
Sabtu, 24 April 2010
Surat Sultan Abdul Hamid II

Minggu, 18 April 2010
Kuburan wali Allah mau di hancurkan


Heboh, Bentrok Berdarah antar Warga dan Satpol PP di Makam Mbah Priok
Bentrokan di areal makam Mbah Priok terjadi karena 2.000-an Satpol PP tidak bisa menahan diri dari serangan warga. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Pemprov DKI, Cucu Ahmad Kurnia dalam konferensi pers di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (14/4/2010).
Saat konferensi pers, Cucu Ahmad mengungkapkan kronologi bentrok berdarah di Pemakaman Mbah Priok, yaitu:
Pukul 05.30 WIB
Satpol PP menggelar apel siaga di halaman Walikota Jakarta Utara. Apel dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Jakut, Atma Sinjaya.
Pukul 06.00- 08.00 WIB
Petugas bergerak menggunakan puluhan truk dan dua kendaraan berat berjenis eksavator. Ketika baru saja tiba di lokasi, 400 orang pengikut Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Idrus dan Habib Abdullah Sting, pengelola makam, langsung menyerang petugas.
Warga menyerang mulai dari bom molotov, petasan, sejata tajam, kayu dan batu. Ketika penyerangan itu, banyak petugas Satpol PP yang menjadi korban. Ada yang tangannya yang nyaris putus, ada yang perutnya robek sehingga usus berhamburan, dan lain sebagainya.
Akibat kejadian itu, petugas Satpol PP terpancing, dan akibatnya terjadi bentrokan antara petugas Satpol dan warga.
Satpol PP yang dikerahkan secara keseluruhan ada 2.000 orang, petugas dapat bantuan dari polisi sebanyak 640 anggota. Petugas Satpol PP merobohkan tembok sebelah kanan gapura makam Mbah Priok. Ratusan petugas satpol PP kemudian mulai masuk ke area makam sampai halaman masjid.
Satu orang remaja laki-laki meninggal dunia dalam tawuran antara petugas Satpol PP saat terjadi bentrokan dalam eksekusi pendopo yang berada di makam Habib Hasan bin Mumammad Al Hadad atau Mbah Priok.
Belum diketahui secara pasti indentitas korban tewas. Berdasarkan pantauan, Rabu 14 April 2010, remaja yang meninggal dunia itu diseret dari dalam areal makam dan diletakan dalam keadaan tewas di depan pendopo.
Sementara satu lelaki dewasa, yang mengenakan baju putih juga mengalami luka serius akibat terkena pukulan. Kedua korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Koja, Jakarta Utara.
Akibat bentrokan ini, sedikitnya 31 Satpol PP mengalami luka dan lima diantaranya mengalami luka serius dan harus menjalani operasi. Para korban umumnya mengalami luka akibat lemparan batu. Namun, ada juga korban yang terluka karena diduga akibat terkena senjata tajam.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto memastikan bangunan pendopo seluas 300 meter yang ada di samping makam Mbah Priok atau Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad, Koja, Jakarta Utara, tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Padahal menurut Al Khatat, makam tersebut punya nilai sejarah yang mengajarkan kepada umat Islam mengenai metode penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Mbah Priok. Jadi, apapun alasannya, penggusuran makam Mbah Priok tak dapat dibenarkan.
“Janganlah demi kepentingan bisnis para kapitalis, pemerintah memberangus sejarah umat Islam,” tegas Al Khattat.
Al Khattat mengaku dapat memahami kemarahan warga dan santri di sekitar makam Mbah Surip dalam menghadapi ratusan aparat yang brutal.
Sebab, mereka menganggap makam itu sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah. Mereka juga menganggap Mbah Priok sebagai wali. Karenanya, ia menyesalkan tindakan Pemda DKI Jakarta menggusur makam Mbah Priok.
Sejarah Singkat tentang Makam Mbah Priok
Situs pemakaman Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad adalah penyebar agama Islam di Jakarta Utara pada abad ke-18. Mbah Priok terkait erat dengan sejarah Jakarta, namanya menjadi asal mula daerah Tanjung Priok yang kita kenal sekarang. Tetapi atas nama kepentingan ekonomi makam itu akan dibongkar dan dipindah ke lokasi pemakaman yang lain, arti dan makna sejarah yang tersimpan telah diabaikan.
Areal makam itu berdiri di atas lahan milik PT Pelindo II sesuai dengan Sertifikat Hak Pengelolaan No 1/ Koja Utara seluas 1.452.270 m2. Namun ahli waris mengklaim lahan itu sebagai miliknya berdasarkan verklaring No 1268/RB pada 19 September 1934). Berbagai data dan informasi kuno atas areal itu telah diselesaikan dalam ranah hukum, ranah yang telah bisa diatur oleh pemerintah rezim reformasi untuk memenangkan perkaranya.
Terlepas dari sengketa yang menyelimutinya, apakah kepentingan ekonomi telah membutakan hati-nurani kita dengan mengabaikan makna kesejarahan penyebaran Islam di di Jakarta Utara. Walau bagaimanapun, hamba Allah yang terbaring diperistirahatannya pernah berjasa dalam penyebaran Agama Islam di wilayah Jakarta Utara sehingga julukannya diabdikan menjadi daerah yang kini dikenal sebagai Tanjung Priok.
Ternyata, para petinggi di pemerintahan DKI Jakarta cuma berteriak dan mengaku bahwa dirinya “anak Betawi”. Toh, makam guru dari guru dari guru ngajinye yang sekarang entah generasi ke berapa telah di injak-injak harkat dan martabatnya. Hanya untuk kepentingan dunia yang fana (yang katanya mahluk ekonomi) telah mengusik ketenangan dan ketenteraman beliau.
Haruskah situs bersejarah itu dikorbankan untuk kepentingan ekonomi? Mungkinkah bangsa ini (umat Islam khususnya) sudah lupa (tidak peduli) sejarah asal-muasal leluhurnya menjadi muslim. Apakah bangsa ini lupa sejarah? Entahlah..
[kompas.com, inilah.com, detik.com, liputan6.com, vivanews.com, kompasiana.com]
allangkati : tidak cukup manusia hidup di ganggu manusia matipun mau di ganggu, memang dasar manusia yang berhati singa, begitu jahat sehingga ingin menghancurkan makam waliyullah, ingat siapa saja yang ingin menghancurkan makam waliyullah maka dia akan menerima akibatnya, jelas - jelas siapa yang meninggal dalam mempertahankan makam mbah priok tidak mati sia-sia tetapi meninggal Syahid insyaallah.
Syeikh Abu Hajjaj al-Aqsuri
Sabtu, 17 April 2010
Syeikh islam Abdul Halim Mahmud
Memperingati hari lahirnya Syeikh Abdul Halim Mahmud
Beliau dibesarkan di kalangan keluarga yang ta`at dan soleh, ayah beliau pernah menduduki bangku pelajaran al-Azhar tetapi tidak menyelesaikan pendidikannya.
Keinginan ayahnya yang kuat agar Syeikh Abdul Halim belajar di bangku al-Azhar membuat beliau memasukkan anaknya ke sekolah al-Azhar, tidak luput dari semangat dan kemauan yang kuat juga dari Syeikh Abdul Halim, beliau belajar dengan tekun dan giat sehingga hafal al-Qur`an al-Karim dan mengakhiri pengajiannya di Jami` al-Azhar Cairo.
Ketidak puasan beliau dalam menuntut ilmu membuat beliau berusaha menambah dan mencari pengajian yang lainnya, beliau melanjutkan pelajarannya ke Universitas Carbon Prancis Sehingga beliau mendapat gelar doktor dengan tesis al-Haris al-Muhasabi pada tahun 1359 hijriyah bersamaan pada tahun 1940 masehi.
Setelah kembali ke tanah airnya, beliau diangkat menjadi dosen ( pensyarah ) ilmu Jiwa di Kuliah Bahasa Arab, pada tahun 1384 hijriyah bersamaan tahun 1964 beliau diangkat menjadi Dekan Kuliah , kemudian beliau diangkat menjadi anggota Majma` bu`uts islami dan seterusnya menjadi Seketaris jendaral Majma` Bu`uts islami, kemudian pada tahun 1390 hijriyah beliau diangkat menjadi wakil Rektor al-Azhar as-syarif, kemudian beliau diangakat menjadi Menteri Wakaf dan al-Azhar.
Diangkat menjadi Syeikhul Azhar
Pada tahun 1381 hijriyah bersamaan dengan 1961 masehi beliau dilantik menjadi Syeikhul azhar, pada masa itu Syeikul azhar tidak memiliki kedudukan dan kekuasaaan, karena kekuasaannya telah diambil oleh pemerintah dan diserahkan kepada kementerian Awkaf dan al-Azhar, pada masa itu kedudukan Syeikul azhar tidak memiliki kelebihan dan kebesaran, ketika itu pulalah Syeikh Abdul Halim Mahmud diangkat menjadi Syeikul Azhar, sangat menyedihkan bagi al-Azhar setelah runtuhnya kerajaan dan berubah menjadi Republik, setelah Syeikh Abdul halim diangkat menjadi Syeikhul Azhar beliau mengancam Presiden dengan meletakkan jawatannya jika al-Azhar dan Syaikh al-Azhar tidak diberi kedudukan dan kebesaran seperti semula, membuat Presiden Anwar Sadat berpikir seribu kali, sehingga pada akhirnya Presiden menyetujui permintaan Syeikh Abdul Halim Mahmud, kedudukan Syeikhul Azhar pun menjadi seperti dahulu, berwibawa, dapat mengerjakan segala urusan dengan sendirinya, memiliki hak untuk mengatur al-Azhar dan umat islam , sehingga Syeikhul Azhar berkedudukkan seperti menteri bahkan Perdana Menteri.
Setelah Syeikhul Azhar mendapatkan kembali kekuasaan dalam mengatur al-Azhar maka beliau mencoba untuk memajukan al-Azhar as-Syarif dengan cara memperbanyak sekolah-sekolah di profinsi, ternyata seruannya untuk berinfaq, sedekah dan berwakaf demi membangun sekolah al-Azhar tidak dianggap angin yang berlalu bahkan banyak masyarakat yang ikut membantu beliau untuk mendirikan sekolah al-Azhar as-Syarif , sehingga gerakkan ini tidak pernah ada dari dahulu sampai masa jabatan Sayyid Tantowi kecuali hanya pada masa Syeikh Abdul Halim Mahmud.
Beliau bukan hanya Syeikh untuk al-zahar bahkan juga Syeikh untuk umat islam sehinga beliau di gelar dengan Syeikhul Islam, perhatiannya terhadap nasib umat islam baik di negeri Mesir maupun diluarnya membuat beliau menjadi pujian umat islam, beliau pernah mengikuti perang menyerang Israel terkutuk, perhatian dan usaha beliau dalam meyelesaikan permasalahan antara Maroco dan Algaria, antara umat di Lubnan dan yang lainnya.
Syeikh Abdul Halim dan Tasawuf
Syeikh Abdul Halim Mahmud bukan saja seorang yang ahli dalam keilmuan zohir bahkan juga beliau hebat dalam ilmu batin, beliau memiliki perhatian yang sangat besar sekali dalam mempelajari ilmu Tasawuf, bukan hanya sekedar mempelajarinya bahkan menekuni dan mengamalnya, sebab itulah beliau telah mencari tarekat mana yang paling sesuai untuk beliau amalkan, diantara banyak Syeikh yang ingin beliau ambil `Ahad Tarikat adalah Syeikh Muhamamad Abdul Wahab al-Husofy, tetapi niat beliau tidak kesampaian, Syeikh Abdul Wahab al-Husofy lebih dahulu meninggal dunia sebelum beliau sempat mengambil Tarikat darinya, hal ini membuat beliau membuat pilihan yang lain dengan mengambil tarikat dari seorang murid Syeikh Muhammad Abdul Wahab al-Husofy yang bernama Syeikh Abdul Fatah Qadhi dari Sabalanjah.
Wafat Syeikh
Setelah menghabiskan umurnya untuk menuntut ilmu dan menyebarkan ilmu, demi untuk kebaikan umat dan mengajak umat ke jalan yang lurus, sehingga akhirnya beliau menutup mata pada tarikh 15 dzul qa`idah 1397 hijriah bersamaan dengan 17 oktober 1978 masehi dan di kuburkan di kampung halamannya Salam markaz Belibis Syarqiyah.
Sabtu, 10 April 2010
Berziarah ke Sahah Ridwaniyyah
Ziarah ke makam Syeikh Abu Hasan as-Syadzuli
Rabu, 07 April 2010
Perjalanan Ke Humaisaro`
Minggu, 04 April 2010
Selamat jalan Syeikh Abdul Qadir Saqaaf
Selamat jalan Syeikh Abdul Qadir Saqaaf
Jumat, 26 Maret 2010
Daurah Syama`il Muhammadiyah

Pengenalan dengan kitab Syama`il Muhammadiyah
1 - Pengarang
Pengarang kitab ini adalah al-Imam al-Faqih al-Hafizh Abu Isa Muhammad bin Isa Bin Surah at-Tirmidzi.
Beliau dilahirkan pada tahun 209 hijriyah dikota Tirmidz, dari kecilnya beliau sangat suka sekali belajar ilmu agama, sebab itulah perhatiannya benar-benar ditumpukan kepada ilmu terlebih-lebih dengan ilmu hadits, ha,pir seluruh ulama yang berada di kota Tirmidz beliau datangi, setelah mengambil seluruh riwayat hadits dari ulama-ulama dikotanya mulailah Imam Tirmidzi mencari ilmu dari ulama-ulama yang berada diluar kota Tirmidz, beliau berjalan dari timur sampai kebarat demi untuk mendengar hadits-hadits Rasulullah, kota-kota yang berada di negeri Kharasan telah beliau jalani, negeri Iraq telah beliau jelajahi, negeri Hijaz telah beliau ziarahi sehingga beliau telah berhasil mengumpulkan hadits-hadits Rasulullah saw dari mulut-mulut Ulama yang ahli didalam bidang ilmu hadits.
Guru-guru beliau
diantara guru-guru beliau adalah :
1 - Imam Qutaibah bin Sa`id.
2 - Imam Ishaq bin Rahawih.
3 - Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari.
4 - Imam Muslim .
5 - Imam Abu Daud as-Sijistani.
6 - Imam Mahmud bin Ghailan.
7 - Imam Abu Bakar bin Abi Syaibah.
Murid-murid beliau
diantara murid-murid beliau adalah:
1 - Imam Abu Bakar Ahmad bin Ismail as-Samaraqandi.
2 - ImamAbu Hamid Ahmad bin Abdullah al-Marwazi.
3 - Imam Ahmad bin Ali bin Ali al-Muqri`.
4 - Imam Ahmad bin Yusuf an-Nasafi.
5 - Imam Hamaad bin Syakir al-Waraaq.
Buah karya Imam Tirmidzi
1 - Kitab al-Jami` as-Sunan at-Tirmidzi.
2 - Kitab al-`Ilal.
3 - Kitab at-Tarikh.
4 - Kitab az-Zuhud.
5 - Kitab al-Asma` wa al-Kuna.
6 - Kitab Syama`il Muhammadiyah.
Beliau meninggal dunia pada malam senin tanggal 13 Rajab tahun 279 hijriyah di kota Tirmidz.
2 - Kitab Syama`il Muhammadiyyah
Kitab Syama`il Muhammadiyyah menceritakan tentang kepribadian Rasulullah dari fostur tubuhnya, akhlaknya, pakaiannya, kehidupannya, makanan beliau, kitab ini sangat penting sekali dipelajari oleh seluruh umat islam agar mereka lebih mengenali lebih dekat kepribadian Rasulullah saw, kitab ini memiliki lima puluh bab, dimulai dari Bab kejadian Rasulullah dan diakhiri dengan Bab melihat Rasulullah didalam mimpi.
Ulama-ulama yang pernah mensyarahkan Syama`il
diantaranya :
1 - Imam Ibnu Hajar al-Haitami.
2 - Imam Mula `Ali Qari
3 - Imam al-Munawi.
4 - Imam Ibrahim al-Bajuri
Senin, 15 Maret 2010
Peranan Pesantren Musthafawiyah dalam mengembangkan mazhab Syafi`i

Sabtu, 13 Maret 2010
Syeikh Sayyid Tantawi

Syeikh Sayyid Tantawi dilahirkan didesa Salim Syarqiyah, propinsi Suhaj bahagian selatan Mesir pada tarikh 28 oktober 1928 Masehi, belajar ilmu agama dan menghapal al-Qur`an di Iskandariyah, meraih gelar doktor dari Fakultas Usuluddin jurusan Hadits dan Tafsir pada tahun 1966 Masehi, pernah menjadi dosen ( pensyarah ) Fakultas Usuluddin , kemudian diangkat menjadi Dekan Fakultas Usuluddin pada tahun 1976 masehi, kemudian terpilih kembali menjadi dekan Fakultas Darasat Islamiyah wa al-Arabiyah pada tahun 1985, beliau juga pernah mengajar di Libya selama empat tahun, pernah juga diangkat menjadi Dekan Fakultas Darasat Ulya diMadinah Munawwarah, pada tahun 28 oltober 1986 beliau diangkat menjadi Mufti Republik Arab Mesir, kemudian pada tahun 1996 beliau diangkat menjadi Syeikh al-Azhar, jabatan tersebut tetap beliau sandang sampai akhir hayatnya.
Akhlak Syeikh Sayyid Tantawi
Beliau seorang insan yang sangat sederhana, memiliki sifat rendah diri, tidak cepat marah, sangat menghormati orang lain, berani dalam mengambil resiko dalam berfatwa, mudah tersenyum dn menyapa, menghormati lawan-lawannya, menghormati pendapat orang lain.
al-Faqir pernah berbincang-bincang dengan beliau diruangan khusus Masjid Sayyidah Zainab diantara permasalahan yang di tanya adalah hukum shalat di masjid yang memiliki kuburan didalamnya.
Beliau menjawab : Hal tersebut boleh saja sebab yang dilarang adalah sujud dan menyembah kuburan, diantara dalil yang paling kuat tentang bolehnya shalat di masjid itu ialah bolehnya shalat di Masjid Nabawi sebab didalamya terdapat kuburan Nabi Saw, Abu Bakar dan Umar, kemudian beliau menyambung pembicaraannya, saya pernah memiliki seorang sahabat yang berkembangasan Saudi ketika saya menjadi Dekan Fakultas di Madinah, sahabat saya itu berkata dengan bangganya : " Saya tidak pernah shalat di Masjid Nabawi sekalipun karena karena terdapat di Masjid itu berhala yang disembah ( maksudnya kuburan Nabi ).
Saya ( al-Fakir al-Langkati ) melihat raut wajah Syeikh Sayyid Tantawi berubah seolah-oleh merasa sedih terhadap temannya yang tidak pernah shalat di Masjid Nabawi Madinah, betapa merugikan sekali orang tersebut.
Kemudian Syeikh melanjutkan pembahasan yang hangat, beliau berkata : Banyak sekali fatwa-fatwa yang keluar dari mulut saya diobah oleh media masa, semoga Allah memberi hidayak kepada mereka, saya tidak pernah mengatakan sebagaimana yang mereka sebarkan, bahkan itu senua dusta yang dibuat-buat.
Kedudukan Syeikh al-Azhar
Disebabkan al-Azhar adalah sebuah lembaga yang telah berdiri berabad-abad maka al-Azhar mendapat perhatian khusus dari pemerintah yang berkuasa, pada masa kerajaan Mamalik Syeikh azhar merupakan kedudukan besar dalam kerajaan dan dipilih oleh pembesar ulama-ulama al-Azhar Syarif, keadaan ini tidak begitu jauh berbedah pada masa pemerintahan Utsmaniyah, demikian juga ketika masa kerajaan Mesir telah dari keturunan Ali Basya memerintah, tetapi ketika seiring berakhirnya kerajaan Mesir dan turunnya Raja Faruq dari tahta kerajaan, beralihlah mesir menjadi Republik maka kedudukkan Syeikh al-Azhar tidak seperti dulu lagi, Presiden Jamal Abdunnasir telah merubah segalanya, pada masa presiden Anwar Sadat beliau mengangkat kedudukan Syeikh al-Azhar, sehingga kedudukannya seperti Perdana Menteri, dan janatan Syeikul Azhar tidak boleh diturunkan kecuali apabila telah meninggal dunia.
Pekerjaan sehari-hari Syeikhul Azhar
Adapun tugas sehari-hari Syeikhul Azhar adalah :
1 - Menerima tamu-tamu negara dari berbagai bangsa, baik bertujuan untuk mengetahui secara dekat al-Azhar ataupun meminta kemudahan agar pelajar-pelajar dari negara mereka boleh menduduki bangku pendidikan di al-Azhar.
2 - Memimpin Majma` Bu`uts Islami ( Badan penelitian Islam ), lembaga ini bertugas sebagai pengeluar fatwa dari berbagai macam kejadian yang berlaku diseluruh dunia islam, dan memberikan suran izin cetak buku-buku agama, lembaga ini terdiri dari ulama-ulama yang memiliki keahlian yang tinggi, mereka dipilih dari berbagai macam negara islam.
3 - Memimpin Universitas al-Azhar baik tingkat Lisence, Master, Doktor.
4 - Memimpin Sekolah al-Azhar yang terdiri dari Taman kanak-kanak ( Tadika ), Sekolah Dasar ( sekolah rendah ), sekolah menengah dan sekolah tinggi.
5 - Memimpin sega penerbitan al-Azhar seperti :
a - Majalah al-Azhar terbit setiap bulannya.
b - Saotul al-Azhar terbit setiap mingguan.
c - Buku - Buku al-Azhar dll.
6 - Kunjungan keberbagai negara seperti Saudi Arabiyah, Yordania, Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam, Uni Emirat Arab, dll.
negara yang terakhir beliau kunjungi adalah Saudi Arabiyah dalam tugas untuk pemilihan dan penyerahan piagam Raja Faisal.
Wafat dan kuburannya
Beliau meninggal dunia pada pagi hari tanggal 10 Maret 2010 masehi bertepatan dengan 24 Rabi`ul awal 1431 hijriyah akibat serangan jantung , kemudian di kuburkan di Baqi` dimana dikuburkannya ribuan sahabat dan tabi`in, semoga Allah memasukkannya kesurga dan menerima segala amalnya.




