar dari pandangan Rasulullah, sebab itulah beliau selalu mengunjungi masjid ini setiap hari sabtu dan shalat didalamnya, hal ini diperkuat oleh hadits yang di riwayatkan oleh Bukhari :
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يأتي مسجد قباء كل سبت راكبا وماشيا، وكان عبد الله يفعله "
ِArtinya : Bahwa Rasulullah SAW mengunjungi masjid Quba` setiap hari sabtu dengan menunggang kendaraan dan berjalan, dan juga dilakukan oleh Abdullah Bin Umar. ( H.R Bukhari ).

Dalam riwayat yang lainnya :
فيصلى فيه ركعتين

Artinya : Beliau ( Nabi ) melaksanakan shalat dua raka`at didalam masjid Quba` ( Bukhari Muslim).

Adapun keutamaan mengunjungi dan shalat di masjid Quba telah diungkapkan Rasul kepada umatnya didalam haditsnya :
الصلاة في مسجد قباء كعمرة
ِArtinya : Shalat di masjid Quba` pahalanya seperti pahala Umrah.( H.R Tirmidzi ).

Rasul bersabda :
من تطهر في بيته ثم أتى مسجد قباء فصلى فيه صلاة كان له كأجر عمرة ".
ِArtinya : Barangsiapa bersuci dirumahnya kemudian mendatangi masjid Quba dan shalat didalamnya, maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala Umrah. ( H.R . Ibnu Majah, Ahmad, al-Hakim.

Hadits-hadits yang telah kami ungkapkan adalah bukti dari keagungan dan keistimewaan Masjid Quba, sehingga disarankan bagi para penziarah Rasulullah tidak melewatkan dan menyia-nyiakan kesempatan dan keistimewaan tersebut.

Stasion kereta api Ambar

, se
Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa dikota Madinah pada zaman dahulunya memiliki stasion kereta api yang di beri nama Stasion Ambar , karena Stasion ini terletak di daerah Ambariyah Madinah, kereta api dahulu digunakan untuk mengangkut jema`ah haji yang berasal dari Turki dan Syiria, pada masa itu kereta api berjalan dari Astana ibu kota pemerintahan islam di Turki sampai ke kota Madinah Munawwarah, banyak jema`ah haji yang menggunakan jasa kereta api karena dianggap mudah dan aman di perjalanan, namun Stasion ini sudah hanya tinggal kenangan saja, stasion ini berubah menjadi sebuah musium yang kurang terawat, menjadi saksi sejarah betapa megahnya kota Madinah yang memiliki Stasion mancanegara, sekarang kedudukan stasion ini telah digantikan dengan angkutan yang lainnya, seperti pesawat terbang dan Bus yang mengankut jema`ah haji yang berdatangan untuk menziarahi Rasulullah dan mesjidnya.

Angkutan kereta api adalah angkutan yang sangat murah dan aman, sebab banyak sekali kecelakaan yang terjadi di tengan perjalanan dengan menggunakan bus-bus yang berlaju kencang, semoga angkutan ini berjalan semula seperti dahulunya sehingga memudahkan jema`ah haji yang ingin menziarahi Rasulullah.

Berziarah ke para ulama


Hari ini terasa sangat panas sekali, kota Madinah dimasa musim panas tentu sangat panas, mencabar keimanan kita, sebab itulah ketika kita berjalan menuju rumah Syeikh Malik Sanusi memerlukan istirahat agar dapat melanjutkan perjalanan, ini adalah satu perjuangan untuk menemui seorang ulama besar di Madinatul Munawwarah.

Daerah yang kami lalui ini adalah daerah Ambar, Masjid ini didirikan pada zaman Utsmaniyah Turkiyah, bentuk masjid ini pun seperti kebanyakkan bentuk masjid-masjid di Turki, rihlah mencari ulama dan riwayat mereka adalah salah satu sunnah ulama-ulama terdahulu, belajar bukan hanya dari buku saja, tetapi mendatangi ulama dan belajar dari mereka.

Umrah meningkatkan keimanan dan mengujungi para ulama Hijaz

Pada tanggal 21 Juni 2009 Penulis beserta kawan-kawan berangkat dari Zaqaziq ke Kairo, Pada pukul 11.00 pm kami berangkat dari Tahrir Kairo ke Safaga dengan mengendarai Bus, kami semua terdiri dari sembilan belas orang, pada pukul 07.30 pm pagi, tanggal 22 juni 2009 kami telah sampai di Pelabuhan Sapaga, pada pukul 16.00 petang kapal pun bergerak dari pelabuhan dermaga menujuju pelabuhan Yanbu` Saudi Arabiyah, pada pukul 16.oo petang waktu Saudi, tanggal 23 Juni 2009 kami telah sampai ke pelabuhan Yanbu`, pada pukul 23.00, bus kami pun meluncur cepat ke kota Madinah al-Munawwarah, akhirnya pada pukul 02.00 pagi kami sampai di kota Madinah, setelah menaikkan beg dan barang-barang ke hotel, kami menuju Mesjid Nabi SAW untuk melaksanakan Shalat Subuh, setelah pelaksanakan Shalat Subuh kami memulai berziarah kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW besrta sahabatnya Abu bakar dan Umar , dari mesjid Nabawi kami menuju Baqi` untuk menziarahi makam para sahabat Rasul,makam yang pertama sekali kami ziarahi adalah makam Sayyidah Fatimah anak Rasul, makam Sayyidina Abbas paman Rasul, Sayyina Hasan cucu rasul, Sayyidina Ali Zainal Abidin Bin Husein cicit Rasul, kemudian berziarah kemakam anak perempuan rasul, Sayyidah Ruqayyah, Sayyidah Zainab, Sayyidah Umu Kaltsum, kemudian makam para isteri Rasul : Sayyidah Aisyah, Sayyidah Zainab, Saidah Hafshah, Sayyidah Ummu Kaltsum dan yang lainnya, kemudian ke Makam anak Rasul Ibrahim, kemudian kami menuju makam Imam Malik dan Imam Nafi`i, setelah membaca do`a kami pun menuju makam Syuhada` al-harra dan makam Sayyidina Utsman Bin Affan dan lainnya.

Adapun Syeikh-Syeikh yang kami telah jumpai di Madinah atau mendapatkan ijazahnya :

1 - Syeikh Sayyid Malik Bin Arabi As-Sanusi.
2 - Syeikh Sayyid Nafi`i Bin Arabi As-Sanusi.
3 - Ratu Libiya Syaikhah Fathimah As-Sanusi.
4 - Syeikh Abdul Manan al-Pakistani.
5 - Syeikh Muhammad Mathrahji.
6 - Syeikh Mahmud Afandi At-Turki al-Hanafi An Naqsyabandi
7 - Syeikh Muhammad Sa`ad Bin Muhammad Basyir Al-Haddad
8 - Syeikh Muhammad Hani Kahil Al-Himshi
9 - Syeikh Muhammad Humaidah Al-Madani.

Adapun Ulama yang kami jumpai Di Makkah dan mendapatkan ijazahnya adalah:

1 - Sayyid Abbas Bin Sayyid `Alawi al-Maliki
2 - Sayyid Ahmad Bin Sayyid Muhammad Bin `Alawi al-Maliki
3 - Sayyid Ayyub Bin Abkar al-Ahdal
4 - Syeikh Muhammad amin Bin Abdullah al-Harari al-Makki
5 - Syeikh Abdur Rahim jahuri al-Banjari
6 - Syeikh Abdul Hamid Sanuhah al-Lubnani al-Makki
7 - Syeikh Majd Makki al-Halabi
8 - Syeikh Saiful Rahman Al-Hanafi tenaga pengajar madrasah Ash-Shalatiyah
9 - Syeikh Majid Muhammad Salim Rahmatullah al-Hindi

Selasa, 16 Juni 2009

Kenapa kita tidak kenal ulama

ne
Ulama adalah pewaris nabi yang menjalankan amanat dakwah untuk disampaikan kepada umat islam, ulama juga sebagai pembawa umat kepada jalan kebenaran yang diridha`i oleh Allah SWT, ulama juga sebagai cahaya untuk umat yang sedang kegelapan, betapa pentingnya hubungan baik dengan ulama, agar tercipta lingkungan yang ta`at beribadah dan berjalan kepada hidayah Allah, hubungan antara ulama dan umat sudah terikat dari masa kemasa, sebab ulamalah sebagai sumber aspirasi dan kebenaran, betapa dekatnya umat kepada ulama pada zaman dahulu, begitu hormatnya umat kepada ulama sehingga umat lebih hormat kepada ulama daripada pemerintah dan kerajaan, peran ulama begitu jelas ditengah umat, sehingga umat menjadikannya panutan dalam segi kehidupan, dahulu para ulama dihormati melebihi raja dan pangeran, tangan mereka dicium, kata-kata mereka didengar, ajakan mereka diikuti, larangan mereka dita`ati, harga diri mereka di jaga, segala permasalahan diselesaikan dihadapan ulama.

Zaman sekarang sangat berbeda dengan zaman dahulu, segala ajakan ulama tidak lagi dihiraukan, kata-kata mereka tidak lagi di dengar, larangan mereka selalu dilanggar, bahkan mereka selalu di hina dan dimaki, sebaliknya umat sekarang lebih tertarik untuk berkejar-kejaran mencari barokah dari seorang artis, jika seorang arti datang kesebuah kota masyarakat berduyun-duyun dan berkejaran untuk memegang tangan artis tersebut, bahkan menurut mereka artis lebih banyak barakahnya dibandingkan para ulama, sebab itulah mereka berebutan untuk mendapatkan tanda tangan sang artis yang dipuja, siapa yang mendapatkan tanda tangan dan slaman sang artis maka mereka telah tertimpa rezeki dan barikah yang banyak, sebaliknya jika ulama yang datang, penyambutan kurang hangat dan menggembirakan, jika seorang bintang Filim meninggal dunia seluruh televisi akan menyiarkan kejadian tersebut, seluruh surat kabar akan membahas kemantian sang bintang, halam muka menghiasi wajah sang bintang yang telah kaku ak bernyawa, sebaliknya jika seorang ulama meninggal dunia tiada satu siaran televisi pun yang menyiarkan tentang kewafatannya, tiada satu surat kabar pun yang menceritakan berita duka, jika seorang bintang meninggal dunia banyak masyarakat merasa sedih dan kehilangan, tapi jika ulama yang meninggal tiada seorang pun yang ambil tahu dan turut bersedih hati, sekarang umat lebih banyak menghapal dan mengetahui nama-nama bintang Filim, penyanyi, pemain bola dan yang lainnya, tetapi mereka tidak pernah tahu dengan nama-nama ulama dan biografi mereka, jika ditanya apakah kamu kenal dengan Imam Bukhari, maka mereka menjawab, saya tidak tahu, itu bukan bidang saya, tapi jika ditanya kenalkah dengan dengan Leonardo, atau Jetli, atau Irwansyah, atau Mawi, atau Amru Diyab, maka mereka akan segera menjawab dengan pengetahuan mereka terhadap bintang-bintang tersebut.

Kejauhan umat dari ulama sangat membahayakan bagi agama islam, sebab orang-orang kafir menginginkan agar umat jauh dari ajaran agama dengan cara menjauhkan umat dari ulama, dengan cara begitu maka umat akan merasa gersang dari siraman iman sehingga mudah untuk dirangsang kepada kejahatan dan kemurtadan.

Selanjutnya ulama bukan seorang Paderi atau Pendeta yang hanya berdiam di gereja mereka, tetapi ulama adalah sosok panutan didalam seluruh kehidupan, tugas ulama bukan hanya membaca Yasin dan tahlil ketika matinya seorang umat, tugas ulama bukan hanya ketika memimpin kenduri dan Do`a, tetapi lebih dari itu, mari kita ajarkan kepada generasi mendatang agar dapat mencintai dan menghormati ulama sepenuhnya.