Rabu, 29 Desember 2010
Pembacaan Musalsal Yaumi `Asyura 1432 H
10 Muharram 1432 Hijriyah
Selasa, 30 November 2010
Kenapa kita belajar sifat dua puluh? Bahagian I
Senin, 22 November 2010
Adab menuntut ilmu hadis
Sabtu, 20 November 2010
Ibnu Hajar al-Haitami
Kamis, 18 November 2010
Fatwa Syeikh Muhammad Gharib Abu Qa`ud
Kamis, 11 November 2010
Syeikh Muhammad Mahfuz at-Tarmasi Muhaddis Nusantara yang terkenal di negeri arab

Beliau adalah al-Alim al-Fadhil al-Muqri` al-Faqih al-Muhaddis Muhammad Mahfuz bin Abdullah bin Abdul Mannan at-Tarmasi al-Makki asy-Syafi`i.
Tarmas adalah sebuah desa yang berhampiran dengan kota Solo propinsi jawa tengah dari wilayah Indonesia.
Beliau dilahirkan di desa " Tarmas " pada 12 jumadil Ula tahun 1285 hijriyah, sementara ayah beliau ketika itu berada di Makkah, sehingga di besarkan dan diasuh oleh ibu dan pamannya di Tarmas.
Selasa, 09 November 2010
Tahniah kepada PMRM yang berhasil menyelenggarakan qira`ah Sohih Bukhari

Jumat, 05 November 2010
Cobaan yang menimpa

Minggu, 17 Oktober 2010
Lanjutan Tawassul 3 menurut al-Ghumari

Kamis, 23 September 2010
Lanjutan hadis tawassul

Minggu, 19 September 2010
Sohihnya Hadis Tawasul dalam Pandangan al-Muhaddis Abdullah al-Ghumari
Jumat, 17 September 2010
Syeikh Abdul Qadir Bin Tolib al-Mandili
Senin, 13 September 2010
Puasa enam hari pada bulan syawal
Raya Idul Fitri 1431 Hijriyah
Kamis, 26 Agustus 2010
Wafatnya Syeikh Washfi Masadi
Selasa, 24 Agustus 2010
Memperingati wafatnya Syeikh Muhamad Alawi
Minggu, 15 Agustus 2010
Bagaimana Rasulullah di bulan Ramadhan
Rabu, 04 Agustus 2010
Ayat -ayat dan Hadis Mutasyabihat dalam pandangan al-Hafizh Qurtubi

al-Hafiz Ibnu Katsir berkata : Beliau adalah Ahmad bin Umar bin Ibrahim bin Umar Abu Abbas al-Ansori al-Qurtubi al-Maliki, Seorang yang fakar didalam ilmu fiqih dan seorang Muhaddis yang mengajar di Iskandariyah, beliau di lahirkan di kota Qurtubah ( Cordova - Spanyol ) pada tahun 578 hijriyah, dan banyak sekali mendengarkan hadis-hadis Rasul di Qurtubah, beliau mengarang kitab Mukhtasor Sohih Bukhari dan Muslim, serta mensyarahkan Sohih Muslim yang di beri nama al-Mufhim, didalamnya terdapat banyak hal-hal yang bermanfaat dan bagus ( Bidayah wa al-Hidayah :13/ 197 ).
Kamis, 29 Juli 2010
Puasa setelah nisfu Sya`ban

Jawab : Sebelum saya menjawab hukum puasa setelah pertengahan bulan sya`ban sebaiknya saya mengungkapkan hadis yang melarang puasa setelah pertengahan bulan Sya`ban, hadisnya sebagai berikut :
إذا انتصف شعبان فلا تصوموا
Artinya : Apabila setelah pertengahan bulan Sya`ban maka janganlah kamu berpuasa.
Memperingati hari wafatnya Syeikh Sa`ad Badran

Nama lengkap beliau adalah Syeikh Abu al-Barakat Muhammad bin Sa`ad bin Badran ad-Dimyati al-Qauqji al-Hanafi.
Rabu, 28 Juli 2010
Maulid Syeikh Mahmud Abu Hasyim

Selasa, 27 Juli 2010
Ulama al-Azhar menolak tuntutan Netanyahu

Kamis, 22 Juli 2010
Peranan Imam Ibrahim al-Bajuri dalam mempertahankan mazhab `Asya`irah

Beliau adalah Burhanuddin Ibrahim al-Bajuri bin Syeikh Muhammad al-Jizawi bin Ahmad.
Beliau di lahirkan pada tahun 1198 hijriyah ( 1783 masehi ) di desa Bajur dari propinsi al-Munufiya Mesir.
Beliau tumbuh dan membesar di pangkuan orang tuanya yang alim dan soleh, sebab itulah beliau senantiasa dididik dengan ilamu agama, beliau belajar al-Qur`an dan memperbaiki bacaannya kepada ayahnya sendiri.
Kamis, 08 Juli 2010
Sudut kesufian Sultan Salahuddin al-Ayubi

Lahir di kota Tikrit bahagian Iraq pada tahun 532 hijriyah, karena ketika itu ayahnya diangkat menjadi pejabat penguasa Tekrit.
Mendengarkan hadis dari al-Hafiz Abu Tohir as-Silafi, al-Faqih Ali bin Binti Abi Sa`ad, Abu Tohir bin `Auf, al-Quthb an-Naisaburi.
Sabtu, 03 Juli 2010
Keganasan wahabi di Pakistan

Rabu, 30 Juni 2010
Wilayah Nejd
Mari kita lihat sejauh mana kebenaran yang telah di sampaikan oleh pengikut wahabi yang terlalu fanatik dengan Imamnya Muhammad bin Abdul Wahab sehingga beliau hampir seperti nabi yang tidak salah dan khilaf, selain beliau tergolong salah dan sesat.
Bahayanya daerah Najd berasal dari hadits Rasulullah s.a.w yang menceritakan keberkatan tanah , Yaman, dan Syam sebagaimana didalam hadisnya :
عن ابن عمر قال : ذكر النبي صلى الله عليه وسلم : " اللهم بارك لنا في شامنا، اللهم بارك لنا في يمننا" . قال وفي نجدنا ؟ قال : " اللهم بارك لنا في شأمنا، اللهم بارك لنا في يمننا، قالوا : وفي نجدنا ؟ فأظنه قال في الثالثة : " هناك الزلازل والفتن وبها يطلع قرن الشيطان " رواه البخاري كتاب الفتن باب قول النبي صلى الله عليه وسلم :" الفتنة قبل المشرق "رقم 7094
Artinya : Dari Ibnu Umar r.a berkata : Rasulullah s.a.w menyebutkan : " Ya Allah berilah keberkatan kepada negeri Syam kami, berilah keberkatan kepada negeri Yaman kami, Berkata mereka : " Pada Najd kami Ya Rasulullah ", berkata Rasulullah : Ya Allah berilah keberkatan kepada negeri Syam kami, berilah keberkatan kepada negeri Yaman kami, Berkata mereka : " Pada Najd kami Ya Rasulullah ", Berkata Rasulullah : Disana terdapat kegoyangan ( aqidah ) dan fitnah, dan disanalah terbitnya tanduk Syaitan. ( H.R . Bukhari , kitab al-Fitan, bab Qulun Nabi s.a.w. al-Fitnah Min Qibla al-Masyriq, no : 7094 ).
Dari hadis ini kita mengetahui bahwa Rasul telah mendo`akan negeri Syam dan Yaman, sebab itulah para sahabat berlomba-lomba untuk pindah ke negeri Yaman dan Syam.
Kenapa Najd yang terdapat di hadis ini bukan negeri Iraq ? Adapun sebagai Jawabannya sebagai berikut :
1 - Negeri yang dido`akan Rasulullah adalah negeri-negeri yang telah masuk islam sebahagian penduduknya, sebahagian ahli Syam telah mendatangi Nabi s.a.w. dan mengucap kalimat dua Syahadah, penduduk Yaman mendatangi Rasul dan memeluk islam ketika itu, sementara penduduk daerah Iraq tidak ada yang datang ke hadapan Rasul, bahkan mereka masuk islam pada masa pemerintahan Abu Bakar dan Umar bin Khatab ketika penaklukkan negara Farsi, sementra penduduk Najd ( tempat kelahiran pemimpin wahabi ) telah berbondong-bondong pergi ke Madinah untuk memeluk islam, bagaimana boleh didalam hadis menyebutkan kalimat " di Nejd kami " sementara Iraq belum jatuh ke tangan umat islam, dan masih di pegang oleh negara Farsi, ungkapan kami di sini memiliki dua makna :
Yang pertama : Para sahabat yang bersama Rasul, dan mereka bermaksud bahwa ungkapan kami adalah makna kepemilikan Iraq, dan ini mustahil sebab Iraq belum jatuh ketangan umat Islam.
Yang kedua : Utusan yang datang dari Najd, jikalau Najd itu Iraq, maka sesuatu yang mustahil sebab tidak ada riwayat yang mengatakan adanya utusan kaum yang datang dari Iraq, maka mestilah Nejd tersebut bahagian negara yang dikenal yaitu Riyahd dan sekelilingnya.
Sementara kalimat " kami " pada negeri Syam, karena telah datang sebahagian utusan negeri Syam ke Madinah untuk memeluk islam dan di Syam terdapat Baitul Maqdis, dan tempat para nabi-nabi terdahulu.
2 - Rasul mengatakan bahwa Najd adalah tempat keluarnya tanduk syaiton, terlepas dari hakikat ataupun majaz, tapi yang dimaksud adalah orang yag membawa kesesatan dan fitnah bagi umat islam dan mereka tergolong dari orang - orang kafir, karena Syaitan pemimpin orang-orang kafir dan menyesatkan orang, ini sangat jauh sekali keadaannya dengan fitnah yang berlaku di Iraq, pembunuhan Imam Ali r.a di tangan orang - orang Khawarij suatu fitnah yang lebih kecil di bandingkan dengan fitnahnya Musailamah al-Kadzab yang berasal dari Yamamah Nejd ( Riyadh sekarang ), yang telah mengaku nabi dan membunuh puluhan para sahabat sehingga Umar bin Khatab menjadi sangat takut sekali akan habisnya penghafal al-Qur`an disebabkan serangan Musailamah, Musailamah dan pengikutnya tergolong orang-orang yang kafir dan menyesatkan orang lain, sementara orang-orang Khawarij masih dalam keadaaan islam sebagaimana didalam riwayat Ibnu Abbas dari Imam Ali di dalam Sohih Bukhari, tetapi mereka pelampau yang keluar dari batasan, demikiannya juga pandangan ulama ahlus Sunnah bahwa khawarij telakeluar dari jama`a tetapi tidak keluar dari islam, dengan demikian tahulah kita bahwa fitnah yang terdapat di Yamamah ( Najd ) lebih besar dari fitnah yang berada di Iraq, di Najd juga tedapat khawarij dan golongan Qaramithoh yang kafir.
3 - Kita mengetahui bahwa Iraq adalah negeri yang berkat juga, bukti keberkatan Iraq adalah pindahnya ulama-ulama besar dari golongan sahabat ke Iraq seperti Imam Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Mas`ud, Anas bin Malik, `Ammar bin Yasir, Hudzaifah bin Yaman, Sa`ad bin Abi Waqash, Imran bin Hushain, jikalau negeri Iraq tidak berkat bagaimana boleh para sahabat pindah ke Iraq berbondong-bondong. Di negeri Iraq pula terbitnya banyak ulama hadis dan mazhab ahlussunnah seperti mazhab Imam Hanafi, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Sufyan ats-Tsauri dan Sufyan bin Uyaynah, timbulnya di baghdad ulama dan fakar-fakar qira`ah dan Nahu, berbeda dengan Najd Yamamah yang tidak terdapat sedikitpun para sahabat yang bermukim di situ bahkan para sahabat datang ke Najd Yamamah untuk memerangi orang kafir dan murtad pengikut Musailamah, bagaimana boleh kita katakan bahwa Iraq tempat yang terkutuk dan tidak berkat, sementara Iraq telah mengeluarkan jutaan ulama, kenapa wahabi mengikuti mazhab Hanbali sementara Imam Ahmad berasal dari Iraq.
4 - Iraq telah masyhur ketika zaman jahiliyah, jikalau Rasul bermaksud Iraq niscaya beliau akan sebutkan secara jelas dengan namanya khusus tetapi Rasul tidak menyebutkan Iraq bahkan menyebutkan Najd yang berarti bukan Iraq. Jiadi jika disebut dengan Najd maka di maksud adalah dalah Najd secara uruf yaitu daerah Yamamah , Dar`ah dan sekitarnya, karena kawasan ini juga dataran tinggi.
5 - Hadis Rasulullah s.a.w. yang berbunyi :
عن ابن عمر رضي لله عنهما أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو مستقبل المشرق يقول : " ألا إن الفتنة هاهنا من حيث يطلع قرن الشيطان . رواه البخاري
Artinya : Dari Ibnu Umar r.a. beliau mendengar Rasul bersabda dalam keadaan mengarah ke bahagian arah timur Madinah : " Ingatlah bahwasanya fitnah datang dari sana dari tempat terbitnya tanduk syaitan. ( H.R .Bukhari no : 7093 ).
Bahagian timur Madinah adalah Nejd ( bahagian Yamamah, Dir`ah, dll ) bukan Iraq, ini jelas kalau kita melihat peta, adapun para ulama yang menafsirkan timur tersebut ke arah Iraq telah tersalah dengan kenyataan dan ilmu zaman sekarang, karena timurnya Madinah bukan Iraq.
6 - Hadis Rasulullah s.a.w yang menyuruh penduduk Nejd agar berniat ihram dari Qarnu Manazil .
عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال : أمر رسو ل الله صلى الله عليه وسلم أهل المدينة أن يهلوا من ذي الحليفة، وأهل الشام من الجحفة وأهل النجد من قرن المنازل .رواه مالك ، كتاب الحج باب مواقت الإهلال
Artinya :Dari Abdullah bin Umar r.a. beliau berkata : Rasulullah s.a.w. menyuruh penduduk Madinah berniat ihram dari Dzul- Hulaifah, penduduk Syam dari Juhfah, dan penduduk Nejd dari Qarn, Manazil. ( H.R. Malik , Kitab Hajj, bab Mawaqitu al-Ihlal no : 732 ).
sementara lafaz didalam Sohih Bukhari ialah :
عن ابن عمر : وقّت رسول الله صلى الله عليه وسلم قرنا لأهل نجد ، والجحفة لأهل الشام وذا الحليفة لأهل المدينة، قال : سمعت هذا من النبي صلى الله عليه وسلم ، وبلغني أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : : و لأهل اليمن يلملم " وذكر العراق فقال : لم يكن عراق يومئذ ( رواه البخاري . رقم : 7344
Artinya :Dari Ibnu Umar beliau berkata : Rasulullah telah menentukan miqat bagi ahli Najd di Qaran, Juhfah untuk penduduk Syam, Dzul Hulaifah untuk penduduk Madinah, , berkata Ibnu Umar : telah sampai kepadaku bahwa Nabi s.a.w. berkata : " Bagi penduduk Yaman dari Yalamlam". kemudian disebutkan Iraq, berkata beliau : Ketika itu belum ada Iraq. ( H.R. Bukhari, no 7344 ).
Dari kedua hadis diatas jelaslah bahwa yang di maksud Najd adalah daerah dataran tinggi yang terdiri dari Yamamah ( Riyadh sekarang ), Dir`ah dan lain-lainnya, bukan Iraq, karena ketika itu orang Iraq belum memeluk islam, sementara Qarnu Manazil berhampiran dengan Yamamah (Riyadh sekarang ).
7 - Adapun riwayat yang menggantikan Masyriq ( arah timur ) kepada Iraq, riwayat ini telah di obah dan tidak soheh, sebab kebanyakkan riwayat mengatakan Masyriq, adapun penafsiran Salim bin Abudullah bin Umar kepda Iraq adalah salah satu ijtihad beliau yang belum boleh dijadikan pegangan, sebab bukan dari penafsiran Rasulullah s.a.w.,sebagaimana beliau pernah berijtihad untuk melarang para wanita pergi shalat ke masjid sehingga ayah beliau Abdullah bin Umar marah tidak bercakapan dengan beliau sampai Abdullah bin Umar meninggal dunia.
Selasa, 22 Juni 2010
Umur Sayyidah Aisyah r.a ketika kawin dengan Rasulullah

Senin, 21 Juni 2010
al-Hafizh Imam Sayuti
Rabu, 16 Juni 2010
Syeikh Abdullah Shiddiq al-Ghumari
Selasa, 15 Juni 2010
Maulid Imam Sya`rawi

Kamis, 10 Juni 2010
Wafatnya Syeikh al-Hasan bin Muhammad Siddiq al-Ghumari
Syeikh al-Hasan bin Muhammad Siddiq al-Ghumari telah menghembuskan nafas terakhirnya menuju Allah dan meninggalkan dunia yang fana ini pada tarikh 22 Jumadil akhir 1431 hijriyah bertepatan dengan 7 juni 2010 masehi, ribuan pelawat hadir untuk menyolati jenazah beliau, alam menjadi mendung, dunia tampak bersedih, para pelajar turut berduka hati, seorang ulama besar yang memiliki karismatik, keluarga beliau dianggap gudang ilmu di negeri Maroko.
Pengajian Sohih Muslim
Pengajian Sohih Muslim
Alhamdulillah kitab Sohih Bukhari telah berhasil di khatamkan pada hari jum`at tanggal 28 Mei g 2010 masehi, kini pengajian Sohih Muslim pun telah di mulai dari tanggal 4 Juni 2010 masehi, semoga Allah memberi pertolongan agar dapat mengkhatamkan Sohih Muslim, mungkin sebahagian kita ada yang masih belum kenal dengan Imam Muslim pengarang kitab Sohih Muslim dan kedudukan kitabnya disisi ulama islam.
Pengarang Sohih Muslim
Sohih Muslim dikarang oleh al-Hafiz al-Imam Amirul Mukminin Abu al-Husein Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Warad bin Kusyadz al-Qusyairi an-Naisaburi.
Kelahiran Imam Muslim
Beliau dilahirkan pada tahun 206 hijriyah sebagaimana pendapat yang sohihnya, sebagaimana yang telah di sebutkan al-Imam al-Hakim Abu Abdillah, sementara sebahagian ulama menyebutkan bahwa Imam Muslim dilahirkan pada tahun 204 hijriyah.
Perjalanan menuntut ilmu
Dari usia kecil beliau telah memiliki semangat yang besar untuk belajar agama, ditambah dengan kecerdasan beliau yang mengalahi seluruh teman-temannya, hal ini membuat orang tuanya memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya, orang tua beliau sangat mendukung dalam pendidikan agama, ketika umur Imam Muslim mencecah dua belas tahun beliau memulai untuk mendengar pengajian hadis Rasulullah saw, dengan begitu tahun 218 hijriyah adalah awal permulaan majlis pengajian hadis bagi Imam Muslim.
Kehidupan beliau penuh dengan perjalanan ilmiyah untuk menuntut ilmu di berbagai belahan bumi, dari mulai negeri Naisabur, Hijaz, Iraq, Syam, Mesir dan lainnya, didalam perjalanan beliau banyak bertemu denganpara ulama besar, dinegeri Kharasan beliau berjumpa dengan Yahya bin Yahya, Ishaq bin Rahawih, di negeri Rai beliau berjumpa denganibnu Mahran dan Abu `Anasaan, di Iraq beliau bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal, dan Abdullah bin Maslamah, di Hijaz beliau bertemu dengan Sa`id bin Mansur dan Abu Mush`ab, di Mesir bertemu dengan `Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, masih banyak lagi ulama-ulama besar yang beliau temui didalam perjalanan menuntut hadis Rasulullah s.a.w.
Beliau telah berkunjung ke kota Baghdad berulang kali, pada tahun 259 hijriyah adalah kunjungan yang terakhirnya, dalam kunjungan tersebut beliau banyak mendapati faedah yang berguna, ketika Imam Bukhari berkunjung ke kota Naisaburi, beliau menyempatkan diri untuk terus mengikuti pengajian Imam Bukhari, Imam Muslim sangat menghormati Imam Bukhari dan mengakui kealiman dan kehebatannya, ketika terjadi fitnah diantara Imam Bukhari dan Imam adz-Dzuhli beliau, lebih berpihak kepada Imam Bukhari. Ketika Imam adz-Dzuhli berkata dihadsapan majlis pengajiannya : Siapa saja yang berpendapat dengan pendapatnya Bukhari ( dalam masalah lafaz al-Qur`an ) hendaklah meninggalkan majlis kami, dengan tiba-tiba berdirilah Imam Muslim dan meninggalkan majils adz-Dzuhil, kemudian beliau mengumpulkan seluruh riwayat Imam ad-Dzuhli dan di serah kepadanya, kemudian beliau meninggalkan riwayat Imam adz-Dzuhli dan tidak menyebutkannya di Sohih Muslim dan kitab beliau yang lainnya.
Guru-guru beliau
Imam Muslim memiliki guru yang banyak sekali, diantara guru-guru beliau adalah :
1- Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari.
2- Utsman bin Abi Syaibah.
3- Abu Bakar bin Abi Syaibah.
4- Syaiban bin Farukh.
5- Abu Kamil al-Juri.
6- Zahir bin Harb.
7- `Amr an-Naqid.
8- Muhammad bin al-Mutsanna.
9- Muhammad bin Yasar.
10- Harun bin Sa`id al-Aily.
11- Qutaibah bin Sa`id
12- Dan lain-lain.
Murid-murid imam Muslim.
Imam Muslim memiliki banyak murid, mereka adalah para periwayat hadits dari Imam Muslim, diantara murid-murid beliau adalah :
1- Abu Hatim ar-Razi.
2- Musa bin Harun.
3- Ahmad bin Salamah.
4- Abu Bakar bin Khuzaimah.
5- Yahya bin So`id.
6- Abu `Awanah al-Isfaraini.
7- Abu Isa at-Tirmidzi.
8- Abu `Amr Ahmad bin al-Mubarakal-Mustamili.
9- Abu al-Abbas Muahammad bin Ishaq bin Siraj.
10- Ibrahim bin Muhammad binSufyan al- Faqih.
Buah karya Imam Muslim
Imam Muslim bukan hanya sibuk untuk menyampaikan hadits dihadapan para muridnya, tetapi beliau juga sibuk dengan mengarang kitab, kitab-kitab tersebut bukti dari kemahiran Imam Muslim di dalam ilmu hadits dan yang lainnya, diantara hasil karya beliau adalah :
1 – al-Jami` Sohih.
2 – al-Musnad al-Kabir `Ala Rijal.
3 – Kitab al-Asma` wa al-Kuna.
4 – Kitab al- `Ilal.
5 – Kita al-Aqran.
6 – Kitab Su`alatihi Ahmad bin Hanbal.
7 – kitab Bi Uhubi as-Siba`.
8 – Kitab al-Mukhadhriin.
9 - Kitab Man Laitsa Lahu Illa Rawin Wahid.
10 – Kitab Awlad as-Sohabah.
11 – Kitab Awhami al-Muhadditsin.
Sohih Muslim
Diantara hasil karangan beliau yang terkenal dan termasyhur dikalangan ulama dan masyarakat awam adalah kitab Sohih Muslim, kitab ini menjadi pegangan dan rujukkan umat islam, penulisan kitab ini memakan waktu kurang lebih lima belas tahun lamanya.
Kedudukkan Sohih Muslim
Para ulama bersepakat dalam menentukan kitab yang paling sohih didunia ini adalah hadits-hadits yang sefakat Imam Bukahri dan Imam Muslim mengeluarkannya, tetapi mereka berbeda pendapat dalam menentukan apakah Sohih Bukhari lebih baik atau sohih Muslim, Sementara Imam Abu Ali an-Naisaburi berpendapat bahwa Sohih Muslim lebih utama, ini juga pendapat sebahagian ulama Maghrib ( barat ), tetapi kebanyakan ulama lebih mendahulukan Sohih Bukhari, diantara ulama yang mendahulukan sohih Bukhari adalah Imam Nasa`i dan Imam ad-Daruquthni, pendapat inilah yang yang paling benar, ini dilihat dari syarat-syarat Imam Bukhari lebih ketat dibandingkan syarat Imam Muslim, tetapi jika keutamaan sohih Muslim dilihat dari segi susunan dan cara peletakan hadits, maka para ulama lebih mengungguli susunan sohih Muslim.
Jumlah hadits yang terdapat di sohih Muslim
Adapun jumlah hadits yang terdapat didalam sohih muslim sebagaimana yang di ungkapkan oleh Ahmad bin Salamah sebab beliaulah yang menuliskan Imam Muslim sebanyak dua belas ribu hadits.
Berkata Ahmad bin Salamah : “ Aku telah menulis kitab sohih Muslim beserta Imam Muslim selama lima belas tahun, didalamnya terdapat dua belas ribu hadits “.
Sementara Imam Ibnu Solah menyebutkan dari riwayat al-Hafiz Abu Quraisy bahwa jumlah hadits yang terdapat didalam sohih Muslim sebanyak empat ribu hadits.
Apakah Imam Muslim menuliskan bab didalam kitabnya, dan memasukkan seluruh hadits sohih didalamnya ?
Imam Muslim tidak membuat bab-bab didalam kitab sohihnya, agar setiap yang membaca dapat memikirkan apa tujuan hadits tersebut, adapun penulisan bab-bab sohih Muslim dilakukan oleh para pensyarah sohih Muslim, seperti apa yang telah dilakukan oleh Imam Nawawididalam pensyarahannya.
Imam Muslim juga tidak memasukkan seluruh hadits-hadits sohih didalam kitab sohih Muslim sebagaimana juga kitab sohih Bukhari, dengankata lain masih banyak lagi hadits-hadits sohih yang tidak terdapat didalam sohih Bukhari dan Muslim, hadits yang tidak disebutkan oleh Imam Bukhari dan Muslim didalam kitab sohihnya tidak menunjukan hadits – hadits tersebut dho`if, tetapi jika memiliki seluruh syarat-syarat sohih maka hadits tersebut sohih walapun tidak tertulis didalam sohih Bukhari dan Muslim.
Kitab Syarah Sohih Muslim
Begitu besar perhatian ulama terhadap kitab sohih Muslim sehingga banyak dikalangan ulama yang mensyarahkan kitab sohih Muslim, apalagi para pelajar masyarakat umum sangat memerlukan adanya kitab yang mensyarahkan hadits-hadits yang terdapat di sohih Muslim, diantara syarah sohih Muslim yang terkenal dan berkembang di tangan para ulama dan pelajar adalah :
1- al-Mu`allim Bi Fawa`idi kitab Muslim, karangan Imam Abu Abdullah Muhammad bin Ali al-Maziri, meninggal dunia pada tahun 536 hijriyah.
2- Ikmalu al-Muslim Bi Syarhi Sohih Muslim, karangan Imam Qadhi `iyadh bin Musa al-Maliki meninggal dunia pada tahun 544 hijriyah.
3- al-Minhaj fi Syarhi Sohih Muslim bin al-Hajjaj, karangan Imam al-Hafiz Abu Zakariya Mahyuddin Yahya bin Syaraf an-Nawawi asy-Syafi`i meninggal dunia pada tahun 676 hijriyah.
4- al-Mufhim Lima Usykila min Talkhish kitabMuslim, karangan al-Hafiz Ahmad bin Umar bin Ibrahim al-Qurtubi, meninggal dunia pada tahun 656 hijriyah.
5- Hidayatu at-Tolibi al-Mu`dim `Ala Daibajati al-Muslim, Karangan Syeikhuna Muhammad Amin bin Abdullah al-Harari al-Makki asy-Syafi`i, lahir pada tahun 1348 hijriyah.
Rujukkan :
1- Fi Rihabi as-Sunnah al-Kutubussihah as-Sittah halaman :80-97, karangan Syeikh Muhammad Muhammad Abu Syuhbah,terbitan al-Azhar asy-Syarif Silsilah al-Buhuts al-Islamiyyah tahun ke empat puluh kitab yang ke enam 1430H-2009M.
2- 2 - al-Hadits Wal Muhadditsun , halaman : 356, Karangan Syeikh Muhammad Muhammad Abu Zaho, terbitan al-Maktabah at-taufiqiyah, tanpa tahun.